Jakarta, 17 Juli 2026 – Arena sepak bola Indonesia kembali dihebohkan dengan manuver transfer signifikan yang dilakukan Persija Jakarta. Klub berjuluk Macan Kemayoran ini secara resmi mengumumkan kedatangan Kwon Chang-hoon, gelandang serang internasional asal Korea Selatan, yang akan memperkuat skuad di bawah asuhan pelatih anyar, Shin Tae-yong. Keputusan merekrut Kwon menjadi sorotan, mengingat Persija telah memiliki deretan talenta muda berbakat, termasuk beberapa wonderkid Tim Nasional Indonesia, yang siap bersaing memperebutkan posisi inti.
Pengumuman perekrutan Kwon Chang-hoon pada Jumat (17/7/2026) menandai reuni antara Shin Tae-yong dengan mantan anak didiknya di tim nasional Korea Selatan. Pelatih yang baru saja mengambil alih kemudi Persija bulan lalu ini, kini memiliki kesempatan untuk kembali bekerja sama dengan pemain yang pernah merasakan sentuhan kepelatihannya di level internasional, termasuk saat Kwon membela tim Olimpiade Korea Selatan.
Kedatangan Kwon menambah kedalaman lini tengah dan serang Persija, melengkapi daftar pemain asing yang telah lebih dulu bergabung seperti Radovan Pankov, Denis Kolinger, Kerim Memija, dan Kyohei Yoshino. Tak hanya itu, Shin Tae-yong juga kembali dipertemukan dengan bek kiri andalan Timnas Indonesia, Pratama Arhan, yang kini juga berseragam Persija. Selain Arhan, talenta muda Victor Dethan juga telah resmi menjadi bagian dari tim ibu kota di musim panas ini.
Yang menarik, Kwon Chang-hoon dikenal sebagai penyerang sayap kanan, posisi yang sama dengan Victor Dethan. Dengan kehadiran Kwon, skuad Persija kini memiliki setidaknya lima opsi pemain untuk mengisi posisi penyerang sayap kanan di bawah racikan Shin Tae-yong. Selain Kwon dan Dethan, dua wonderkid Timnas Indonesia, Zahaby Gholy dan Jehan Pahlevi, yang juga berposisi sebagai penyerang sayap kanan, siap menunjukkan kemampuan terbaiknya. Tak ketinggalan, Agi Firmansyah yang juga memiliki kapabilitas bermain di sektor tersebut.
Meskipun memiliki banyak pilihan di posisi serupa, Presiden Persija, Mohamad Prapanca, menegaskan bahwa perekrutan Kwon Chang-hoon didasari oleh harapan besar untuk meningkatkan kualitas keseluruhan tim. Prapanca menyoroti rekam jejak impresif Kwon sepanjang kariernya, yang mencakup pengalaman membela Tim Nasional Korea Selatan serta berkarier di liga-liga top Eropa seperti Prancis dan Jerman.
Dalam pernyataan resminya, Prapanca menyampaikan bahwa Kwon merupakan pemain dengan pengalaman yang sangat komprehensif. Dia menekankan bahwa Kwon pernah berkompetisi di liga-liga papan atas Eropa, mewakili Tim Nasional Korea Selatan, dan tampil di ajang sepak bola internasional level tertinggi. Prapanca meyakini bahwa kehadiran Kwon akan memberikan kontribusi signifikan dalam hal kreativitas dan variasi serangan tim, serta membantu Persija mencapai target yang telah ditetapkan untuk musim ini.
Kwon Chang-hoon sendiri pernah menjadi bagian dari skuad Tim Nasional Korea Selatan dari tahun 2015 hingga 2022. Penampilan terakhirnya di kancah internasional adalah pada Piala Dunia 2022 di Qatar, ketika ia menghadapi Ghana di fase grup. Meskipun Kwon tidak dibawa oleh Shin Tae-yong ke Piala Dunia 2018 saat STY menjabat pelatih kepala Korea Selatan pada periode 2017-2018, ikatan antara keduanya tetap kuat, terutama dari masa kerja sama mereka di tim Olimpiade.
Lebih lanjut, Prapanca menyatakan keyakinannya bahwa kualitas dan mentalitas bertanding Kwon akan membawa dampak positif yang besar bagi Persija. Ia juga menambahkan bahwa keberadaan Coach Shin Tae-yong diharapkan dapat mempercepat proses adaptasi Kwon dengan lingkungan tim baru, sehingga sang pemain dapat segera menunjukkan performa terbaiknya di lapangan.
Perekrutan Kwon Chang-hoon, di tengah melimpahnya talenta muda lokal, bisa diinterpretasikan sebagai langkah strategis Shin Tae-yong untuk menciptakan keseimbangan dalam skuadnya. Pengalaman dan kematangan Kwon diharapkan tidak hanya memberikan dimensi baru pada serangan Persija, tetapi juga menjadi mentor bagi para pemain muda. Ini akan menciptakan lingkungan kompetitif yang sehat, di mana para wonderkid seperti Dethan, Gholy, dan Pahlevi dapat belajar dari pemain berpengalaman kelas dunia, sekaligus termotivasi untuk melampaui kemampuan mereka. Dengan demikian, kedatangan Kwon Chang-hoon bukan sekadar reuni, melainkan bagian integral dari visi besar Shin Tae-yong untuk membentuk Persija Jakarta yang kuat, dinamis, dan siap bersaing di level tertinggi.






