Mungkinkah Manusia Bisa Hidup Tanpa Jantung?

ENSIPEDIA.ID, Kendari – Jantung merupakan salah satu organ tubuh manusia yang sangat penting.  Jantung bertugas dalam mengendalikan peredaran darah di seluruh tubuh. Dalam mengendalikan seluruh peredaran darah, Jantung memompa melalui kontraksi berirama dengan bantuan listrik jantung. Bila jantung tidak memompa darah, maka oksigen dan nutrisi tidak akan bisa tersalurkan dan tentunya bisa menimbulkan kematian.

Mengingat pentingnya jantung bagi manusia, bisakah manusia hidup tanpa jantung? Jawabannya, bisa! Tentunya dengan bantuan teknologi medis.

Rupanya dengan teknologi yang ada saat ini, manusia dimungkinkan hidup tanpa jantung. Hal ini diperuntukkan bagi seseorang yang mengalami gagal jantung.

Gagal jantung terjadi ketika jantung tidak mampu lagi memompa dan mengalirkan darah ke seluruh tubuh karena sudah melemah. Akibatnya, darah yang memuat oksigen tidak terdistribusi dengan baik. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh hipertensi, anemia, dan penyakit jantung.

Gagal jantung yang sudah parah biasanya membutuhkan penanganan yang sangat khusus. Salah satu jalan yang bisa diambil ialah dengan transplantasi jantung.

Sayangnya, transplantasi jantung haruslah memutuhkan pendonor jantung. Donor jantung saat ini sangatlah terbatas dan sangat sulit untuk didapatkan. Bahkan, donor jantung membutuhkan waktu yang sangat lama untuk didapatkan.

Karena proses transplantasi jantung terkadang membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mendapatkan donor jantung, ditemukanlah alat untuk membantu kerja jantung. Alat tersebut bernama Total Artificial Heart (TAH).

Dengan bantuan alat ini, pasien penderita gagal jantung memiliki tingkat keselamatan hingga 79%.

Mengenal Total Artificial Heart

Cara kerja alat ini ialah dengan cara menggantikan vertikel dan katup jantung seseorang yang mengalami gagal jantung. Karena jantung berfungsi untuk memompa darah, alat ini juga menggantikan fungsi organ vital tersebut.

Dalam pemasangan alat kerja jantung tersebut, dilakukan operasi yang mirip dengan proses transpalantasi jantung. Bedanya pada operasi ini dipasangkan seperangkat alat untuk menggantikan fungsi jantung manusia. Selanjutnya, terdapat pula selang yang terhubung pada alat TAH ke perangkat eksternal yang dioperasikan melalui tenaga baterai. Perangkat eksternal tersebut saat ini berukuran seperti box radio yang generasi sebelumnya bahkan sebesar mesin cuci.

Hidup Tanpa Jantung, Stan Larkin Memanfaatkan TAH

Stan, Manusia yang Hidup Tanpa Jantung Selama 555 Hari – source: Futurism

Seorang yang menderita displasia ventrikel aritmogenik bernama Stan Larkin sudah tidak bisa menggunakan jantung aslinya sejak serangan jantung mendadak saat usia 14 tahun. Satu-satunya jalan yang bisa ia tempuh untuk sembuh ialah dengan transplantasi jantung. Sayangnya, saat itu ia kesulitan dalam mendapatkan pendonor jantung dan harus menunggu untuk tetap bertahan.

Seiring dengan kondisinya yang memburuk, dokter harus mengangkat jantung Larki dan harus bertahan dengan jantung buatan. Hebatnya, jantung buatan tersebut bisa beradaptasi di tubuh Larkin.

Ia bahkan membawa perangkat eksternal jantung yang dimilikinya ke dalam tas ransel untuk bepergian. Ia menjadi manusia yang selama 555 hari hidup tanpa jantung.

 

Latest articles