Hasil Riset: Meme Berhasil Meringankan Stres Selama Pandemi

ENSIPEDIA.ID – Meme dan media sosial menjadi budaya baru yang tak bisa dilepaskan satu sama lain. Saat membuka aplikasi seperti Facebook, Twitter, atau Instagram, meme menjadi salah satu konten yang sering dijumpai.

Meme bisa diartikan sebagai gambar, narasi, video, gagasan lucu yang tersebar dalam sebuah kebudayaan, dalam hal ini internet. Meme biasanya mengandung hal yang mengandung kritik, sarkas, satir, politik, ataupun ironi. Namun, hal-hal tersebut dituangkan dalam unsur humor yang bisa ditertawai bersama.

Pandemi Covid-19 membawa kita pada perubahan perilaku yang mencoba beradaptasi dengan kondisi baru. Ketika semua kegiatan dialihkan ke rumah, pembatasan sosial, sekolah dan kantor ditutup, jarak direnggangkan, belum lagi dengan berita duka yang setiap hari menggempur pemberitaan, kondisi mental masyarakat juga pastinya sedikit terganggu. Stres semakin mudah menyerang.

Selain itu, Covid-19 juga memaksa kita untuk lebih dekat dengan teknologi. Semua pekerjaan dikerjakan melalui platform online. Di sela-sela kegiatan yang menjenuhkan, media sosial menjadi salah satu media hiburan yang bisa meredakan tekanan.

Menjelajah hiburan di media sosial tak terlepas dari kehadiran meme. Menurut penelitian dari Jessica Myrick dari Penn State, meme ampuh membantu meredakan stres selama pandemi.

Meme disebut sebagai mood booster dalam menjelajah media sosial. Penelitian ini menemukan bahwa orang yang melihat meme lebih tenang, lebih terhibur, dan lebih puas dibandingkan orang yang tidak melihat meme.

Di ruang terbatas saat pandemi covid, meme menjadi cercah harapan saat berita hanya memberitakan tentang penambahan korban jiwa.

“Selain itu, kami menemukan bahwa peserta yang menilai diri mereka memiliki emosi positif yang tinggi juga lebih mungkin merasa percaya diri dengan kemampuan mereka untuk menangani stres atas kehidupan yang disebabkan oleh pandemi global. Tampaknya ada nilai yang tercipta saat kita mencoba memaknai kembali sesuatu yang terus-menerus membuat stres dan menakutkan, menjadi topik yang lebih mudah didekati dengan menggunakan humor,” tulis Myrick.

Hal ini disebabkan oleh kemampuan “pemrosesan informasi”. Semakin banyak informasi yang diproses dari hal yang berhubungan dengan rasa percaya diri, maka kemampuan tubuh dalam menangani stres juga semakin tinggi.

“Ada kemungkinan bahwa mengerahkan lebih banyak upaya untuk memikirkan topik meme dapat membantu kita melatih mental mengatasi stres karena pandemi, alih-alih menghindarinya sama sekali,” kata Myrick.

Latest articles