Kenali Bahaya Tato Bagi Kesehatan Tubuh

ENSIPEDIA.ID, Jakarta – Tato merupakan sebuah seni melukis tubuh manusia dengan cara memasukkan pigmen ke dalam kulit. Seni ini ternyata sudah ada sejak 300 sebelum masehi.

Alasan umum seseorang memutuskan untuk bertato ialah agar terlihat tampil terlihat menarik, keren ataupun maco. Tidak jarang peminatnya rela mengeluarkan uang banyak demi sebuah seni lukisan pada tubuh ini.

Dibalik semua kelebihan tersebut, ternyata juga menyimpan banyak sekali efek negatif didalamnya. Lalu apa saja bahaya yang dapat ditimbulkan tato kepada tubuh? Simak ulasannya di bawah ini:

1. Alergi

Bahaya umum yang sering terjadi bagi seorang yang memutuskan untuk memasang tato pada salah satu bagian tubuhnya ialah reaksi alergi pada kulit.

Biasanya berupa ruam gatal di tempat tato, terutama pada tato yang memiliki warna merah, biru dan kuning. Ini bisa terjadi selama bertahun-tahun pada kulit Anda.

2. Infeksi Kulit

Infeksi yang terjadi karena tato disebabkan setelah injeksi tinta pada tato, sehingga kulit tersebut beresiko infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan virus.

Bakteri yang dapat menyebabkan infeksi kulit pada tato ialah bakteri Mycobacterium leprae, mikobakterium atipik, Staphylococcus dan Streptococcus. Adapun virus yang pernah ada pada infeksi kulit ialah Human papilloma virus dan Herpes simplek.

3. Komplikasi MRI

Tato secara permanen dapat menyebabkan pembengkakan ataupun rasa terbakar di area yang terkena Magnetic Resonance Imaging (MRI).

Magnetic resonance imaging merupakan pemeriksaan organ tubuh yang menggunakan teknologi magnet serta gelombang radio. Tujuannya adalah untuk mendapatkan hasil gambar organ agar menjadi bahan acuan diagnosis bagi dokter.

Baca juga : Yi Sun-shin, Laksamana Tangguh dari Korea

4. Granuloma dan Keloid

Granuloma merupakan sebuah benjolan pada kulit yang muncul disekitar tato. Benjolan ini dapat menimbulkan masalah kulit selama bertahun-tahun, hal tersebut disebabkan akibat benda asing yang masuk pada tubuh sehingga menimbulkan reaksi.

Tidak kalah bahayanya dari Granuloma, Keloid dapat menimbulkan bekas luka yang berlebihan pada kulit, hal tersebut disebabkan oleh pertumbuhan kulit yang berlebihan pada jaringan perut.

5. Penyakit Menular

Tato seharusnya dibuat dengan jarum yang steril serta sekali pakai, namun ada beberapa kejadian saat pembuatan tato menggunakan jarum bekas dan tidak steril.

Dengan jarum yang tidak steril akan memungkinkan bagi Anda terkena penyakit menular akibat terkontaminasi dengan darah seseorang yang mengidap penyakit-penyakit seperti tetanus, HIV/AIDS, hepatitis B ataupun hepatitis C.

Dari beberapa bahaya yang dapat ditimbulkan pada tato di atas, bagi Anda yang akan menato diharapkan selalu memperhatikan kredibelitas dan keamanan tempat tato yang akan dituju.

Anda harus memperhatikan bahwa alat-alat yang akan digunakan untuk mentato benar-benar bersih dan steril, dan juga tinta-tinta yang digunakan aman untuk diaplikasikan ke kulit.

Ubay Muzemmil
Gak tau mau ditulis apa

Latest articles