Sejarah Perang Sepak Bola atau Football War

ENSIPEDIA.ID – 52 tahun yang lalu, pada hari ini terjadi Perang Sepak Bola atau dikenal juga dengan Perang 100 jam. Negara yang terlibat dalam peperangan ini adalah El Savador dan Honduras. Ya, sesuai namanya peperangan ini disebabkan oleh pertandingan sepak bola.

Pada tahun 1960, El Savador yang memiliki penduduk lebih banyak dari Honduras memutuskan untuk melakukan imigrasi warganya ke Honduras agar memiliki lahan disana, sehingga kependudukan di El Savador tidak telalu padat. Di sisi Honduras sendiri, telah terjadi revolusi anti-komunis. Ozwaldo Lopez Arellano kemudian memimpin Honduras dalam pemilihan. Namun, tidak disangka Ozwaldo Lopez terbukti disuap oleh perusahaan pisang asal Amerika, yang membuat perusahaan pisang dapat mengambil pisang di Honduras tanpa adanya pajak. Hal ini membuat ekonomi Honduras semakin menurun. Disinilah Ozwaldo Lopez menyalahkan imigran El Savador karena kebanyakan lahan di Honduras dimiliki oleh imigran El Savador. Deskriminasi pun terjadi, bahkan banyak imigran yang dipulangkan kembali ke El Savador. Ketegangan kedua belah pihak pun semakin memanas.

Dan pada tahun 1969, terjadi babak kualifikasi dari Piala Dunia 1970. El Savador dan Honduras yang sedang dalam konflik dipertemukan di Pertandingan Piala Dunia ini. Pada pertandingan pertama dilaksanakan di Honduras. Di malamnya, sebelum pertandingan dimulai, para suporter Honduras beramai-ramai membuat kegaduhan di depan penginapan pemain El Savador. Yang membuat pemain El Savador tidak dapat tidur dengan nyenyak. Sehingga keesokan harinya, El Savador kalah melawan Honduras dengan poin 0 – 1.

Selanjutnya, pertandingan dilakukan di El Savador. Kali ini kebalikannya. Suporter El Savador beramai-ramai membuat kegaduhan di depan penginapan pemain Honduras. Sehingga keesokan harinya, pemain Honduras kelelahan dan El Savador menang atas Honduras dengan poin 3 – 0. Pertandingan terakhir berada di Meksiko. Kedua suporter sudah tidak dapat melakukan trik yang sama karena sedang berada di Meksiko. Maka kedua tim bermain dengan kemampuan maksimalnya, dan alhasil El Savador lah yang menang dengan poin 3 – 2 melawan Honduras. Suporter Honduras yang tidak terima langsung membuat kegaduhan, serta di Honduras, imigran El Savador yang masih menetap diserang dan rumahnya dibakar.

Pemerintah El Savador tidak terima dengan perlakuan warga Honduras ke warga El Savador. Dan pada 14 Juli 1969, El Savador menyatakan perang terhadap Honduras. El Savador pun menyerang dengan kekuatan penuhnya. Hingga pada akhirnya, 100 jam setelah peperangan dimulai, Organisasi Negara-negara Amerika menuntut El Savador untuk menghetikan serangannya dengan imbalan seluruh imigrannya di Honduras akan selamat dan pulang ke El Savador. Sebanyak 6.000 jiwa meninggal dan 15.000 orang luka-luka dalam tragedi ini. El Savador dan Honduras pun mengalami kerugian ekonomi yang besar akibat perang ini.

Latest articles