Menitipkan Orang Tua di Panti Jompo, Apakah Tanda Anak yang Tidak Berbakti?

ENSIPEDIA.ID, Kendari – Panti Jompo merupakan suatu tempat penitipan, perlindungan, ataupun perawatan orang-orang yang berada dalam kategori lanjut usia. Biasanya, panti jompo dikelola oleh dinas sosial pemerintah ataupun dalam bentuk yayasan. Menurut Departemen Sosial, Panti Jompo merupakan sebuah tempat yang dapat memberikan pelayanan sosial kepada orang yang telah lanjut usia. Pelayanan sosial yang diberikan berupa tempat penampungan, jaminan hidup, makanan, pakaian, bimbingan, pemeliharaan kesehatan, hingga sarana rekreasi dan kesehatan mental.

Jika membaca definisi di atas, panti jompo sepertinya merupakan tempat yang aman bagi para lansia. Namun demikian, panti sosial masih konotasikan negatif oleh masyarakat. Baru-baru ini terdapat kejadian viral di media sosial tentang tiga orang anak yang menitipkan ibunya yang bernama Bu Truimah di sebuah panti sosial.

Menurut klarifikasi dari salah satu anaknya setelah kisah tersebut viral, bahwa mereka tidak membuang orang tua, melainkan hanya menitipkannya di salah satu panti.

“Akhirnya saya terpaksa mengantar Ibu Timah ke panti itu. Tapi di dalam hati kecil saya nggak ada anak-anaknya yang membuang di sana. Kita hanya menitip,” kata salah satu anak Bu Timah dilansir dari merdeka.com.

Keinginan Seorang Lansia untuk Tinggal di Panti

Seseorang lansia yang tinggal di panti, tidak semua karena ditelantarkan oleh anak atau keluarga. Ada pula yang menyerahkan dan mengikhlaskan diri untuk dititipkan di panti.

Menurut peneliti dan akademisi Unair, Ns. Setho Hadisuyatmana, ada banyak faktor yang membuat seseorang ditempatkan dipanti asuhan. Menurutnya, terkadang ada orang tua yang menginginkan untuk ditempatkan secara sukarela di panti asuhan karena tidak ingin merepotkan anak-anaknya ataupun karena di rumah tidak ada orang yang merawatnya.

“ … Karena memang keinginan sendiri. Karena mereka memang tinggal sendirian. ‘Dari pada saya terkatung-katung di rumah nggak jelas, kalau saya meninggal nggak ketemu sama orang’. Itu bisa dia minta bantuan kepada RT/RW setempat untuk diteruskan kepada Dinas Sosial sehingga mereka dialokasikan ke panti,” ucap Setho kepada Tim Narasi.

Mendengarkan kisah para lansia di panti jompo, rupanya mereka ada yang tidak ingin terus berada di panti, ada pula yang ikhlas ditempatkan di panti. Seorang penghuni Rusun Lansia Cibubur bernama Sumarilah mengaku ikhlas dititipkan di panti karena anak dan menantunya sibuk untuk bekerja. Sedangkan Yanti, penghuni Panti Sosial Tresna Werda, menyatakan bahwa sangat sedih dengan keputusan anaknya, dia mengaku tidak ingin mati di tempat tersebut. Ia telah membesarkan dan menyekolahkan anaknya tetapi ia malah diperlakukan seperti tersebut.

Keuntungan Lansia Jika Tiggal di Panti

Dibalik konotasi negatif masyarakat tentang panti jompo, rupanya ada kelebihan yang didapatkan lansia ketika tinggal di panti (Hurlock, 1996):

  1. Mendapatkan perawatan dan pemeliharaan.
  2. Makanan yang mudah didapatkan dan memadai.
  3. Terdapat perabotan yang bisa digunakan untuk rekreasi dan hiburan.
  4. Memiliki teman yang kemungkinan mempunyai minat yang sama.
  5. Memiliki teman yang memiliki usia yang sama.
  6. Bisa menghilangkan kesepian.
  7. Bisa memiliki kesempatan untuk berprestasi dan menambah keterampilan.

Salah satu pertimbangan seorang anak menempatkan orang tuanya di sebuah panti jompo karena di sana terdapat tenaga perawat yang dapat memberikan perawatan dan perhatian lebih. Jika kesibukan sang anak terlalu padat, terdapat kemungkinan sang orang tua tertelantarkan di rumah sendiri.

“Beberapa penelitian saya itu, banyak juga temuan yang akhirnya lansia itu tinggal di rumah dan terjadi malnutrisi, tidak terurus, jatuhnya ke elder abuse atau kekerasan terhadap lansia,” ungkap Setho.

Apakah Tanda Anak Tidak Berbakti?

Sangat sulit untuk menjawab pertanyaan tersebut. Pasalnya, berbakti atau tidak berbaktinya seorang anak adalah hal yang sulit untuk diukur. Orang yang tahu bisa menghakimi berbakti atau tidaknya seorang anak tergantu pada orang tuanya masing-masing. Apakah mereka ikhlas dititipkan ataukah merasa diri dibuang oleh anak-anaknya. Paham yang lebih konservatif mungkin saja menganggap penitipan orang tua di panti asuhan adalah tindakan yang durhaka. Namun melihat situasi seperti di luar negeri, penitipan lansia di panti jompo adalah hal yang lumrah karena para mereka paham atas ketidaksanggupan serta ketidaksempatan keluarga untuk merawat lansia.

***

Sebagai penutup, saya ingin menuliskan dua kutipan yang bisa diinterpretasikan masing-masing oleh pembaca terkait di sisi mana saya berpijak.

“Tidak akan cukup alasan bagi seseorang anak mengizinkan orang tuanya masuh rumah jompo.” Ifa Avianty (Penulis Indonesia)

Bersikap baiklah pada anak-anakmu. Setelah semuanya, mereka akan memilih panti jompo untuk Anda.” Steven Wright (Penulis dan produser film asal Amerika)

Latest articles