Babi dan Jasanya dalam Transplantasi Organ bagi Manusia

ENSIPEDIA.ID – Di kutip dari The Guardian, baru-baru ini salah satu warga Amerika Serikat menerima transplantasi jantung dari hewan babi. Dokter Barthley Griffith selaku penanggung jawab operasi berhasil menanamkan jantung kepada penerima donor, yaitu David Bennett (57 tahun) pada 7 Januari 2022. Ia merupakan pasien pertama di dunia yang menerima donor jantung dari hewan babi.

Sulitnya Mendapat Organ Donor

Hal ini dilatarbelakangi oleh panjangnya daftar tunggu seseorang untuk mendapatkan organ donor. Di Amerika sendiri, terdapat lebih dari 106 ribu orang yang sedang menunggu untuk transplantasi organ pada tahun 2021. Ginjal mejadi organ yang paling dibutuhkan dalam transplantasi.

Sedangkan untuk kasus donor mata di Indonesia, menurut data Bank Mata Indonesia, terdapat 20 ribu orang per tahun yang menunggu transplantasi kornea mata.

Karena kelangkaan organ tubuh dan kekurangan orang yang rela mendonorkan tubuhnya, ilmuan mencari cara lain agar manusia bisa memperoleh donor organ dari makhluk hidup lain.

Salah satu organ tubuh manusia yang juga paling sulit didapatkan adalah jantung. Jantung merupakan organ kardiovaskular yang melakukan pompa darah untuk disebarkan ke seluruh tubuh. Organ ini menduduki fungsi sebagai organ vital yang membuat manusia senantiasa dapat hidup dengan baik.

Dalam kasus yang dialami oleh Bennett, ia sudah tidak dapat memenuhi syarat untuk mendapatkan organ tubuh manusia. Dengan kata lain, tidak ada jalan lain untuk hidup selain dengan menggunakan jantung babi. Dokter Griffith akhirnya memutuskan untuk menguji percobaan xenotransplantasinya (transplantasi organ hewan) langsung kepada manusia.

Megapa Harus Babi?

Proses transplantasi organ babi (AFP/University of Maryland School of Medicine)

Operasi ini tentunya memiliki risiko. Sebelumnya, dokter Griffith telah melakukan uji coba transplantasi organ babi kepada beberapa 50 ekor babun. Percobaan itu rupanya cukup ampuh dan meyakinkan untuk ditanamkan ke manusia. Sebelumnya, organ babi yang telah ditanamkan telah direkayasa genetik untuk menghilangkan gula dalam sel sehingga tubuh penerima tidak melakukan penolakan.

Babi dipilih karena tubuh babi memiliki 80-90% kemiripan dengan sistem kardiovaskular manusia. Seorang dokter hewan sekaligus seoarang peneliti mengatakan bahwa anatomi dan fungsi dari organ babi memiliki keiripan dengan organ manusia.

“Jadi jika sesuatu berfungsi pada babi, maka ada kemungkinan besar ia juga berfungsi dalam manusia,” imbuhnya.

Karena kesamaan ini, organ kardiovaskular dari babi sering digunakan sebagai bahan eksperimen dalam dunia kesehatan dan kedokteran. Sebelumnya, organ jaringan pada jantung babi, yaitu jantung sering digunakan dalam transplantasi di dunia. Bahkan penanaman itu ada yang pernah bertahan selama 15 tahun.

Mulai dari Kornea Hingga Ginjal

Tidak hanya jantung, xenotransplantasi dari organ babi telah jauh dikembangkan oleh ilmuan. Di daratan Cina, telah dilakukan transplantasi kornea yang berasal dari babi. Praktik ini telah dilakukan semenjak 2015 silam. Bahkan, tingkat keberhasilan kornea babi senilai 94.44%.

Ilmuan di pusat kesehatan NYU juga berhasil melakukan transplantasi ginjal babi ke manusia. Ginjal babi menjadi alternatif lain apabila sudah tidak ada pendonor manusia yang bersedia. Tentunya ginjal babi yang diberikan itu tidaklah sembarangan. Organ yang ingin ditransplantasikan haruslah melewati rekayasa genetik terlebih dahulu.

Selain itu, ilmuan juga telah menemukan bukti bahwa otot kaki manusia juga bisa diimplan dengan jaringan kandung kemih babi. Selanjutnya ada kulit babi yang memiliki fungsi penyembuhan yang digunakan dalam operasi plastik. Seorang ahli rekayasa genetik dari Amerika bernama Craig Venter juga sedang mengembangkan teknik xenotransplantasi dari paru-paru babi.

Terlepas dari pandangan kaum agamawan dan ilmuan bioetika, babi saat ini sangat sering digunakan dalam industri pengobatan dan kesehatan. Bukan karena tingkat keberhasilannya yang tinggi—tentunya meiliki risiko juga—melainkan karena organ tubuh babi lebih mudah didapatkan dibanding organ donor dari manusia

Latest articles