Banyak Terdakwa Mendadak Pakai Atribut Keagamaan saat Persidangan, Kejagung: Ganti!

ENSIPEDIA.ID, KENDAL – Jaksa Agung S.T. Burhanuddin mengaku resah dengan para terdakwa yang tiba-tiba mengenakan busana “alim” saat di persidangan. Ia berencana ingin membuat surat edaran untuk melarang hal ini supaya tidak berlanjut lebih lama.

“[Terdakwa memakai atribut keagamaan] seolah-olah alim pada saat disidangkan, kami nanti samakan semua. Yang penting berpakaian sopan di depan persidangan,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana, Senin (16/5), dilansir dari CNN Indonesia.

Ia membeberkan alasan mengapa Kejagung melarang dan menganggap hal ini sebagai sesuatu yang patut diseriusi.

“Begini, jadi Pak Jaksa Agung itu melihat ketika mereka dihadapkan di sidang seolah-olah mereka itu orang yang paling alim. Ada pandangan bahwa ketika dia dihadirkan di sidang, jaksa penuntut umum itu kan tugasnya menghadirkan terdakwa ke sidang, jangan sampai kesan mendiskreditkan agama tertentu, suku, ras, agama, tertentu termasuk budaya itu kita hindari gitu loh,” kata Kapuspenkum Kejagung, Ketut Sumedana, saat dihubungi, Selasa (17/5/2022).

Keluhan dari Kejagung tersebut juga seharusnya menjadi tamparan dan pengingat bagi para jaksa di berbagai penjuru daerah. Karena terkadang, justru para jaksa sendiri yang mengenakan pakaian keagamaan bagi para terdakwa.

Dalam kesempatannya mengisi podcast Deddy Corbuzier, ia akan marah bila para jaksa ketahuan mengenakan pakaian yang beratribut agama, ras dan suku kepada para terdakwa.

“Makanya saya melarang teman-teman itu di daerah dulu itu, kalau sidang terdakwa pakaiannya dikasih baju koko, pakai peci. Itu saya marah, Mas,” katanya.

Burhanuddin menjelaskan tren ini dapat berakibat pada buruknya pandangan masyarakat mengenai pakaian keagamaan yang berpotensi menimbulkan stigma.

Ia juga akan menyuruh terdakwa melepas atau mengganti pakaian mereka jika benar-benar terlihat berkaitan dengan agama, ras dan suku. Dengan adanya larangan tersebut, jaksa penuntut diminta untuk tidak menghadirkan terdakwa ke persidangan jika menolak untuk mematuhi aturan.

 

 

 

 

Hilmi Harsaputra
Menyukai bidang sosial-hukum, sosial-budaya, geografi, dan astronomi.

Latest articles