Tak Hanya Manusia, Hewan Juga Punya Hak Asasi

ENSIPEDIA.ID, Kendari – Perlindungan terhadap hak asasi binatang dimulai ketika kelompok pendukung dan pemerhati binatang berkumpul di kantor pusat UNESCO di Paris, Prancis pada tahun 1978. Saat itu, terdapat perwakilan dari 46 negara dan 330 kelompok yang mendeklarasikan Universal Declaration of Animal Rights atau Deklarasi Universal Hak-Hak Hewan.

Hak ini memandang bahwa hewan sebagai makhluk hidup di bumi dan berdampingan dengan manusia juga patut untuk bebas dari penindasan dan penderitaan. Pada dasarnya, hewan juga bisa merasakan sakit, senang, takut, atau juga bisa merasa frustasi dan depresi. Dengan latar belakang tersebut, manusia dengan moralitasnya membuat hak asasi perlindungan hewan.

Pada dasarnya, hewan memiliki 5 hak asasi dasar, yaitu:

  1. Bebas dari rasa lapar dan haus;
  2. Bebas dari ketidaknyamanan, penganiayaan, dan penyalahgunaan;
  3. Bebas dari rasa sakit, cedera, dan penyakit;
  4. Bebas dari rasa takut dan tertekan; dan
  5. Bebas mengekspresikan perilaku alami.

Berikut hak asasi hewan yang harus dihormati sesuai dengan Deklarasi Universal Hak-Hak Hewan:

  1. Semua hewan memiliki hak untuk hidup dan hak untuk dihormati.
  2. Hewan tidak boleh diperlakukan secara sewenang-wenang. Jika hewan tersebut harus dibunuh, maka penghilangan nyawa terhadap hewan harus dilakukan secara seketika dan tanpa penderitaan.
  3. Semua binatang liar berhak atas kehidupan di lingkungan alaminya.
  4. Hewan yang hidup secara alami di lingkungan manusia berhak untuk hidup dan tumbuh sesuai dengan ritme dan di bawah kondisi kehidupan serta kebebasan yang khas untuk spesiesnya.
  5. Semua hewan pendamping manusia berhak untuk hidup sesuai dengan rentang hidup alaminya. Meninggalkan hewan adalah tindakan yang kejam dan merendahkan.
  6. Semua hewan pekerja berhak atas pembatasan kerja yang wajar. Mereka berhak mendapatkan makanan dan waktu istirahat yang cukup.
  7. Eksperimen hewan yang mengakibatkan penderitaan fisik dan psikologis tidak sesuai dengan hak asasi hewan.
  8. Apabila digunakan dalam industri makanan, hewan tersebut harus dipelihara, diangkut, dikandangkan, dan disembelih tanpa menimbulkan penderitaan.
  9. Hewan tidak boleh dieksploitasi dalam industri hiburan manusia.
  10. Hewan yang mati harus diperlakukan secara hormat.

Di Indonesia, hak asasi hewan sudah terakomodasi dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 kemudian direvisi menjadi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Dalam Pasal 66 mengatur soal kesejahteraan hewan. Disebutlan bahwa untuk kepentingan kesejahteraan hewan, dilakukan tindakan yang berkaitan dengan penangkapan dan penanganan; penempatan dan pengandangan; pemeliharaan dan perawatan; pengangkutan; pemotongan dan pembunuhan; serta perlakuan dan pengayoman yang wajar terhadap hewan.

Dalam pasal 66A ayat 1, dijelaskan sanksi pidana bagi orang yang menganiaya hewan. Setiap orang dilarang menganiaya dan/atau menyalahgunakan hewan yang mengakibatkan cacat dan/atau tidak produktif. Ancaman hukumannya paling singkat satu bulan dan paling lama enam bulan. Ancaman pidana juga diatur dalam pasal 302 KUHP, perbuatan mengakibatkan hewan sakit lebih dari seminggu, atau cacat atau menderita luka-luka berat lainnya, atau mati, diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan.

Latest articles