Mengenal Gangguan Psikologis ‘PTSD’

Bab 3. PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder)

(Gambar: iStock Photo / AndreyPopov
(Gambar: iStock Photo / AndreyPopov

ENSIPEDIA.ID – PTSD merupakan gangguan psikologis dimana penderita pernah/mengingat apa yang telah ia alami, seperti kecelakaan berat, pelecehan seksual, atau sebuah situasi yang terpaksa ia alami dengan menyaksikan atau mendengarkannya secara langsung. Sehingga menyebabkan penderitanya mengalami stress berat akibat ketidakmampuannya terhadap apa yang telah ia alami sebelumnya (trauma).

 

KASUS

Kalian pasti mengenal Ariana Grande. Pada beberapa tahun silam di kota Manchester, ia menggelar sebuah konser yang ironisnya ada sekitar 22 orang tewas dan puluhan orang lain mengalami luka-luka akibat sebuah bom bunuh diri.

Bayangkan saja, saat konsernya tengah berlangsung ada kejadian/peristiwa semacam itu yang tentu saja dapat membuat semua orang memiliki trauma mendalam. Dan faktanya, ia telah mengalami PTSD dengan memberikan bukti hasil scan otaknya melalui Instagram pribadinya.

GEJALA

Gejala PTSD sering dikaitkan dengan munculnya ingatan-ingatan yang membuatnya trauma, rentang waktu kejadiannya pun berkisar sebulan sampai dengan beberapa tahun setelah kejadian/peristiwa traumatis tersebut.

Tingkat keparahannya tergantung pada ingatan dan kondisi mental seseorang, adapun gejala-gejala umum lainnya, seperti;

  • Pemikiran dan perasaan negatif;
  • Perubahan perilaku dan emosi;
  • Mimpi buruk yang terulang;
  • Depresi.

Baca juga : Kenali Charm Point atau Titik Pesona Pada Dirimu – Ensiklopedia Bebas (ensipedia.id)

 

PENYEBAB

Adapun penyebab seseorang mengalami PTSD ini, diantaranya;

  • Temperamen;
  • Respon tubuh ketika stress;
  • Perundungan (bullying);
  • Kecelakaan;
  • Pelecehan seksual.

PENGOBATAN

Pengobatan medis diperlukan agar dapat meredakan kondisi mental si penderita melalui respon emosinya dengan melatih pengendalian diri dengan baik dan hati-hati. Adapun metode pengobatan lainnya, seperti psikoterapi yang meliputi terapi kognitif dan medikasi secara obat-obatan.

Sifat traumatis sangat sulit disembuhkan karena fungsi otaknya yang secara tak kasat telah mendoktrin seluruh anggota tubuh untuk tidak memaksakan ketakutannya. Namun seiring berjalannya waktu, dengan beberapa bantuan medis dan penyesuaian diri yang baik tentu akan mampu untuk melawan traumanya.

Oke deh segini aja, serem nulisnya juga 🤧

Note: BAB 4 akan kita lanjut di hari berikutnya ya! See you soon 👋🏼

Latest articles