Home Perspektif Revenge Porn: Balas Dendam dengan Menyebarkan Foto atau Video Vulgar Seseorang

Revenge Porn: Balas Dendam dengan Menyebarkan Foto atau Video Vulgar Seseorang

186

ENSIPEDIA.ID, Jakarta – Saya sekali lagi berhadapan dengan seseorang yang sedang merayu hamba Tuhan. Perempuan, dengan segala manifestasinya, perwujudan dari segala bentuk rasa percaya, cinta kasih dan sebagainya, bisa menjadi apapun bahkan siapapun agar tetap menjadi prioritas dan satu-satunya untuk objek yang ia percaya tersebut. Revenge porn sendiri adalah suatu keadaan dimana seseorang menyebarluaskan foto bahkan video vulgar kekasih atau mantan kekasihnya. Entah dengan alasan sakit hati, cemburu, atau sekedar memuaskan ego karena tidak rela ditinggalkan.

Masyarakat, bahkan beberapa oknum yang seharusnya menjadi tempat untuk berlindung—sesuatu yang diharapkan bisa membantu, malah berbalik menyudutkan dan menyalahkan korban.

Semuanya bermula dari “Aku sayang banget sama kamu, aku janji ga bakal ninggalin kamu.”

Yang kemudian si perempuan tergoda, dan terjebak pada keadaan yang ia ciptakan sendiri. Awal kesalahannya ada pada si perempuan, melakukan apapun dan menjadi apapun; mengirim foto bug*l pada sang kekasih, melakukan ehem² diluar pernikahan, bahkan merekam adegan ehem²nya.

Entah karena terlalu cinta atau terlalu bodoh, ia sama sekali tidak sadar bahwa itu akan memicu pada situasi yang tidak pernah ia duga. Terlalu lama dan terlalu lelah dalam ‘Toxic Relationship’, akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan si Pria.

Sia-sia.

“Tinggalin aja aku gapapa, tapi liat aja foto bug*l mu bakal kesebar.”

“Berani macem-macem, gua sebarin video esek-esek kita!”

“Gua sebarin dulu video lu, biar ga sia-sia gua masuk penjara.”

Ancaman dari si pria kemudian membuatnya semakin frustasi, patah hati, dan tentu saja menyesal.

Apa yang harus ia lakukan sekarang?

Dimana ia harus meminta pertolongan?

Seperti yang saya ucapkan diatas, masyarakat bahkan oknum tempatnya mengadu malah berbalik menyudutkannya, dimata apapun; orang tua, sahabat, masyarakat, oknum-oknum pembela perempuan. Ia tetaplah bersalah. Terlalu bersalah karena terlalu bodoh sampai-sampai memperlihatkan hal yang tidak pantas ia perlihatkan, kecuali pada suaminya.

“Gini ya, selama cowo belum bertanggung jawab penuh atas cewe dengan kata lain nikah, ga seharusnya cewe percaya sampe segitunya, karena kita gatau gimana sifat orang itu, gatau gimana kelakuan orang itu sampe hidup di satu atap yang sama.”

Tapi tenang, saat kamu terjebak di situasi ‘Revenge Porn’, kamu bisa melakukan beberapa hal berikut:

1. Pulang

Keluarga adalah salah satu tempat berpulang yang paling cocok bagi perempuan dalam artian ia belum memiliki suami. Berceritalah pada ibumu, atau sahabatmu tentang masalah yang tengah kamu hadapi. Ceritakan semuanya! Jangan malu! Kamu akan lebih malu jika foto atau video Vulgarmu tersebar!

2. Pulang

Kamu masih punya Tuhan yang tidak pernah meninggalkanmu. Pulanglah pada Tuhan—bukan meninggal, menghadaplah pada Tuhanmu, memohonlah, rayu lah Tuhan dan bertaubatlah. Barangkali Tuhan mau berbaik hati hingga membuat si pria berubah pikiran. Karena dari arah manapun kamu memandang; depan, belakang, samping, bawah, dan yang kamu dapati hanya kebencian, maka lihat ke atas, Tuhan tidak pernah membencimu. Ia bersamamu.

3. Pergi

Jika kamu lelah pulang, maka pergilah. Melapor pada pihak yang berwajib, sekalipun yang kamu dapati hanya cacian dan pisau yang menusumu, kuatlah! Terima sedikit konsekuensi dari perbuatanmu, sebelum konsekuensi yang lebih menyajikan menemui mu.

Ada pasal terkait hal ini.

Minta bantuan pada Komnas Perempuan, dengan sangat sabar dia akan membimbingmu, membantumu dan menemukan solusi.

Dan jika ketiga saran diatas tidak membuatmu lebih tenang atau tidak menemukan jalan keluar, jangan pernah memilih mati. Bunuh diri bukan solusi. Bersabarlah, semua ada masanya. Nikmati konsekuensi dari perbuatanmu.

“Orang yang kamu percaya, belum tentu orang yang bisa kamu percaya.”

Sebagai penutup, jangan pernah lakukan hal aneh-aneh terhadap pasanganmu yang belum ada ikatan yang sah. Bisa jadi, ia akan menjadi musuhmu di masa depan. “Karma said: Life is mirror, but karma said: Be kind!”

See ya!