Beberapa Penjelasan Mengenai Kesalahpahaman Oknum Bumi Datar

Model Bumi datar adalah sebuah konsepsi arkais dari bentuk Bumi sebagai bidang atau cakram. Banyak dari kebudayaan kuno menganut kosmografi bumi datar, yang meliputi Yunani sampai zaman klasik, peradaban Zaman Perunggu dan Zaman Besi dari Timur Dekat sampai periode Helenistik, India sampai zaman Gupta (awal abad-abad Masehi), dan Tiongkok sampai abad ke-17. Paradigma tersebut juga biasanya dipegang dalam budaya-budaya orang asli benua Amerika, dan pernyataan bahwa Bumi datar dikubahi oleh cakrawala dalam bentuk mangkuk adalah hal umum dalam masyarakat pra-saintifik. Berikut beberapa kesalahpahaman oleh oknum bumi datar :

1. “Satelit tidak Ada!”

Satelit itu ada di Bumi. Anda hanya perlu mengunduh aplikasi Satelit Tracker di Android yang sudah sangat banyak. Dan satelit biasanya muncul ketika Senja/Pagi. Satelit yang nampak adalah satelit dalam orbit Low Earth Orbiter (LEO). Sedangkan, satelit lainnya bisa anda amati menggunakan teleskop, mengarahkannya ke ekuator langit, dan disanalah bersarang ratusan satelit geostationer yang dari permukaan bumi, posisinya adalah tetap. (member yang pernah memfoto : Antok dan teman saya lainnya)

2. “Bumi Tidak mengelilingi matahari!”

Planet kita Bumi, mengelilingi matahari. Efeknya adalah perbedaan musim dan perbedaan rasi bintang yang terlihat di jam yang sama di tiap bulannya. Jika model matahari pada FE pada umumnya, seharusnya matahari terbit di Timur Laut dan Terbenam di Barat Laut, nyatanya, matahari terbit dan terbenam di arah yang tidak kurang dari 23,5° dari arah timur dan barat. Selain itu, efek perubahan fase planet adalah salah satu efek dari revolusi bumi.

3. “Bulan itu transparan dan bercahaya sendiri!”

Bulan kita tidaklah transparan. Bisa kita amati sendiri ketika sabit, maka kita akan mengamati bagian gelapnya akibat tersinari bumi. Bulan juga tidak bercahaya sendiri, karena lewat teleskop saja, bulan memiliki bayangan di kawah yang sebenarnya dapat kita hitung untuk memperkirakan ukuran bulan itu sendiri.

4. “Roket lintasannya melengkung supaya dijatuhkan kembali kebumi, ini adalah pembohongan!”

Exactly, Roket lintasannya sedikit melengkung karna bumi ini bulat, dan muatan yang dibawa roket harusnya diparkirkan di orbit. Jika kita melawan tegak lurus gravitasi, maka yg ada adalah roket akan jatuh kembali. Berbeda hal jika roket di program dengan lintasan melengkung, yang kelamaan akan menjadi lintasan bulat.

5. “NASA memprediksi gerhana dengan siklus Saros! Dan tidak dengan perhitungan bumi mengelilingi matahari, berotasi dan sebagainya! “

Dulu, Gerhana memang memakai siklus Saros. Siklus Saros ini menjelaskan dimana geometri bulan (Librasi, Sudut inklinasi dsb) akan terulang dengan identik dalam jangka waktu tertentu. Siklus saros kredibel untuk menghitung gerhana dengan kasar. Tetapi, NASA menggunakan super computer untuk menghitung waktu gerhana, lokasi gerhana, durasi gerhana dsb dengan keakuratan tinggi. Dan perhitungan gerhana telah memakai skala asli dan bumi mengelilingi matahari. Lah kok bisa? Exactly ada 3 komponen yang dijadikan patokan dalam siklus saros, Yakni Periode Anomalistik, Sideris, dan Sinodis.
Periode sinodis bulan perhitungannya adalah menggunakan revolusi bulan mengelilingi bumi dan revolusi bumi itu sendiri.

6. “Bagaimana bisa Ilmuan memprediksi besaran pengukuran tanpa menyentuhnya? Pasti bohong! “

Ilmuan menggunakan Pertanda alam dan sedikit matematika untuk mengukurnya. Suhu matahari? Gunakan hukum pergeseran wien. Yang percobaannya sudah terbukti empiris mampu mengukur suhu benda dibumi tanpa menyentuhnya. Mengukur jarak? Menggunakan trigonometri dan beberapa pengukuran dasar saja sudah cukup. Dan masih banyak metode lainnya. Tapi dijaman sekarang, semua metode itu telah nyaris tergantikan dengan teknologi dan radar gelombang elektromagnetik.
Dan masih banyak fakta lainnya!

Latest articles