Apa Itu Gerak Peristaltik dan Apa Penyebabnya yang Wajib Diketahui

Sistem pencernaan manusia adalah salah satu fungsi organ yang sangat bermanfaat sekaligus membantu menunjang kehidupan manusia dari segala aktivitas. Dari apa yang kita makan semua akan diproses oleh sistem pencernaan yang kemudian akan menghasilkan suatu energi. Yang nantinya menjadi sumber tenaga untuk kita mengerjakan suatu kegiatan atau aktivitas. 

Di saat kita mengkonsumsi sebuah makanan, usus akan mendorong makanan untuk memperlancar jalur pencernaan. Proses pergerakan tersebut di dalam dunia medis dinamakan peristaltik. Kali ini kita akan membahas mengenai Apa Itu Gerak Peristaltik dan Apa Penyebabnya yang Wajib Diketahui. Untuk mengetahui info selengkapnya mari kita simak dalam artikel di bawah ini.

Apa Itu Gerak Peristaltik?

Gerak peristaltik adalah sebuah gerakan yang bekerja pada otot-otot di dalam saluran pencernaan. Gerakan peristaltik sendiri sangat penting bagi proses pencernaan manusia,  gerakan tersebut akan menimbulkan gerakan seperti gelombang. Yang kemudian memberikan efek menyedot dan juga menelan makanan yang ada di dalam saluran pencernaan manusia.

Gerakan ini sangat diperlukan bagi tubuh untuk bekerja pada sistem pencernaan manusia. Dikarenakan tanpa adanya gerakan ini, makanan dan juga minuman tidak dapat tercerna dengan baik oleh sistem pencernaan manusia. Proses dari gerakan peristaltik sendiri merupakan gerakan meremas yang terjadi pada organ kerongkongan. Hal tersebut dapat terjadi saat kita meminum air, air tidak akan bisa tumpah meskipun kita melakukannya dengan cara jungkir balik. Dikarenakan, terjadi pertahanan gaya di dalam lambung. Kemudian setiap apa yang kita makan dan juga minum, proses masuknya makanan dan juga minuman akan tetap bertahan supaya tidak terlepas dari arus jalur pencernaan manusia. Proses gerakan tersebut juga dapat menjepit kedua buah sisi, serta mempunyai dua sifat, yaitu lengket dan juga licin. Gerakan peristaltik ini mempunyai sistem menjepit.

Apa Penyebabnya dari Gerak Peristaltik?

Saat kita mengalami kelaparan, perut kita akan menghasilkan bunyi yang cukup nyaring sebagai sinyal untuk kita. Tingkat kenyaringan bunyi tersebut yang nantinya akan memberikan sinyal kepada kita. Apakah kita hanya sekedar lapar ringan, cukup lapar, atau bahkan mengalami kelaparan yang cukup parah. Bunyi tersebut juga yang nantinya akan terdengar oleh telinga kita atau bahkan sampai pada telinga orang lain disekitar kita. Suara tersebut berasal dari organ dalam yaitu usus kecil kita yang terhubung dengan sistem pencernaan. Sistem pencernaan kita terhubung mulai dari mulut hingga berakhir pada anus kita. Disaat terjadinya proses mendorong makanan atau minuman, yang kemudian masuk pada sistem pencernaan kita, hal tersebut menggunakan gelombang kontraksi otot kita. Yang kemudian bergerak maju dan mendorong makanan dan minuman kita ke bawah. Hal itu merupakan proses yang dinamakan gerak peristaltik.

Gerak Peristaltik juga membantu proses mengaduk makanan atau minuman. Yang kemudian bercampur dan menghasilkan chyme. Chyme sendiri merupakan zat yang berbentuk cairan, yang terbentuk di dalam perut. Chyme terbuat dari makanan yang dicerna sebagian, air, asam klorida dan berbagai enzim pencernaan.

Seperti yang kita ketahui sistem pencernaan kita merupakan organ yang sangat penting sebagai penunjang kehidupan kita. Dari proses pencernaan tersebut energi akan dihasilkan sebagai sumber tenaga kita untuk melaksanakan kegiatan atau aktivitas sehari hari. Sistem pencernaan sendiri juga terhubung dengan otak kita, yang kemudian menjadi sinyal bagi kita.

Apakah kita lapar atau haus. Disaat otak kita mengalami gangguan, atau rusak fungsinya. Otak akan berhenti mengirimkan sinyal lapar atau haus. Yang terjadi pada orang dalam gangguan jiwa. Mereka makan dan minum meskipun mereka tidak lapar ataupun haus. Otak juga tidak dapat mengirimkan sinyal sakit meskipun mereka orang dalam gangguan jiwa memakan atau meminum, makanan dan minuman yang keadaannya basi ataupun busuk.

Latest articles