Apa yang Terjadi Pada OCD Overthinking? Simak Informasinya Disini!

Obsessive Compulsive Disorder atau yang biasa kita kenal dengan OCD merupakan bentuk masalah pada kesehatan mental yang menyebabkan pengidapnya mengalami pemikiran dan dorongan yang tidak dapat di kontrol yang sifatnya berulang hingga muncul perilaku kompulsif. Contohnya seperti mencuci muka berulang kali setelah bepergian keluar rumah karena menurutnya banyaknya debu yang menempel pada wajah yang membuat wajah tidak bersih. Hal tersebut dilakukan oleh pengidap tanpa bisa dikendalikan. Meskipun sebenarnya pengidap tidak memiliki pemikiran atau keinginan untuk melakukan hal tersebut. Pengidap seperti tidak memiliki power untuk mengendalikan dirinya sendiri yang berarti pengidap OCD akan membawa pengaruh yang sangat signifikan  terhadap perilakunya dalam menjalani keseharian hidupnya. Lalu bagaimana jika pengidap OCD juga memiliki pemikiran yang overthinking? Yuk simak artikel lengkapnya!

Penyebab dan Resiko Penderita OCD

Penyakit yang menyerang ini tidak mengenal batasan usia, siapapun bisa mengidap OCD baik anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Mayoritas OCD dapat terlihat pada usia kisaran 19 tahun dan anak laki-laki lebih rentan terkena OCD daripada anak perempuan. Meskipun begitu faktanya penyebab pasti pada penyakit ini belum diketahui. Meskipun begitu ada beberapa faktor yang meningkatkan resiko penyakit mental ini pada seseorang, ialah sebagai berikut:

  • Struktur otak dan fungsinya
  • Keturunan atau genetik
  • Lingkungan tempat tinggal

Dari ketiga faktor tersebut ternyata lingkungan tempat tinggal merupakan hal yang paling berpengaruh. OCD lebih rentan terjadi pada orang-orang yang tinggal dilingkungan yang tidak memberikan dukungan pada psikis dimasa kecil. Misalnya perilaku bully, atau seringnya anak diremehkan karena keterbatasan maupun kekurangannya. Hal tersebut dapat memicu seseorang agar selalu melakukan hal yang sempurna, sehingga kesehatan mentalnya terganggu yang membuat pengidap melakukan hal yang sama secara berulang tanpa terkontrol oleh dirinya sendiri. 

Gejala OCD

Gangguan mental pada pengidap OCD akan mengalami gejala kompulsif atau obsesi bahkan bisa terjadi keduanya. Gejala ini dapat mempengaruhi keseharian hidup pengidapnya. 

Obsesi merupakan pikiran yang terjadi berulang-ulang, dorongan, atau gambaran yang dapat menimbulkan rasa cemas. Disamping itu kompulsif merupakan perilaku yang dilakukan secara berulang. Selain itu overthinking juga bisa menjadi satu gejala pengidap OCD. Seperti yang dipahami overthinking adalah kebiasaan seseorang yang terlalu memikirkan suatu hal bahkan meyakininya padahal hal tersebut belum tentu benar kenyataan nya. Jika dari sisi positif nya hal tersebut ada baiknya sebagai sikap waspada kita terhadap suatu hal.

OCD dengan Overthinking

Ternyata kaitannya OCD dengan overthinking cukup erat, karena ternyata OCD bisa terkombinasi. Gangguan mental tersebut disebut dengan pure obsessive OCD. Istilah ini sering digunakan bagi penderita OCD yang mengalami overthinking atau pikiran yang mengganggu tetapi biasanya tidak terdapat tanda-tanda perilaku kompulsif. Namun sebenarnya istilah ini sedikit menyesatkan karena menunjukkan tidak adanya perilaku kompulsif. 

Faktanya meskipun disebut mengidap pure obsessive OCD, seseorang masih akan memgalami dorongan tertentu atau disebut kompulsif internal tetapi biasanya pengidap tidak menyadarinya. Dengan begitu pengidap OCD yang mengalami overthinking sebaiknya selalu didampingi orang terdekat agar tidak melakukan hal-hal yang merugikan dirinya sendiri. 

Itulah informasi singkat mengenai OCD pada orang overthinking yang telah dirangkum oleh tim Ensipedia.id yang dapat disimpulkan bahwa orang yang memiliki kebiasaan overthinking tidak selalu akan menjadi sebuah kecendrungan OCD. Tetapi hal tersebut juga patut di waspadai. Jangan lupa simak artikel lainnya di website kami yang menyajikan beragam informasi.

Latest articles