Tips Memilih dan Menyimpan Password

ENSIPEDIA.ID, Jakarta – Salah satu bahaya cyber yang muncul dari pesatnya perkembangan teknologi informasi adalah pencurian data diri. Hal ini terjadi karena banyak faktor, salah satunya yaitu akibat dari password atau kata sandi akun dibobol oleh hacker.
Kebobolan kata sandi atau pencurian data diri tersebut akibat dari kurangnya kesadaran masyarakat tentang aspek keamanan digital. Padahal, kebanyakan aktivitas yang kita lakukan dewasa ini pasti selalu bersinggungan dengan dunia digital.
Nah, pada kesempatan kali ini, saya akan memberikan sedikit saran terkait manajemen password.

Memilih Password yang Baik

Kriteria password yang baik pada dasarnya harus memenuhi dua syarat. Pertama, mudah diingat oleh pemiliknya. Kedua, sulit untuk ditebak oleh orang lain.
Nah, aspek kedua inilah yang kadang lalai kita perhatikan. Karena terlalu takut lupa kata sandi, kita kerap menggunakan password yang mudah ditebak atau diretas orang lain.
Adapun saran password yang baik.
  1. Terdiri dari minimal 8 karakter acak.
  2. Menggunakan kombinasi dari angka, huruf, simbol (jika diizinkan), dan campuran huruf kapital dan huruf kecil.
  3. Untuk mudah diingat, password bisa berbasis kata atau kalimat, tetapi dengan catatan bahwa kata tersebut sudah diacak dengan aturan yang hanya kita yang tahu rumus penyelesaiannya.
  4. Menghindari password yang menggunakan tanggal, nama (orang, tokoh fiksi, klub sepak bola, dsb), kata dalam kamus, judul buku, lirik lagu, atau kalimat yang tidak teracak.
  5. Menghindari password yang mengunakan susunan pada keyboard. Misalnya, 12345678, qwerty, abcdefghi, asdfghj.
  6. Menghindari password yang menggunakan unsur pengulangan. Misalnya 123123, abcabc, FadliFadli, ayoayo, 242424, 123fgh123fgh.

Memelihara Password

Salah satu aspek penting dari manajemen password adalah cara kita untuk menyimpannya. Ada banyak orang yang telah menggunakan password yang baik.
Namun, tetap diretas juga karena passwordnya tersimpan di tempat yang gampang diketahui oleh orang lain. Ada pula yang diretas akibat memberikan kode OTP dari akun tersebut. Berikut kiat-kiat untuk menyimpan dan memelihara password.
  1. Tempat Menyimpan
    Usahakan untuk mengingat password di dalam kepala. Jika Anda orang yang mudah lupa, gunakanlah media tulis seperti buku catatan yang dijaga baik-baik untuk menyimpan password.
  2. Jangan menyimpan password di tempat yang mudah diakses oleh orang lain, seperti note ponsel, personal assistent digital, dokumen komputer, atau buku catatan biasa.
  3. Hindari Fitur Save Password
    Setiap browser sepertinya sudah mempunyai fitur “Ingat Kata Sandi” di sistemnya. Sebaiknya kita menghindari opsi tersebut karena fitur tersebut sangat tidak aman. Hal ini untuk mencegah jika posel kita dicuri, hilang, atau menggunakan komputer bersama orang banyak.Jangan lupa log out dari akun jika sudah log in di perangkat orang lain atau perangkat yang digunakan bersama orang banyak.
  4. Ubah Password Secara Berkala
    Password yang sering diganti bisa memperkecil usaha keberhasilan pembobol untuk mencuri akun. Durasi waktu pengubahan bisa sebulan sekali, tiga bulan sekali, atau sesuai opsi pengguna.
  5. Jangan Menggunakan Satu Password untuk Berbagai Akun
    Karena tidak ingin mengingat banyak password, sebagian orang malah menggunakan satu kata sandi untuk semua akun sosial media yang dipunya. Hal ini sangat tidak aman jika salah satu akun kita dibobol maka password akun lain pun akan ikut ketahuan.
  6. Jangan Berikan Akses OTP (On-Time Password) ke Orang Lain
    OTP adalah pin yang diberikan oleh penyedia aplikasi untuk melakukan verifikasi kata sandi. Kode OTP biasanya diberikan apabila kita ingin mendaftar ataupun ketika ingin mengubah kata sandi.

    Ada banyak sekali modus dalam pembobolan akun salah satunya dengan meminta kode OTP yang dikirimkan oleh penyedia aplikasi. Ada banyak metode yang dilakukan oleh pembobol untuk mencuri data diri dan password kita.

    Apalagi dengan metode brute-force attack atau metode mencari kemungkinan kombinasi, mereka menggunakan mesin untuk melakukannya yang artinya tidak membutuhkan banyak waktu.

Latest articles