Ciri-Ciri Feses yang Sehat dan Baik, dan yang Tidak Sehat Serta Berbahaya

Feses atau tinja adalah produk pembuangan makanan yang dikeluarkan dari anus. Biasanya, proses ini biasa dilakukan oleh manusia setiap satu hari sekali. Walaupun membahas kegiatan ini memang sedikit menjijikan tapi pembahasan kali ini cukup berharga bagi kesehatan kita. 

Feses Anda dapat memberi tahu Anda apakah Anda mendapatkan cukup serat dan air, atau apakah saluran pencernaan Anda mencerna makanan terlalu lambat atau terlalu cepat. Selain itu, perubahan jangka panjang dalam kebiasaan buang air besar atau tampilan feses Anda dapat mengindikasikan penyakit medis yang memerlukan perawatan. Berikut adalah informasi tentang ciri-ciri feses yang sehat ataupun tidak sehat.

Ciri-Ciri Feses yang Sehat dan Baik

Kotoran yang sehat mungkin beragam. Namun, ada beberapa panduan mendasar yang harus diikuti jika Anda ingin mengevaluasi feses Anda untuk kesehatan yang optimal.

  • Warna

Feses normal umumnya berwarna coklat gelap. Coklat gelap ini sebagian besar disebabkan oleh empedu dan bilirubin. Empedu adalah cairan berwarna hijau kekuningan yang diproduksi dan disimpan oleh hati di kantong empedu. Bilirubin adalah zat kimia berwarna oranye-kuning yang diproduksi oleh tubuh selama proses alami pemecahan sel darah merah. Cairan ini bercampur dengan makanan Anda selama pencernaan, menyebabkan feses Anda menjadi gelap.

  • Bentuk

Membandingkan kotoran dengan bentuk kayu gelondongan mungkin yang paling mirip. Silinder dan memanjang adalah bentuk terbaik untuk feses. Ketika kotoran Anda berubah bentuk, itu mungkin menunjukkan ada sesuatu yang salah dengan saluran pencernaan Anda.

  • Ukuran kotoran

Idealnya antara 8 sampai 16 cm. Kotoran kecil bukanlah hal yang baik. Kecuali Anda kelinci, rusa, atau hewan liar lainnya, tidak baik jika buang air besar hanya sebesar pelet.

  • Tekstur

Kotoran Anda idealnya berada di antara keras dan lunak. Untungnya, Anda dapat mengetahuinya hanya dengan melihatnya, tidak perlu disentuh. Jika kotoran Anda berbentuk balok yang tidak terlalu sulit untuk dikeluarkan, Ini mungkin tekstur yang tepat.

Ciri-Ciri Feses yang Tidak Sehat Serta Berbahaya

Kita sudah membahas ciri-ciri fesek yang sehat dan baik, kali ini kita akan membahas feses yang tidak sehat dan berbahaya. Ada ciri-ciri jelas yang harus kita waspadai jika kita mengalami ciri-ciri feses dibawah ini: 

  • Bewarna Kuning

Ada kemungkinan setelah memakan makanan yang bewarna kuning atau setelah minum obat GERD yang menyebabkan kotoran menjadi kuning. Tapi feses yang bewarna kuning bisa menjadi tanda infeksi usus, terutama jika Anda juga mengalami diare, demam, gejala seperti flu, atau kram perut.

  • Tenggelam Dengan Cepat

Meskipun bentuk dan frekuensi feses bervariasi dari orang ke orang, jika feses Anda mengendap dengan cepat, Anda mungkin tidak mencukupi cairan atau serat dalam makanan Anda. Karena menghabiskan lebih banyak waktu di usus, kotoran semacam ini sering berwarna gelap.

  • Encer atau Cair

Kotoran encer (diare) yang berlangsung beberapa hari ini jarang terjadi dan biasanya tidak terlalu berbahaya. Ini dapat disebabkan oleh berbagai makanan, suplemen, dan obat-obatan. Mengkonsumsi terlalu banyak fruktosa, misalnya, gula yang ada dalam madu serta banyak minum soda dan makanan olahan, dapat menyebabkan buang air besar jadi encer.

  • Lendir pada Feses

Lendir pada feses ini jarang disadari oleh orang karena warnanya yang transparan. Ini mungkin merupakan indikasi peradangan atau iritasi pada dinding usus sebagai akibat dari masalah kesehatan yang mendasarinya dalam keadaan tertentu.

Nah, itulah tadi artikel Informasi Lengkap Tentang Ciri-Ciri Feses yang Sehat dan Baik, dan yang Tidak Sehat Serta Berbahaya. Semoga informasi yang kami berikan dapat bermanfaat bagi kalian yang sudah membaca artikel ini terutama bagi kalian yang mengalami tanda-tanda feses yang buruk yang sudah kami sebutkan diatas. Jika feses anda sudah terlihat berbeda dan ada gejala lainnya yang sudah mengganggu aktivitas, sebaiknya konsultasi dengan ahlinya untuk cara mengatasi atau menyembuhkannya.

Latest articles