Pengaruh Psikoanalisis pada Bidang Psikologi

ENSIPEDIA.ID, Jakarta – Psikoanalisis didefinisikan sebagai seperangkat teori psikologis dan teknik terapeutik yang berasal dari karya dan teori Sigmund Freud. Inti dari psikoanalisis adalah keyakinan bahwa semua orang memiliki pikiran bawah sadar, perasaan, keinginan, dan kenangan.

Sejarah Psikoanalisis

Sigmund Freud adalah pendiri psikoanalisis dan pendekatan psikodinamik untuk psikologi. Freud percaya bahwa pikiran manusia terdiri dari tiga elemen: id, ego, dan superego.
Erik Erikson adalah ahli teori lain yang terkait dengan psikoanalisis.
Erikson memperluas teori Freud dan menekankan pentingnya pertumbuhan sepanjang umur. Teori tahap psikososial Erikson tentang kepribadian tetap berpengaruh hari ini dalam pemahaman kita tentang perkembangan manusia.

Saat ini, psikoanalisis meliputi:

  • Psikoanalisis terapan (yang menerapkan prinsip-prinsip psikoanalitik untuk mempelajari seni, sastra, dan pengaturan dan situasi dunia nyata)
  • Neuro-psikoanalisis (yang menerapkan ilmu saraf pada topik psikoanalitik seperti represi dan mimpi)
  • Terapi psikoanalitik, dalam psikoterapi, orang dapat merasa aman saat mengeksplorasi perasaan, keinginan, ingatan, dan stresor yang dapat menyebabkan kesulitan psikologis. Penelitian telah menunjukkan bahwa pemeriksaan diri yang digunakan dalam proses psikoanalitik dapat berkontribusi pada pertumbuhan emosional jangka panjang.

Pemikir Utama

Sigmund Freud adalah pendiri psikoanalisis, tetapi pemikir lain, termasuk putrinya sendiri Anna Freud — juga meninggalkan jejak yang signifikan di lapangan. Di antara nama-nama yang paling menonjol dalam psikoanalisis adalah Erik Erikson, Erich Fromm, dan Carl Jung.

Pikiran Sadar dan Tidak Sadar

Sebuah pikiran bawah sadar mencakup semua hal-hal yang di luar kesadaran kita, seperti kenangan anak usia dini, keinginan rahasia, dan drive tersembunyi. Menurut Freud, alam bawah sadar mengandung hal-hal yang mungkin kita anggap tidak menyenangkan atau bahkan tidak dapat diterima secara sosial.
Kita mengubur hal-hal ini di alam bawah sadar kita karena itu mungkin dapat membawa kami kepada rasa sakit atau konflik.
Sementara pikiran, ingatan, dan dorongan ini berada di luar kesadaran kita, mereka masih memengaruhi cara kita berpikir dan berperilaku. Dalam beberapa kasus, hal-hal yang berada di luar kesadaran kita dapat mempengaruhi perilaku secara negatif dan menyebabkan tekanan psikologis.
Pikiran sadar, di sisi lain, mencakup segala sesuatu yang ada di dalam kesadaran kita. Isi pikiran sadar adalah hal-hal yang kita sadari atau dapat dengan mudah dibawa ke dalam kesadaran.
Id, Ego, dan Superego
Freud percaya bahwa kepribadian individu memiliki tiga komponen: id, ego, dan superego.

– Id

Elemen kunci kepribadian pertama yang muncul dikenal sebagai id. Id berisi semua dorongan bawah sadar, dasar, dan primal.

– Ego

Aspek kedua dari kepribadian yang muncul dikenal sebagai ego. Ini adalah bagian dari kepribadian yang harus menghadapi tuntutan realitas. Ini membantu mengendalikan dorongan id dan membuat kita berperilaku dengan cara yang realistis dan dapat diterima.
Alih-alih terlibat dalam perilaku yang dirancang untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan kita, ego memaksa kita untuk memenuhi kebutuhan kita dengan cara yang dapat diterima secara sosial dan realistis. Selain mengendalikan tuntutan id, ego juga membantu mencapai keseimbangan antara dorongan dasar kita, cita-cita kita, dan kenyataan.

– Superego

Superego adalah aspek akhir kepribadian, muncul dan berisi cita-cita dan nilai-nilai kita. Nilai-nilai dan kepercayaan yang ditanamkan oleh orang tua dan masyarakat kepada kita adalah kekuatan penuntun superego dan berusaha membuat kita berperilaku sesuai dengan moral ini.

Implikasi Psikoanalisis dalam Dunia Psikologi Modern

Psikoanalisis terus memberikan kontribusi penting untuk pemahaman klinis dasar perkembangan psikologis adaptif dan maladaptif, dan khususnya pemahaman depresi dan pengobatannya.
Makalah ini menunjukkan bahwa konseptualisasi teoritis dasar, pusat banyak kontribusi fundamental Freud, telah memberikan dasar untuk berbagai formulasi psikoanalitik dan non-psikoanalitik kontemporer pengembangan kepribadian dan organisasi; untuk memahami berbagai bentuk psikopatologi pada orang dewasa yang berasal dari gangguan proses perkembangan normal, terutama gangguan kepribadian dan depresi; serta untuk melakukan penelitian tentang proses dan hasil psikoterapi dalam perawatan intensif jangka pendek dan jangka panjang.

Latest articles