Siapakah Sebenarnya Sosok Dewi Fortuna? Dewi yang Namanya Sering Disebut Komentator Sepakbola

ENSIPEDIA.ID, Jember – Ketika menonton pertandingan sepak bola, seringkali kita mendengar istilah “Dewi Fortuna” yang terlontar dari ucapan komentator sepakbola.

“Dewi Fortuna belum berpihak pada Indonesia, Bung. Tendangannya mengenai mistar gawang sisi kanan.” sebuah ucapan yang terlontar dari salah satu komentator sepakbola Indonesia.

Nama Dewi Fortuna sangatlah familiar di dengar oleh kalangan pecinta sepakbola, Dewi ini dikait-kaitkan dengan sebuah keberuntungan tim sepakbola yang memenangkan sebuah pertandingan.

Lalu, siapa sebenarnya Dewi Fortuna itu? Dan mengapa komentator sepakbola sering mengait-ngaitkannya dengan sebuah keberuntungan? Simak penjelasannya di bawah ini.

Dewi Fortuna Adalah Dewi Keberuntungan

siapakah-sebenarnya-sosok-dewi-fortuna-dewi-yang-namanya-sering-disebut-komentator-sepakbola
Ilustrasi dari seorang Dewi Fortuna ( foto: shefalitayal.com)

Dalam Mitologi Romawi, Dewi Fortuna merupakan dewi keberuntungan dan kesempatan. Dia sering dikaitkan dengan Dewi Yunani, Tyche.

Orang Romawi memanggil nama Fortuna ketika perlunya sebuah keberuntungan dalam hidup mereka. Dia dipandang sebagai dewi nasib yang dapat mempengaruhi sebuah peristiwa, baik dalam skala besar maupun kecil.

Seperti Tyche, Dewi Fortuna dapat memberikan bantuan kepada seluruh kota atau penduduk. Dalam lingkup besar Kekaisaran Romawi yang luas, dia dapat mempengaruhi nasib jutaan orang melalui satu tindakan.

Dewi ini digambarkan dalam posisi berdiri dengan sebuah bola terletak di atasnya, yang maknanya adalah sebuah keberuntungan, kesempatan ataupun takdir yang tidak stabil.

Mengapa Dikaitkan dengan Sebuah Pertandingan Sepakbola?

siapakah-sebenarnya-sosok-dewi-fortuna-dewi-yang-namanya-sering-disebut-komentator-sepakbola
Momen gol terakhir Chelsea yang dicetak oleh Fernando Torres

Dalam sebuah pertandingan sepakbola, umumnya tim yang paling banyak menguasai bola dan melakukan serangan paling banyak memiliki kesempatan yang besar untuk memenangkan sebuah pertandingan.

Namun, hukum sepakbola ini sering terbalik, contohnya saja ketika pertandingan perempat final yang mempertemukan Timnas Uruguay dan Timnas Peru yang berkesudahan kemenangan untuk Peru dalam babak adu penalti.

Pada pertandingan tersebut, semua penggemar sepakbola memprediksi bahwa Edinson Cavani dan kolega akan mampu menang mudah atas Peru. Berbekal juara grup C, Uruguay mampu menguasai penguasaan bola dengan presentasi 51%.

Pada pertandingan tersebut, La Celeste mampu melepaskan 12 tembakan dan 3 diantaranya mengarah ke gawang. Fakta menarik dalam pertandingan ini adalah dianulirnya 3 gol pemain Uruguay karena terindikasi berada pada posisi offside.

Gol pertama yang dianulir oleh wasit terjadi pada menit 35 yang dicetak oleh Giorgian De Arrascaeta. Berselang 25 menit kemudian, gol yang dicetak oleh Edinson Cavani juga dianggap tidak sah oleh wasit karena berada pada posisi offside berdasarkan tinjauan VAR. 

Kesialan Timnas Uruguay memuncak ketika Luiz Suarez melesatkan bola ke gawang, namun gol tersebut kembali dianulir oleh sang pengadil lapangan. Pada akhirnya, La Celeste harus gugur setelah kalah dalam babak adu penalti dengan skor 4-5.

Selain Timnas Uruguay yang sedang tidak dinaungi oleh ‘Dewi Fortuna’, terdapat contoh pertandingan lain yang mungkin menarik untuk dibahas, yakni ketika pertandingan yang mempertemukan Barcelona dengan Chelsea pada gelaran UCL 2012.

Pada pertandingan tersebut, El Barca bermain menyerang dengan taktik tiki-taka-nya. Di babak pertama, Barca Unggul atas Chelsea berkat gol dari Sergio Busquets dan Andreas Iniesta, sedangkan The Blues mencetak gol dari kaki Ramires.

Pada 45 menit pertama juga, The Blues harus kehilangan sang kapten, John Terry yang mendapatkan kartu merah akibat melanggar Alexis Sanchez. Pada akhir pertandingan, Chelsea benar-benar dinaungi oleh ‘Dewi Fortuna’, mereka mampu mencetak gol lewat tendang dari Fernando Torres dan menang agregat atas Blaugrana.

Dari dua contoh pertandingan sepakbola tersebut, rasa-rasanya memang benar bahwa sepakbola tidak hanya tentang masalah teknis, namun juga faktor non-teknis, salah satunya adalah tentang sebuah keberuntungan dalam pertandingan. 

Sejak itulah mengapa sepakbola terkadang perlu ‘berkat’ dari sang dewi keberuntungan, Fortuna. Dan istilah ini masih relevan dan sering digunakan hingga sekarang oleh para komentator sepakbola

Ubay Muzemmil
Gak tau mau ditulis apa

Latest articles