Pemerintah Akan Konversi Kompor LPG ke Kompor Listrik, PLN: Lebih Hemat

ENSIPEDIA.ID – Saat ini, pemerintah sedang gencar-gencarnya mengubah perilaku pemakaian energi, contohnya konversi antara energi gas ke listrik. Salah satu yang akan digunakan akan konversi ini adalah konversi kompor gas yang akan diganti menjadi kompor induksi listrik.

Warga negara Indonesia harus bersiap dengan perubahan ini, karena pemerintah berencana akan memberikan subsidi bagi orang yang ingin mengonversi energi dari penggunaan LPG ke kompor listrik.

“Kalau kita bisa memilih itu ke energi yang lain, misalnya mobil diganti listrik semuanya, gas rumah tangga diganti listrik semuanya, karena di PLN kelebihan pasokan. Artinya, pasokan dari PLN pasar, impor minyak di Pertamina turun,” ucap Presiden Jokowi pada November 2021 dalam pertemuan bersama perusahaan energi.

Apa itu Kompor Induksi?

Kompor induksi adalah kompor yang menggunakan energi induksi listrik sebagai sumber panasnya. Kompor jenis ini tidak menggunakan api menyala dalam proses memasaknya.

Cara induksi kompor yaitu dengan mengaruskan aliran listrik bolak-balik dari kompor menggunakan gulungan kawat kepada panci khusus yang diletakkan di atas kompor.

Panas yang dihasilkan langsung kepada alat masak. Jadi, apabila tubuh kita menyentuh bagian kompor, maka tidak akan terasa panas.

Karena sumber panas berasal dari tenaga listrik, maka pengguna tidak perlu menggunakan gas LPG lagi, melainkan menggunakam listrik yang dikelola oleh PLN (Perusahaan Listrik Negara).

Kesiapan PLN dan Masyarakat

PLN sebagai BUMN yang bergerak dalam bidang listrik berkomitmen untuk menjalankan Arahan terkait konversi energi tersebut. PLN tengah menjalankan program Satu Juta Kompor Induksi untuk masyarakat.

PLN bahkan telah memberikan diskon tambahan daya sebesar Rp 150 ribu masyarakat yang ingin membeli kompor induksi melalui pihak yang telah bekerja sama sebelumnya dalam program Nyaman Kompor Induksi 2021.

Pemerintah juga akan mengusulkan anggaran untuk pengadaan listrik beserta peralatan masak lainnya secara gratis kepada masyarakat. Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak merasa terbebani dengan konversi energi kompor.

Kompor Listrik Dinilai Lebih Hemat

PLN menggunakan bahwa penggunaan kompor listrik memiliki nilai keekonomian lebih hemat dibanding kompor LPG. 1 Kg LPG untuk Rp13.500 setara dengan 7 kWh listrik untuk Rp10.250. Dengan kata lain, kompor listrik lebih hemat Rp3.250,-

Berdasarkan simulasi dari Dewan Energi Nasional (DEN), untuk memasak 10 liter udara, kompor induksi hanya memakan biaya sebesar 1.200 watt dengan biaya Rp1.200. Sedangkan untuk memasak jumlah udara yang sama menggunakan kompor LPG, yang dikenakan biaya sebesar Rp6.000.

Selain lebih ekonomis, penggunaan kompor listrik juga lebih meringankan beban APBN. Pasalnya, biasa subsidi gas elpiji besar. Dikutip dari Tempo.co, perubahan penggunaan kompor LPG ke listrik bisa menghemat cadangan negara.

“Bila kita bisa mengajak 19 juta rumah tangga menggunakan kompor induksi, akan menghemat devisa sebesar Rp 50,6 triliun per tahun,” ungkap Koordinator Penyiapan Program Konservasi Energi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral.

Kekurangan Kompor Induksi

Walaupun ada banyak kemudahan yang akan pemerintah berikan kepada masyarakat yang ingin mengubah kebutuhan energinya, masih ada keraguan yang ada di benak masyarakat.

Salah satunya yaitu harga kompor dan alat masak yang relatif mahal. Bukan hanya kompor yang harus diubah, melainkan juga alat masak lainnya. Peralatan masak harus yang terbuat dari stainless stell dengan partikel magnet yang bisa menghantarkan panas.

Selain itu, kompor listrik membutuhkan daya listrik yang besar. Hal ini kurang cocok pada keadaan rumah tangga yang memiliki daya listrik 450-900 VA.

Latest articles