Universitas Nusa Mandiri (UNM), yang dikenal sebagai Kampus Digital Bisnis, kembali mencatatkan namanya di kancah nasional melalui pencapaian luar biasa mahasiswanya. Tim Triple A dari UNM berhasil melaju ke babak final Indonesian Creative and Information Technology Student Competition (IndoCEISS) 2026 dalam kategori UI/UX Design. Prestasi ini diraih berkat inovasi mereka, EcoSync, sebuah platform revolusioner yang memanfaatkan teknologi blockchain untuk mengelola limbah dan mengubahnya menjadi nilai tambah.
EcoSync dirancang sebagai solusi komprehensif untuk sistem pengelolaan bank sampah. Dengan adopsi blockchain, platform ini menjanjikan transparansi yang lebih baik, akuntabilitas yang tinggi, serta keberlanjutan operasional. Inovasi ini secara fundamental bertujuan untuk mengatasi berbagai tantangan yang kerap muncul dalam pengelolaan sampah konvensional, seperti kurangnya kepercayaan dan efisiensi. Dengan sistem yang transparan, setiap transaksi dan proses pengolahan limbah tercatat secara permanen dan tidak dapat diubah, membangun kepercayaan di antara semua pihak yang terlibat.
Tim Triple A sendiri merupakan kolaborasi lintas program studi yang beranggotakan Afra Nur Rafifah dan Aqil Syafiq Ramadhan dari Program Studi Informatika, serta Muhammad Ahsan Rizqi dari Program Studi Sistem Informasi. Sebelum mencapai babak final, tim ini telah melewati serangkaian seleksi ketat dan berhasil mewakili UNM di ajang kompetisi bergengsi tingkat nasional ini. Keberhasilan mereka menunjukkan sinergi antar disiplin ilmu yang kuat di UNM.
Dr. Anton, Dekan Fakultas Teknologi Informasi UNM, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian Tim Triple A. Ia menyoroti bagaimana tim ini berhasil bersaing ketat dengan perwakilan dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Menurutnya, EcoSync bukan sekadar inovasi dengan desain antarmuka dan pengalaman pengguna yang unggul, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam upaya menjaga keberlanjutan lingkungan. Platform ini membuktikan bahwa mahasiswa UNM memiliki kapabilitas untuk menciptakan solusi yang relevan dan berdampak luas.
Ketua Program Studi Informatika (S1) UNM, Arfhan Prasetyo, menambahkan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen Prodi Informatika. Pembelajaran di prodi ini tidak hanya fokus pada penguasaan kemampuan teknis yang mendalam, tetapi juga secara aktif mendorong mahasiswa untuk berpikir kreatif dan menghasilkan inovasi yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Arfhan Prasetyo juga menegaskan bahwa UNM akan terus memotivasi mahasiswa untuk mengembangkan solusi berbasis teknologi yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. EcoSync, dalam pandangannya, adalah contoh sempurna bagaimana kompetensi pemrograman, keahlian desain, dan pemahaman mendalam tentang permasalahan sosial dapat dipadukan untuk menciptakan inovasi yang memiliki nilai manfaat tinggi sekaligus daya saing di tingkat nasional. Prestasi ini sekaligus mengindikasikan kesiapan mahasiswa Informatika UNM dalam menghadapi tantangan di era transformasi digital.
Lebih lanjut, Ketua Program Studi Sistem Informasi UNM, Dr. Sukmawati Anggraeni Putri, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas program studi sebagai salah satu kunci di balik kelahiran EcoSync. Ia menjelaskan bahwa sinergi antara Prodi Informatika dan Sistem Informasi dalam Tim Triple A menunjukkan kapasitas mahasiswa UNM untuk bekerja secara multidisiplin. Kompetensi UI/UX Design yang dimiliki oleh Muhammad Ahsan Rizqi, misalnya, melengkapi kemampuan teknis rekan-rekannya dari Prodi Informatika. Hasilnya adalah platform EcoSync yang tidak hanya transparan dan akuntabel, tetapi juga sangat berorientasi pada kebutuhan pengguna. Dr. Sukmawati juga menegaskan bahwa pencapaian ini adalah bukti nyata bahwa UNM berhasil mencetak talenta digital yang siap bersaing di panggung nasional.
Kompetisi Nasional IndoCEISS 2026 sendiri merupakan wadah prestisius yang mempertemukan mahasiswa-mahasiswa terbaik dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Ajang ini menjadi medan bagi mereka untuk menunjukkan keunggulan dalam bidang teknologi informasi dan industri kreatif digital. Pada kategori UI/UX Design, peserta dihadapkan pada tantangan untuk merancang antarmuka yang tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga mampu memberikan pengalaman pengguna yang optimal dan menawarkan solusi inovatif untuk masalah-masalah nyata di masyarakat.
Melalui EcoSync, Tim Triple A menghadirkan sebuah konsep platform digital yang visioner. Mereka memanfaatkan kecanggihan teknologi blockchain untuk meningkatkan level transparansi dalam pengelolaan limbah, sekaligus mendorong terciptanya ekosistem ekonomi sirkular yang lebih berkelanjutan. Ini adalah langkah maju dalam upaya mengintegrasikan teknologi modern dengan isu-isu lingkungan yang krusial.
UNM secara konsisten menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh mahasiswa dalam mengembangkan inovasi dan meraih berbagai prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dukungan ini diwujudkan melalui berbagai inisiatif, termasuk pembinaan intensif dari dosen-dosen ahli, penguatan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri, serta penyediaan ekosistem pembelajaran yang kondusif. Lingkungan ini dirancang untuk merangsang lahirnya solusi digital yang tidak hanya inovatif dan kompetitif, tetapi juga memiliki dampak positif yang signifikan bagi masyarakat. Dengan demikian, UNM terus berkontribusi dalam mencetak generasi penerus yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan solusi berbasis teknologi.
This article was rewritten using AI technology based on information from republika.co.id without altering the facts of the original article.






