Media olahraga terkemuka Korea Selatan, Sports Chosun, baru-baru ini menyoroti secara khusus dukungan tak tergoyahkan yang ditunjukkan oleh klub Liga 1 Indonesia, Persija Jakarta, kepada pelatih mereka, Shin Tae-yong. Perhatian internasional ini muncul di tengah pusaran kontroversi dan keputusan sanksi yang dijatuhkan oleh Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) kepada juru taktik berpengalaman asal Negeri Ginseng tersebut.
Awalnya, publik sepak bola dikejutkan oleh kabar beredar mengenai Shin Tae-yong, yang pernah membesut Tim Nasional Indonesia, menghadapi kemungkinan sanksi berat akibat serangkaian insiden yang diduga terjadi saat ia memimpin klub Ulsan HD. Desas-desus yang menyebar luas bahkan menyebutkan larangan beraktivitas di kancah sepak bola Korea Selatan selama satu dekade penuh. Namun, Sports Chosun mengonfirmasi bahwa Persija Jakarta telah mengambil langkah proaktif dengan menghubungi langsung KFA untuk mendapatkan klarifikasi dan informasi yang valid. Hasil konfirmasi tersebut mengungkapkan bahwa sanksi yang sebenarnya dijatuhkan kepada Shin Tae-yong adalah larangan terlibat dalam kegiatan sepak bola di Korea Selatan selama satu tahun, sebuah periode yang jauh berbeda dari kabar awal yang menyesatkan.
Dalam laporannya, Sports Chosun menguraikan bahwa Persija Jakarta secara resmi telah mengeluarkan pernyataan pada Minggu, 26 Juli 2026, guna menjelaskan posisi dan pandangan mereka terkait polemik yang melibatkan Shin. Media tersebut menekankan bagaimana pelatih yang akrab disapa STY itu terseret dalam pusaran kontroversi akibat dugaan penyerangan terhadap beberapa pemain ketika ia menjabat sebagai pelatih kepala di Ulsan HD, sebuah tuduhan serius yang mengguncang citranya. Sikap Persija yang tetap teguh memberikan dukungan menunjukkan kepercayaan dan komitmen kuat klub terhadap pelatih mereka, meski badai masalah pribadi menerpa.
Lebih lanjut, Sports Chosun juga mengemukakan pandangannya bahwa hukuman larangan beraktivitas selama satu tahun ini diperkirakan tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap posisi Shin Tae-yong sebagai arsitek tim Persija. Mengingat STY telah terikat kontrak berdurasi tiga musim dengan klub kebanggaan ibu kota tersebut, media Korea Selatan itu menilai bahwa larangan terlibat dalam kompetisi domestik Korea Selatan selama setahun bukanlah sebuah "hukuman berat" yang berpotensi menggoyahkan jabatannya di Macan Kemayoran. Mereka menyimpulkan bahwa Shin kemungkinan besar hanya tidak akan dapat berkecimpung dalam kegiatan sepak bola di tanah kelahirannya selama periode sanksi tersebut, namun tetap bebas menjalankan tugas kepelatihannya di Indonesia tanpa hambatan.
Laporan Sports Chosun juga merinci latar belakang mendalam di balik keputusan sanksi ini. Hukuman tersebut merupakan hasil dari penyelidikan komprehensif yang dilakukan oleh Komite Disiplin KFA terkait berbagai tuduhan pelanggaran selama Shin Tae-yong memimpin Ulsan HD, sebuah periode singkat yang berlangsung selama 65 hari. Sepanjang proses investigasi, STY diduga kuat melakukan penyerangan, pelecehan verbal, serta penyalahgunaan wewenang. Salah satu insiden yang mencuat adalah penemuan stik golf di dalam bus tim saat Ulsan HD sedang melakoni laga tandang, sebuah detail yang menambah bobot tuduhan. Puncak dari serangkaian dugaan ini adalah klaim eksplisit dari bek Ulsan pada masa itu, Jeons Seung-hyun, yang secara spesifik menuduh Shin Tae-yong telah melakukan penyerangan fisik terhadap dirinya.
Meskipun demikian, Shin Tae-yong sendiri sebelumnya telah menepis keras seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Ia bahkan secara terbuka menyatakan memiliki bukti rekaman video yang dapat membantah klaim-klaim tersebut, menunjukkan kesiapannya untuk membela diri dan membersihkan namanya dari tuduhan serius ini.
Sports Chosun turut menyoroti durasi yang cukup panjang dalam proses penyelidikan yang dilakukan oleh KFA sebelum akhirnya keputusan sanksi ini ditetapkan. Penyelidikan atas kontroversi yang melibatkan Shin Tae-yong dan para pemainnya di Ulsan HD telah dimulai sejak Desember tahun lalu. Ini berarti KFA memerlukan waktu sekitar tujuh bulan untuk menyelesaikan seluruh investigasi dan mencapai putusan final. Durasi yang relatif lama ini mengindikasikan kompleksitas, sensitivitas, dan ketelitian yang diterapkan oleh otoritas sepak bola Korea Selatan dalam penanganan kasus tersebut.
Dengan demikian, meskipun Shin Tae-yong kini secara resmi dijatuhi sanksi oleh KFA, loyalitas dan dukungan penuh dari Persija Jakarta tampaknya tak tergoyahkan. Sikap proaktif klub dalam mengonfirmasi kebenaran sanksi serta keyakinan mereka terhadap pelatihnya menjadi poin penting yang diamati oleh media internasional, khususnya Sports Chosun. Media tersebut melihat bahwa karier STY di Indonesia akan tetap berjalan sesuai rencana, terlepas dari larangan yang berlaku di negaranya sendiri, menegaskan bahwa komitmen Persija kepada sang pelatih tetap menjadi prioritas utama.






