Bagai Ditolak Bumi, Arema FC Diusir Berkandang di Berbagai Kota hingga Dimusuhi Suporter

ENSIPEDIA.ID – Semenjak Tragedi Kanjuruhan, ekosistem liga sepak bola di Indonesia tidak berjalan normal. Arema FC selaku tuan rumah yang menyebabkan tragedi tersebut menjadi klub yang paling sering diperbincangkan.

Arema FC ditolak berkandang di berbagai kota. Seperti yang diketahui bahwa akibat Tragedi Kanjuruhan, Liga 1 dihetikan selama beberapa bulan dan dilanjutkan dengan skema tanpa penonton.

Arema FC pun tak bisa menggunakan Stadion Kanjuruhan sebagai home base. Sistem kandang-tandang Liga 1 menuntut Arema FC untuk mencari stadion yang akan menjadi home base sementara mereka.

Arema FC Ditolak di Berbagai Kota

Laga Arema FC melawan Borneo FC yang dijadwalkan harus bertanding pada Minggu, 15 Januari 2023 pun harus di reschedule. Hal ini akibat respon PT LIB melihat Arema FC tidak dapat menemukan stadion kandang.

Arema FC telah berusaha meminta izin kepada beberapa stadion terdekat. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil dan berakhir dengan penolakan.

Stadion pertama yang gagal menjadi home base Arema FC adalah stadion Moch. Soebroto, Magelang. Setelah dilakukan pengecekan, stadion tersebut tidak lolos verifikasi.

Setelah itu, manajemen Arema FC pun meminta untuk menggunakan Stadion Sultan Agung, Bantul. Namun, penolakan disampaikan oleh Tim Liga 3 DI Jogjakarta PS Hizbul Wathan FC UMY.

Surat izin kemudian ditujukan kepada Disporapar Prov. Jawa Tengah untuk meminta Stadion Jatidiri, Semarang sebagai home base. Namun, penolakan digaungkan oleh suporter Panser Biru yang tak mau Arema FC bertandang di stadion tersebut. Akhirnya, surat penolakan dikirimkan oleh Disporapar Jateng.

Manajemen Arema FC pun pasrah kepada PT LIB terkair mekanisme pemilihan home base.

Arema FC Dimusuhi Suporter Sendiri

Selaku fans fanatik dari Arema FC, Aremania juga menyatakan kegeraman mereka kepada manajemen. Di tengah masa berkabung tragedi yang menewaskan ratusan korban jiwa tersebut, Arema FC malah berfokus kepada kompetisi tanpa adanya belas kasihan.

Hal ini diungkapkan sendiri oleh Aremania dalam acara tabur bunga pada Minggu, 15 Januari 2023.

“Klub seolah tanpa dosa dengan sepenuh hati melanjutkan kompetisi kembali menanggalkan empati seolah tragedi ini tidak pernah terjadi. Padahal tangis, luka, darah dan air mata korban serta korban jauh dari kata sembuh,” ujar salah satu Aremania.

Akun Instagram Aremania menuliskan di salah satu kolom komentar agar menghimbau suporter di seluruh Indonesia menolak Arema FC.

“Saya harap kawan kawan suporter di seluruh nusantara sepakat menolak Arema FC bermain di kota kalian,” tulis akun Instagram @aremaiswonderful seperti yang dikutip melalui Suara Denpasar.

Arema FC Dianggap Netizen sebagai Biang Kerok

Selain pemberlakuan kompetisi Liga 1 tanpa penonton, PSSI juga membekukan Liga 2 dan Liga 3. Akibatnya, Liga 1 akan berjalan tanpa degradasi. Hal ini diputuskan setelah rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI.

Netizen dan penggemar sepak bola di seluruh tanah air pun kecewa dengan keputusan tersebut. Banyak yang beranggapan bahwa Arema FC menjadi biang keladi dari keputusan ini.

Netizen dan pecinta sepak bola pun mengusulkan agar Arema FC mundur dari Liga 1 ketimbang harus membekukan Liga 2 dan Liga 3. ***

Latest articles