Inter Miami mengalami malam yang pahit di Nu Stadium, Minggu (3/5/2026) pagi WIB. Dalam sebuah pertandingan Major League Soccer (MLS) yang penuh gejolak, tim berjuluk The Herons tersebut gagal mempertahankan keunggulan tiga gol yang telah mereka bangun, akhirnya menyerah kalah 3-4 di tangan rival sekota, Orlando City. Hasil mengejutkan ini sekaligus memperpanjang rekor tanpa kemenangan Lionel Messi dkk di markas baru mereka.
Sejatinya, Inter Miami memulai laga dengan performa yang meyakinkan, menunjukkan dominasi penuh di hadapan para pendukungnya. Momen keunggulan datang dengan cepat, tepatnya pada menit keempat. Sebuah skema serangan rapi dari sisi lapangan berhasil dituntaskan dengan sempurna. Telasco Segovia melepaskan umpan silang akurat yang kemudian disambut dengan sundulan presisi oleh Ian Fray. Bola melesat deras melewati penjaga gawang Orlando, Maxime Crepeau, dan merobek jala gawang, membawa Miami unggul 1-0.
Keunggulan tim tuan rumah bertambah pada menit ke-25, hasil dari kombinasi apik yang memanjakan mata. Duet maut Lionel Messi dan Luis Suarez kembali menunjukkan magisnya. Messi dengan kejeniusannya melihat pergerakan Suarez, yang kemudian melepaskan umpan silang jitu ke arah Telasco Segovia. Tanpa pengawalan ketat, Segovia dengan mudah melakukan tap-in ke gawang Orlando, memperlebar selisih menjadi 2-0 dan membuat publik Nu Stadium bersorak gembira.
Tidak butuh waktu lama bagi kapten tim, Lionel Messi, untuk turut mencatatkan namanya di papan skor. Pada menit ke-33, setelah menerima umpan terukur dari Luis Suarez di tepi area penalti, La Pulga melepaskan tembakan mendatar yang melesat deras menuju pojok kiri bawah gawang Orlando. Maxime Crepeau, kiper Orlando, hanya bisa terpaku melihat bola bersarang di gawangnya, menambah keunggulan Miami menjadi 3-0. Tampaknya, kemenangan sudah di depan mata bagi pasukan Gerardo Martino.
Namun, di tengah euforia tuan rumah, Orlando City menolak untuk menyerah begitu saja. Mereka mulai menunjukkan tanda-tanda perlawanan di menit ke-39. Martin Ojeda menjadi pahlawan pertama bagi tim tamu, menipiskan jarak melalui tembakan jarak jauh yang tak terduga. Bola meluncur deras ke sudut kiri gawang Inter Miami yang dijaga Dayne St. Clair, mengubah skor menjadi 3-1. Gol ini seolah menjadi pengingat bahwa pertandingan belum berakhir, dan memberikan secercah harapan bagi Orlando sebelum jeda babak pertama.
Paruh kedua pertandingan menghadirkan skenario yang sama sekali berbeda. Orlando City tampil dengan semangat membara dan tekad bulat untuk membalikkan keadaan. Mereka secara perlahan namun pasti mulai mendominasi jalannya laga, menekan pertahanan Inter Miami yang mulai terlihat goyah. Hasilnya, gol kedua Orlando tercipta pada menit ke-68. Adrian Marin menjadi kreator dengan umpan akuratnya, yang kemudian diselesaikan dengan sempurna oleh Martin Ojeda. Tembakan mendatar Ojeda meluncur ke sudut kanan gawang, sempat mengenai tiang sebelum akhirnya bersarang di jala Miami. Skor berubah menjadi 3-2, dan ketegangan mulai menyelimuti Nu Stadium.
Klimaks kebangkitan Orlando tiba pada menit ke-78. Wasit menunjuk titik putih setelah insiden di kotak terlarang, di mana Iago Teodoro dijatuhkan oleh Maximiliano Falcon. Martin Ojeda, yang sudah mencetak dua gol sebelumnya, maju sebagai eksekutor. Dengan tenang dan penuh percaya diri, Ojeda menjalankan tugasnya, melepaskan tendangan penalti yang tak mampu dihalau St. Clair. Gol ini melengkapi hat-trick pribadinya dan sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 3-3, membuat para pendukung Inter Miami terdiam dalam keheningan.
Pukulan telak bagi Inter Miami datang di masa injury time babak kedua. Ketika semua orang mengira pertandingan akan berakhir imbang, Orlando City melancarkan serangan balik cepat yang mematikan. Tyrese Spicer menjadi sosok yang mengubur harapan Inter Miami. Dengan tembakan mendatar yang dingin dan terarah, Spicer berhasil menaklukkan Dayne St. Clair, membawa Orlando City berbalik unggul 4-3. Skor tersebut bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, menandai kekalahan dramatis bagi Inter Miami.
Hasil memilukan ini tidak hanya berarti hilangnya tiga poin penting, tetapi juga memperpanjang catatan minor Inter Miami di kandang baru mereka. Sejak pindah ke Nu Stadium, tim ini belum sekalipun meraih kemenangan kandang, bahkan setelah empat kali bermain di sana. Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Gerardo Martino untuk menemukan formula yang tepat agar timnya bisa tampil konsisten, terutama saat berlaga di hadapan publik sendiri. Dengan kekalahan ini, Inter Miami kini menduduki urutan kedua klasemen wilayah timur dengan koleksi 19 poin dari 11 laga. Sementara itu, Orlando City, berkat kemenangan heroik ini, berhasil naik ke urutan ke-13 dengan mengumpulkan 10 poin dari jumlah pertandingan yang sama.






