Kota Depok bersiap mengambil langkah maju dalam modernisasi transportasi publik dengan memperkenalkan angkutan perkotaan (angkot) berbasis kendaraan listrik. Inisiatif ambisius ini akan menggantikan armada konvensional dengan unit mobil listrik canggih, yakni Wuling Mitra EV, menandai komitmen pemerintah kota terhadap lingkungan yang lebih bersih dan layanan yang lebih inklusif bagi warganya.
Dinas Perhubungan Kota Depok kini tengah mengintensifkan persiapan untuk transisi penting ini. Armada Wuling Mitra EV yang akan digunakan sebagai angkot sedang menjalani proses karoseri, memastikan kendaraan siap memenuhi standar operasional dan kenyamanan yang diharapkan. Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Aan Syurahman, menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan serangkaian pengecekan terhadap Wuling Mitra EV yang memiliki kapasitas cukup besar. Ia menyatakan harapan bahwa kendaraan baru ini akan mampu memberikan pengalaman berkendara yang lebih nyaman bagi masyarakat dan secara spesifik akan menggantikan layanan pada rute D10A yang sudah ada.
Pengenalan angkot listrik ini sejalan dengan visi "Go Green" Kota Depok, yang bertujuan menciptakan sistem transportasi yang bebas polusi dan ramah lingkungan. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi jejak karbon perkotaan secara signifikan, sekaligus meningkatkan kualitas udara bagi seluruh penduduk. Lebih dari sekadar aspek ekologis, armada baru ini juga dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan seluruh lapisan masyarakat.
Melalui informasi yang dibagikan di akun Instagram resminya, Dinas Perhubungan Kota Depok menggarisbawahi bahwa angkot listrik ini tidak hanya unggul dalam hal keramahan lingkungan, tetapi juga didesain agar lebih inklusif dan mudah diakses. Kendaraan ini akan dilengkapi dengan fasilitas khusus bagi penyandang disabilitas serta kursi prioritas untuk ibu hamil, memastikan bahwa transportasi publik dapat dinikmati oleh semua. Aspek menarik lainnya adalah proyeksi tarif operasional yang diperkirakan akan lebih terjangkau, sebuah keuntungan signifikan yang dapat meringankan beban biaya transportasi harian masyarakat.
Wuling Mitra EV sendiri merupakan salah satu pemain kunci di segmen kendaraan komersial bertenaga listrik. Model minibus dari kendaraan ini ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 348 juta, menjadikannya pilihan yang kompetitif untuk investasi transportasi massal. Dari segi dimensi, Wuling Mitra EV menawarkan ruang yang lapang dengan panjang 5.010 mm, lebar 1.800 mm, dan tinggi 1.975 mm, serta jarak sumbu roda (wheelbase) 3.050 mm. Ukuran ini memastikan kapasitas penumpang yang memadai dan kenyamanan selama perjalanan di perkotaan.
Untuk urusan performa, Wuling Mitra EV ditenagai oleh baterai jenis Lithium Iron Phosphate (LFP) yang dikenal akan ketahanan dan efisiensinya. Tersedia dua pilihan kapasitas baterai: 41,9 kWh untuk model Minibus Long Range dan 56,2 kWh untuk model Minibus Premium Range. Perbedaan kapasitas ini tentu berdampak pada daya jelajah kendaraan. Dengan baterai 41,9 kWh, angkot listrik ini mampu menempuh jarak hingga 300 km dalam kondisi penuh, sementara varian 56,2 kWh menawarkan jangkauan lebih jauh hingga 400 km. Jarak tempuh yang substansial ini sangat ideal untuk operasional angkot yang seringkali menempuh rute panjang dalam sehari, mengurangi kebutuhan pengisian daya yang terlalu sering.
Kecepatan pengisian daya juga menjadi salah satu keunggulan Wuling Mitra EV. Kendaraan ini mendukung pengisian cepat menggunakan standar charger CCS2, memungkinkan pengisian daya dari 30 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu sekitar 30 menit. Fitur pengisian cepat ini krusial untuk menjaga efisiensi operasional angkot, meminimalkan waktu tunggu di stasiun pengisian dan memaksimalkan waktu layanan di jalan.
Motor listrik yang menggerakkan roda belakang Wuling Mitra EV menghasilkan tenaga sebesar 75 kW dengan torsi puncak mencapai 180 Nm. Performa ini memastikan akselerasi yang responsif dan kemampuan menanjak yang handal, sangat penting untuk kondisi lalu lintas perkotaan yang dinamis. Pengemudi juga memiliki fleksibilitas untuk memilih mode berkendara yang sesuai, antara lain Eco untuk efisiensi maksimal, Normal untuk keseimbangan, dan Sport untuk performa yang lebih agresif. Kecepatan tertinggi angkot listrik ini mencapai 115 km/jam, lebih dari cukup untuk kebutuhan transportasi dalam kota.
Transisi ke angkot listrik di Depok bukan hanya sekadar perubahan jenis kendaraan, melainkan sebuah manifestasi dari visi kota modern yang peduli terhadap lingkungan dan kesejahteraan warganya. Dengan mengintegrasikan teknologi kendaraan listrik ke dalam sistem transportasi publik, Depok tidak hanya berinvestasi pada solusi yang lebih bersih dan efisien, tetapi juga membangun masa depan mobilitas yang lebih mudah diakses dan berkelanjutan bagi semua. Inisiatif ini diharapkan menjadi model inspiratif bagi kota-kota lain di Indonesia dalam upaya mereka menuju pengembangan transportasi publik yang lebih hijau dan inklusif.
This article was rewritten using AI technology based on information from oto.detik.com without altering the facts of the original article.






