Belum Pernah Pacaran Bukan Berarti Belum Dewasa dan Tidak Paham Perihal Percinta

ENSIPEDIA.ID, Jakarta – Pacaran adalah status pengikat bagi dua insan yang sedang menjalin hubungan untuk saling mengenal lebih dekat. Lalu, apa tujuan berpacaran? Ya, sudah pasti menikah.
Pacaran, kata yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Bahkan, anak berseragam putih dan merah saja sudah ada yang menjalin hubungan tersebut. Adudu, apa yang kau pikirkan, Dek? Ayo … hapalkan pancasila dululah!
Saya pribadi tidak mempermasalahkan perihal berpacaran, walau sering kali saya mendengar pacaran itu tak jauh-jauh dari kata perz*n**an. Kalau mau pacaran, silakan! Pacaran hanyalah nama, yang melakukan hal yang tidak-tidak itu manusia, jadi yang salah manusianya.
Selagi kamu bisa mengontrol, okelah. Ya, walau banyak juga orang yang mengatakan kalau tidak macam-macam itu bukan pacaran namanya. Entah, saya yakin tak semua orang seperti itu.
Saya akan lebih membahas tentang pacaran dan masa depan. Ketika kamu sudah berpacaran di usia muda, sudah pasti kamu akan berhubungan dengan yang namanya mantan dan masa lalu.
Setelah putus, musuhan, kalau tidak musuhan paling seperti orang tidak pernah saling kenal, inilah siklus orang pacaran.
Berapa lama, sih, orang berpacaran? Oke, kita anggap lima bulan. Lima bulan masa kebahagian. Tidak ada angin, tidak ada hujan, tiba-tiba kata putus keluar. Ambyar, move on berapa lama? 3 bulan? 1 tahun? 5 tahun? 10 tahun? Seumur hidup?
Ya, itulah yang perlu kamu khawatirkan. Ketika kamu masih berstatus pelajar yang seharusnya kamu pikirkan adalah pelajaran, bukan cinta-cintaan.
Pagi-pagi sudah hilang semangat saja, melamun terus karena memikirkan mantan dan cara move on. Remaja dan dewasa baru adalah tahap rasa penasaran dan rasa ingin coba-coba menghantui diri.
Nah, di sinilah yang seharusnya kamu lakukan adalah mengontrol dan menahan diri agar tak melakukan sesuatu yang belum waktunya, salah satunya berpacaran.
Seperti sebelumnya, saya sudah membahas kalau pacaran itu tujuannya adalah menikah. Kalau tidak menikah, mau apa? Mau main-main saja? Mau coba-coba? Mau cari pengalaman yang menyakitkan? Terserah!

Satu hal yang perlu kamu ingat, tidak berpacaran bukan berarti masih bocil–belum dewasa

Dewasa itu dilihat dari pola pikir, bukan tingkah. Ketika usiamu masih belia, tetapi kamu sudah bisa melakukan hal-hal yang layaknya dilakukan orang dewasa, semisal berciuman itu bukan berarti kamu bisa dikategorikan orang yang sudah dewasa.
Dewasa itu pemikiran matang yang memikirkan konsekuensi sebelum bertindak dan bisa menahan diri untuk tidak melakukan hal yang belum waktunya.
Ketika rasa obsesimu terhadap seseorang melandamu, tahanlah! Kamu tak perlu risau, jika dia jodohmu, Tuhan tak akan memberikannya kepada orang lain. Kamu tak perlu bersusah payah untuk menaklukkannya dan berlari mengejarnya, yang perlu kamu lakukan adalah menunggu momen yang tepat dan memantaskan diri.
Masih muda fokuslah untuk memapankan diri dulu. Mapan, bukan kaya raya, ya. Setidaknya finansialmu sudah bisa memenuhi kebutuhanmu sendiri dan bertanggung jawab atas tambahan-tambahan untuk ke depannya, barulah kamu berpacaran jika ingin. Mental juga jangan lupa dipersiap.
Nah, kalau semisal sudah dapat calonnya, adakan temu agar adanya kejelasan. Kemudian, ukirlah komitmen pada level yang lebih tinggi, kendalikan pula emosi agar hubungan awet, dan menikah.
Oke, jangan sampai kebahagian yang kamu rasakan sekarang adalah hal yang merumitkanmu untuk ke depannya karena kamu melakukan suatu hal pada waktu yang tidak tepat.

Latest articles