Mengenal Lorem Ipsum, Teks Latin Dalam Template Desain

Source: Kompas.com

ENSIPEDIA.ID – Pernah gak kalian mendengar atau membaca tulisan “Lorem ipsum dolor sit amet …” pada sebuah template desain? Saya pernah bertanya, kenapa setiap template desain tertulis tulisan tersebut? Apa arti dari “Lorem Ipsum …” itu? Nah, untuk mengurangi rasa penasaran dengan penggalan kalimat tersebut, mari kita bahas sama-sama.

Berkenalan Dengan Istilah Latin dalam Template Desain

Lorem ipsum dolor sit amet merupakan teks berbahasa Latin. Mungkin para desainer grafis di EB ini pasti sudah tau apa kegunaan dari lorem ipsum atau biasa juga disebut sebagai lipsum ini. Pada dasarnya lipsum merupakan sebuah kalimat untuk penataan huruf, istilah kerennya typesetting. Kalimat atau paragraf lipsum tersebut adalah kalimat standar yang sering digunakan. Tentunya lipsum ini sering kita jumpai pada desain grafis, template pamflet, koran, majalah, blog, maupun dalam dunia percetakan.

Penggunaan bahasa latin dalam lipsum bertujuan agar pengamat atau calon pemesan jasa tetap fokus pada elemen desain dari teks yang disajikan tanpa teralihkan oleh makna harfiah dari kalimat tersebut. Alih-alih desainer menuliskan kaliamt seperti: “Ini adalah judul, di sini adalah bagian isi, di sini adalah bagian penjelasan.” Maka, desainer lebih memilih menggunakan contoh (dummy) teks lipsum sebagai template. Selain itu, lorem lipsum juga memiliki persebaran huruf yang cukup merata sehingga desainer bisa lebih mudah dalam menganalisa kesalahan penggunaan font ataupun elemen desain lainnya.

Asal-Usul Penggunaan Lipsum

Sekitar kurang lebih 500 tahun yang lalu, saat awal ditemukannya mesin cetak sederhana, seorang tukang cetak secara acak mengambil kumpulan teks-teks untuk membuat sebuah buku yang digunakan sebagai buku contoh huruf. Penggunaan teks lipsum akhirnya bertahan hingga hari ini.

Penggunaan tersebut juga beralih dari template cetak ke arah yang lebih digital lagi yaitu template desain dengan komputerisasi, huruf elektronik, dll. Dikenalnya lorem ipsum pada template desain bermula pada tahun 1960 yaitu ketika penggunaan teks ini pada lembar letraset. Seiring waktu dan perkembangan aplikasi perangkat lunak pengolah grafis, naskah lipsum semakin populer.

 

Baca juga : Kenali Charm Point atau Titik Pesona Pada Dirimu – Ensiklopedia Bebas (ensipedia.id)

 

Makna Lorem Ipsum

Di balik penggunaan sebagai teks contoh pada desain, lipsum ternyata merupakan sebuah naskah buah pikiran filosof terkenal. Menurut Richard McClintock seorang Profesor bahasa Latin dari Hampden-Sidney College di Virginia, lorem ipsum merupakan kutipan dari naskah Cicero (Filsuf dan sastrawan Romawi) dalam karyanya “de Finibus Bonorum et Malorum” yang berarti “Sisi Ekstrim dari Kebaikan dan Kejahatan”. Naskah ini dibuat sekitar tahun 45 SM.

Naskah ini berbicara tentang permasalahan etika dan teorinya yang berkembang pada Zaman Renaissance.

Inti dari gagasan yang diangkat oleh Cicero dalam naskah ini adalah menyinggung tentang sebuah pandangan untuk mencapai kehidupan bahagia dengan kesenangan dan kenikmatan duniawi. Pada zaman tersebut orang-orang kerap menghalalkan berbagai cara untuk mecapai tujuan yang diinginkan. Selain itu, ketika mereka mendapat kesenangan. Mereka lantas mengumbar kesenangannya kepada masyaraka umum. Dalam paham hari ini, hal itu disebut dengan paham hedonisme.

Dalam naskah ini juga dibahas tentang akhir kebahagiaan dan kesenangan ternyata adalah rasa sakit. Kita selalu dibawa ke awan dalam bayangan ekspektasi yang begitu tinggi. Bahagia? Tapi kita tidak mempersiapkan diri untuk terhempas kembali ke tanah. Cicero berprinsip bahwa rasa sakit yang lebih kecil lebih baik dari pada kesenangan yang akan menghasilkan rasa sakit yang lebih besar.

Terjemahan Lipsum

Walaupun teks lorem ipsum diambil dari naskah Cicero, tetapi ada perubahan yang terjadi. Misalnya kata lorem diambil dari kata Dolorem. Dikutip dari cnnindonesia.com H. Rackham menerjemahkan lipsum sebagai berikut:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

Terjemahan:

“Demikian pula, tidak adakah orang yang mencintai atau mengejar atau ingin mengalami penderitaan, bukan semata-mata karena penderitaan itu sendiri, tetapi karena sesekali terjadi keadaan di mana susah-payah dan penderitaan dapat memberikan kepadanya kesenangan yang besar. Sebagai contoh sederhana, siapakah di antara kita yang pernah melakukan pekerjaan fisik yang berat, selain untuk memperoleh manfaat daripadanya? Tetapi siapakah yang berhak untuk mencari kesalahan pada diri orang yang memilih untuk menikmati kesenangan yang tidak menimbulkan akibat-akibat yang mengganggu, atau orang yang menghindari penderitaan yang tidak menghasilkan kesenangan?”

Latest articles