Asal-usul Selat Solo, Kuliner Hasil Akulturasi Khas Kota Solo

ENSIPEDIA.ID, Jakarta – Selat solo merupakanan makanan khas Kota Solo. Di dalam makanan selat solo biasa tersaji daging sapi, irisan telur pindang yang ditemani dengan sayur-sayuran (kentang goreng, wortel, buncis, tomat, mentimun, acar, daun selada) dan tambahan mayones, lalu diberi kuah encer khusus berwarna kecokelatan.

Makanan ini tercipta karena sering diadakannya pertemuan petinggi dari Belanda dengan petinggi pribumi pada zaman penjajahan Belanda. Tentu setiap pertemuan pasti ada hidangannya, bukan?
Nah, suatu ketika dalam suatu pertemuan pihak Belanda menginginkan hidangan yang mirip steak seperti di negara asalnya, tetapi para petinggi pribumi tidak terbiasa dengan makanan itu.

Dari sinilah muncul inisiatif orang-orang dulu untuk menciptakan makanan dengan campuran sayur dan daging dengan porsi cukup mengenyangkan, yang biasa kita kenal sekarang dengan sebutan selat solo.
Tak disangka, makanan ini ternyata cocok dengan selera para petinggi pribumi dan para petinggi Belanda.
Untuk penamaan selat solo sendiri pun tercipta karena pengucapan kata ‘salad’ oleh masyarakat pribumi yang sering menjadi ‘selat’.

Latest articles