Masih Pandemi, Begini Nasib Tokyo Olympic 2020

ENSIPEDIA.ID Olympic Games, adalah ajang olahraga musim panas yang diadakan 4 tahun sekali oleh International Olympic Committee (IOC) atau bisa disebut Komite Olimpiade Internasional. Olympic Games ini menjadi salah satu ajang yang paling dinantikan oleh para atlet di seluruh dunia. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengungkapkan rencana apresiasi pemerintah bagi atlet yang berprestasi di Olimpiade 2020 Tokyo. Setiap atlet yang sukses meraih medali emas akan mengantongi Rp7,5 miliar. Sungguh besar, bukan?. Tapi sayangnya kondisi pandemi tahun 2020 kemarin terpaksa membuat IOC menunda pelaksanaan Tokyo Olympic 2020 menjadi tahun ini. Dan ternyata kondisi Jepang masih pandemi, begini nasib Tokyo Olympic 2020.

Diketahui bahwa Tokyo Olympic 2020 yang harusnya diselenggarakan pada 24 Juli 2020 – 9 Agustus 2020, ditunda menjadi 23 Juli 2021 – 8 Agustus 2021. Segala persiapan atlet hingga penyelenggaraan sudah cukup matang. IOC mengatakan bahwa Tokyo Olympic 2020 tetap akan dilakukan meski dalam keaadan virus sekalipun. Hal ini memunculkan banyak pihak yang bertentangan dari masyarakat.

Meski atlet-atlet dari berbagai negara sudah melakukan vaksin dan bahkan sudah siap untuk mengirim atletnya ke Tokyo Olympic 2020, masyarakat Jepang menilai bahwa Olimpiade kali ini terlalu beresiko meski ada kemungkinan protokol yang diterapkan aman. Apalagi saat ini beberapa prefektur di Jepang masih dalam keadaan darurat hingga tanggal 20 Juni nanti.

Salah satu media berita ternama di Jepang, Asahi Shimbun yang menerbitkan surat kabar nasional Jepang ikut menolak pelaksanaan Tokyo Olympic 2020. Asahi mendesak Perdana Menteri Yoshihide Suga untuk “Tolong tenang dalam membuat keputusan, dan lihatlah kondisi kini untuk membatalkan olimpiade musim panas tahun ini”. Tidak hanya Asahi Shimbun, bahkan beberapa pemimpin perusahaan di Jepang mendukung pembatalan Tokyo Olympic 2020. Mereka menilai bahwa pemimpin IOC terlalu merasa “Benar sendiri” dalam memilih keputusan tanpa melihat kondisi terkini.

Dan pada awal bulan Mei kemarin Hiroshi Mikitani, CEO dari perusahaan belanja ternama, Rakuten menyebut olimpiade ini sebagai “Misi bunuh diri”. Ia mengatakan bahwa “Ini terlalu beresiko besar… dan saya mendukung pembatalan Tokyo Olympic 2020” kepada CNN. Sedangkan Kepala Pelaksana Tokyo 2020, Seiko Hashimoto mengatakan “Terdapat perbedaan pendapat itu wajar. Berbeda media tentunya akan berbeda pandangan kan?”.

Menurut kalian sendiri bagaimana?. Apakah Tokyo Olympic 2020 tetap dapat terlaksana? atau lebih baik dibatalkan mengingat kondisi Covid-19 di Jepang yang semakin memburuk akhir-akhir ini?

Latest articles