Clickbait: Cara Menarik Pengunjung Konten

4384
Source: Freepik

ENSIPEDIA.ID – Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, media elektronik mulai menandingi media konvensional berbasis cetak. Media elektronik atau online diukur berdasarkan jumlah klik atau jumlah pengunjung halaman. Maka dari itu, dibuatlah metode clickbait untuk menarik visitor mengunjungi website.

Secara umum clickbait adalah istilah yang digunakan kepada judul konten di internet yang bertujuan untuk menarik pembaca untuk mengunjungi konten tersebut. Judul yang clickbait biasanya bersifat berlebihan, bombastis, dan tidak memberikan informasi yang utuh sehingga terkadang pembaca merasa kecewa.

Clickbait hadir akibat tidak terpenuhinya apa yang ingin diketahui dengan informasi apa yang disediakan oleh berita. Hal ini disebut sebagai kesenjangan informasi atau information gap.

Contohnya sebuah artikel diberi judul: “Spesial untuk Anda, Beli Mobil di Tokekpedia hanya dengan DP 0%. Cek di sini!” Ketika kita membacanya pasti kita akan terbuai dengan sebuah kata DP 0% padahal setelah kita membuka artikelnya ternyata DP 0% tersebut memiliki persyaratan yang sangat susah. Artinya dalam headline/judul tersebut memiliki gap informasi. Ada 2 permasalahan yang terjadi. Pertama, Judul terlalu memberikan harapan yang membuai. Kedua, judul tidak terdapat informasi yang memadai atau tidak mewakili isi konten.

Pro dan kontra penggunaan clickbait pada media online juga sedang menjadi pembahasan insan pers di Indonesia. Walaupun terkadang merugikan pembaca, jurnalis-jurnalis media online mainstream juga menggunakan umpan klik sebagai upaya untuk menarik minat baca dengan syarat tidak adanya informasi palsu serta harus ada keselarasan isi berita dengan judul berita.

Bagaimana membuat Clickbait?

Sebenarnya saya juga masih belum terlalu mahir dalam membuat judul clickbait yang bertujuan untuk menarik minat baca. Tapi saya akan memberikan sebuah teknik agar judul kita memenuhi unsur-unsur judul yang menarik. Walaupun clickbait tapi dengan tujuan yang baik.

1. Menggunakan Kalimat atau Frasa Tanya, seperti ‘Tahukah Anda? …’

Kalimat tanya akan memancing rasa ingin tahu pembaca agar mencari tahu lebih dalam lagi.

2. Serukan dengan Kalimat Interjeksi

Frasa interjeksi membuat tulisan seolah-olah sangat menarik. Frasa seperti Wow, Keren, Menakjubkan, Amazing biasanya digunakan dalam media online untuk membuat kesan yang bombastis.

3. Menggunakan Listicle

“7 kejadian alam paling menakjubkan”
Contoh di atas merupakan listicle yaitu istilah yang mencantumkan angka untuk memulai judul/headline sebagai pesan penggoda agar lebih sensional.

4. Menggunakan Wacana Deixis

Frasa ini biasanya ditunjukkan dengan penggunaan kata “Ini” yang menunjukkan waktu, tempat, atau keadaan. Contoh: “Negara-Negara Ini Melarang Warganya Membeli Mobil”.

Kalau kalian menemukan judul dengan indikasi seperti teknik di atas, berhati-hatilah. Mungkin itu adalah jebakan klik.

Penggunaan clickbait sah-sah saja jika isi dan judul berita tetap selaras, tidak ada berita hoax, maupun pembahasan yang dibahas cukup berbobot. Namun, clickbait dianggap sampah informasi jika judul clickbait dan konten artikenya berhubungan dengan hal remeh temeh seperti gosip, entertainment, rumor, ataupun fiksi.

Menurut Silvermen (2015) mengungkapkan bahwa ada 3 dampak negatif yang ditimbulkan dari umpan klik.

1. Berita yang sepotong-sepotong tidak memiliki nilai edukasi sehingga pembaca tidak tercerdaskan.

2. Hoax yang akan tersebar dengan cepat. Seperti yang kita ketahui bahwa kebiasaan masyarakat yang indeks literasinya rendah adalah membaca judul saja tanpa membaca isinya. Share informasi yang keliru akan semakin meningkat dan berita bohong akan semakin merajalela.

3. Polarisasi antar masyarakat akan timbul sebagai efek jangka panjang jika media menggunakan clickbait secara berlebihan dan tidak tepat.

Sebagai insan yang literat, kita selaku pembaca tidak mudah terpercaya dengan judul yang terlalu berlebihan, tidak mudah menerima informasi sebagai kebenaran, dan tidak mudah untuk membagikannya.