Penyakit Hepatitis Akut Misterius Menyerang Anak Dunia, Ini Tanggapan Kemenkes

ENSIPEDIA.ID – Masyarakat dunia sedang mewaspadai penyebaran penyakit hepatitis akut misterius. Hal ini sesuai dengan arahan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam penetapan Kejadian Luar Biasa. Kementrian Kesehatan RI juga telah mengonfirmasi masuknya penyakit ini di Indonesia dan sedang melakukan investigasi.

Penyakit ini pertama kali dikonfimasi di Negara Skotlandia pada awal April. Pada 15 April 2022, WHO menetapkan hepatitis akut misterius sebagai kejadian luar biasa atau Disease Outbreak News (DONs).

Berdasarkan laporan WHO, penyakit hepatitis akut telah menyebar di 20 negara dan ratusan orang telah terkonfirmasi positif.

“Perlu kita ketahui bahwa kalau memang ada kasus penyakit apapun di dunia yang tidak seperti biasa, maka akan dimasukkan dalam DONs. Jadi ini prosedur rutin di WHO untuk menyajikan informasi ke dunia tentang kejadian kesehatan masyarakat yang penting, atau yang berpotensi menjadi hal yang penting,” ucap Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Tjandra Yoga Aditama. Tjandra juga menjelaskan bahwa masyarakat jangan terlalu panik karena penetapan tersebut hanyalah prosedur wajib. Masyarakat hanya dihimbau untuk waspada.

Himbauan serupa dikeluarkan oleh Kementrian Kesehatan RI melalui Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/2515/2022 tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology). Kemenkes telah mengeluarkan surat edaran yang dimaksudkan untuk meningkatlan kewaspadaan. Pasalnya, penyebab dari penyakit ini belum diketahui.

Guru Besar bidang Kesehatan Anak, Hanifah Oswari menjelaskan bahwa kelompok yang terpapar hepatitis akut misterius adalah usia anak-anak.

“Sudah diteliti bahwa kasus (penyakit hepatitis akut misterius pada pasien) tertua itu 16 tahun, enggak ada yang lebih. Ternyata kebanyakan (pasien) itu di bawah 10 tahun,” tutr Hanifah saat konfrensi pers bersama Kemenkes RI.

Berdasarkan keterangan Juru Bicara Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, Kemenkes sedang menginvestigasi penyebaran kasus ini. Telah ada 3 orang pasien yang sedang dikonfirmasi terkena penyakit hepatitis akut misterius. Walaupun belum dinyatakan positif, ketiga kasus tersebut masuk pada kriteria pending klasifikasi.

“Yang 2 tahun itu belum mendapatkan vaksinasi, yang usia 8 tahun baru mendapatkan vaksin sekali dan 11 tahun sudah mendapatkan vaksinasi (Covid). Ketiganya covid negatif,” kata Nadia.

Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah Yanuarso menghimbau agar masyarakat dan orang tua tetap memperhatikan kondisi kesehatan anak. Ia memaparkan beberapa gejala dari hepatitis akut misterius.

“Penting agar orang tua yang menemukan anak-anak dengan gejala-gejala seperti kuning, mual/muntah, diare, nyeri perut, penurunan kesadaran/kejang, lesu, atau demam tinggi memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan terdekat,” tutur Basarah.

Latest articles