Cara Menulis Judul Sesuai Standar PUEBI

 

ENSIPEDIA.ID – PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) adalah sepaket aturan yang menetapkan standar format dari tulisan kita. Jadi jika kita ingin menulis dengan baik—termasuk dalam menulis judul—maka baik juga jika kita memperhatikan beberapa standarnya, sebagai berikut:

 

A. Prinsip yang Harus Kita Ketahui

1.) Judul tidak bisa Terlalu Panjang

Judul bukanlah sebuah kalimat, judul itu berperan sebagai rangkuman dari isi tulisan kita, jadi judul semestinya dapat mewakili isi tulisan dengan narasi yang singkat.

Contoh:

A. Beredar Kabar Ibunda Atta Halilintar Tidak Setuju. Beliau Malu Melihat Konten Atta: Tuhan Gak Suka Kayak Gitu! (Keliru)

B. Orang Tua Atta dikabarkan Tak Setuju Atas Hubungannya dengan Aurel (benar)

 

2.) Jangan Gunakan Tanda Baca di Akhiran

Jika kita menuruti aturan keilmuan yang ada, maka judul tidak diperbolehkan menggunakan tanda baca pada ujungnya, seperti koma, titik, tanda tanya ataupun tanda seru. Namun dewasa ini penggunaan tanda baca pada media-media online malah menjadi hal yang lazim

Jadi jalan tengah yang bisa kita ambil ialah, jika kita menulis sebuah artikel biasa, tidak mengapa jika memang kita memilih untuk menggunakan tanda baca pada akhir judul seperti tanda tanya atau tanda seru. Namun jangan kalian aplikasikan jika kalian membuat judul dalam suatu karya tulis ilmiah.

 

3.) Narasi Harus Logis dan Jelas

Dengan fungsinya yang menjadi perwakilan isi, maka judul semestinya disampaikan secara jelas, jangan sampai klise atau tidak masuk akal. Hal ini untuk menghindari kesalahpahaman maksud dari isi tulisan yang ingin kita sampaikan.

Contoh: “Tak Penuhi Undangan, Polisi Tangkap Paksa Budi”

Nah judul di atas tidaklah jelas, undangan apa, di mana? Mestinya ditambahkan demikian: “Tak Penuhi Undangan Sidang, Polisi Tangkap Paksa Budi di Kediamannya”

Contoh 2: “Mencuri Ayam, Polisi Buru Remaja”

Nah judul di atas tidak jelas, masih kurang direct. Semestinya seperti ini: “Beberapa Remaja diburu Polisi gegara Mencuri Ayam”

 

B. Standar Kapitalisasi Kata pada Judul

Dengan peran judul yang mewakili isi tulisan kita, maka judul mesti dibuat mencolok, harus menjadi sorotan. Nah dengan itu kita mesti menuliskannya dengan huruf kapital pada setiap awal kata. Maka dari itu, simak beberapa kaidah yang harus kalian ketahui, sebagai berikut:

1.) Kapitalkan Huruf Pertama Setiap Kata

Secara umum, ketika setiap mengawali kalimat, atau setelah tanda titik, kita mesti menggunakan kapital pada huruf pertama awal kalimat. Nah jika pada judul, kita mesti mengkapitalkan semua awalan kata yang ada pada judul.

Contoh: “Panduan Bimbingan Belajar Masuk PTN”

Nah keliru jika kita kapitalkan semua hurufnya seperti ini:
“PANDUAN BIMBINGAN BELAJAR MASUK PTN”

 

2.) Tetap Kapitalkan Kata Berulang yang Identik

Jika pada judul kita dapati kata berulang yang memiliki kesamaan bunyi, maka kapitalkan huruf awal kedua unsurnya. Namun hal ini tidak berlaku jika kata berulang yang tidak identik.

Contoh:
Layang-Layang Majalengka Diminati Turis ✓
Layang-layang Majalengka Diminati Turis X

Turis Senang dengan Masyarakat Indonesia yang Ramah-tamah ✓
Turis Senang dengan Masyarakat Indonesia yang Ramah-Tamah X

 

3.) Jangan Kapitalkan Beberapa Jenis Kata

Kapitalisasi juga ternyata mempunyai pengecualian terhadap beberapa jenis kata, mari kita bahas:

– Jenis kata konjungsi, diantaranya sebagai berikut:
dan; serta; yang; seperti; pada; sehingga; karena; sejak; supaya; namun, dst.

– Jenis kata preposisi, diantaranya sebagai berikut:
di; ke; dari: pada; yaitu; untuk; atas; oleh; dengan; akan; sampai; dalam, dst.

– Jenis kata interjeksi (seruan), diantaranya sebagai berikut:
sih; dong; bukan; kan, dst.

Latest articles