Apa Hal Terpenting yang Hilang dari Bangsa ini?

ENSIPEDIA.ID – Indonesia pada tahun 2020 kemarin statusnya telah diganti dari “Negara berkembang” menjadi “Negara maju”. WTO sebagai Organisasi Perdagangan Dunia menganggap bahwa Indonesia sudah memiliki kondisi ekonomi yang cukup baik, dan dirasa sudah layak menjadi negara maju. Tapi apakah dengan menjadi negara maju Indonesia semakin membaik di segala faktor? Nyatanya masih banyaknya angka pengangguran, pendidikan tidak merata, penanganan COVID-19 yang tidak terkendali, bahkan yang paling miris adalah banyaknya pelanggaran hukum dari rakyat kecil hingga para pejabat tinggi negara. Apa sebenarnya yang membuat kondisi Indonesia menjadi seperti ini? Hal ini dikarenakan ada yang hilang dari jiwa bangsa ini.

Indonesia menjadi seperti ini karena kehilangan satu hal penting dari jiwa-jiwa bangsa ini. Yaitu, hilangnya “Kedisipilinan masyarakat pada aturan”. Bagaimana bisa karena hanya tidak taat aturan semua masalah di Indonesia bisa terjadi?

Kita beri contoh yang nyata saat ini saja. Kasus COVID-19 yang melonjak bisa terjadi karena masih banyaknya orang yang melanggar aturan “PPKM” yang dimana untuk keluar rumah hanya diperbolehkan apabila sangat diperlukan. Namun masih banyak saja yang masih memaksakan diri untuk keluar dengan berbagai alasan. Ada yang perlu mencari nafkah, ada yang main bareng teman, ada juga yang dari awal memang tidak percaya adanya COVID-19 sehingga merasa dirinya tak perlu menaati aturan “PPKM”.

Tidak hanya kasus COVID-19, kasus korupsi yang tinggi sangat merugikan masyarakat. Korupsi yang tinggi membuat rakyat kecil kesusahan mendapatkan bantuan sosial sehingga rakyat terpaksa mencari nafkah dengan tangannya sendiri, lalu bantuan untuk pendidikan menjadi terhambat, dan masih banyak kerugian lainnya.

Kunci kesejahteraan tentunya berada di pejabat tinggi negara. Tapi, bagaimana jika masyarakat juga masih banyak korupsi kecil-kecilan? Seperti menembak SIM, membeli bangku sekolah, menebus tilangan, dll. Pejabat dan Rakyat sudah tak ada lagi perbedaannya. Semuanya sudah terbiasa melanggar aturan. “Tapi kan menembak SIM tidak ada yang dirugikan, min? Tidak seperti korupsi yang merugikan rakyat”.

Masyarakat yang terbiasa melanggar aturan, akan selalu berada di zona nyaman. Ketika ditilang, ia membayar Rp.100.000 dan tidak perlu mengikuti sidang. Betapa nyamannya bukan? Apabila masyarakat tersebut masuk di pemerintahan, sedikit demi sedikit ia akan melanggar aturan apabila terus berada di zona nyaman tadi. Lebih baik dari awal tidak perlu melanggar aturan supaya tidak merasakan enaknya melanggar aturan.

Apalagi anak-anak yang sejak kecil dimanja dengan dibelinya bangku sekolah tanpa tes, SIM pun nembak tanpa tes, dll. Membuat si anak semakin terbiasa dengan melanggar aturan tanpa disadari sang orang tua pun mengajari betapa enaknya melanggar aturan. Dan bagaimana jika anak yang sudah diajari melanggar aturan sejak kecil ini nantinya menjadi pejabat?

Andai saja, jika masyarakat tak melanggar aturan, begitu pula pejabat negara. Betapa mudahnya negara ini maju nantinya. Oleh karena itu, kalian yang masih muda jangan dibiasakan melanggar aturan. Dan kalian yang sudah menjadi orang tua, jangan manjakan anak kalian dengan pelanggaran aturan yang ada di masyarakat.

Menurut kalian, hal apa yang terpenting namun hilang dari bangsa ini?

Latest articles