Inilah yang Dimaksud Abnormalitas Uterus Serta Penyebab Pendarahannya

Perdarahan uterus abnormal merupakan perdarahan yang berasal dari korpus uteri yang terjadi secara abnormal pada wanita tidak hamil. Abnormalitas perdarahan bisa terjadi berkaitan dengan durasi, frekuensi, volume, dan atau keteraturan siklus. Perdarahan uterus abnormal biasa terjadi pada wanita usia produktif, remaja, dan wanita premenopausal. Untuk mengetahui lebih lengkapnya, yuk simak artikel berikut ini!

Penyebab perdarahan uterus abnormal

Penyebab perdarahan uterus abnormal yaitu patologi struktural rahim seperti fibroid, polip endometrium, adenomiosis, neoplasia atau penyebab nonuteri seperti disfungsi ovulasi, gangguan hemostasis, dan obat-obatan. Perdarahan menstruasi yang banyak merupakan presentasi klinis perdarahan uterus abnormal yang paling banyak ditemukan. Perdarahan uterus abnormal umumnya berkaitan dengan siklus menstruasi anovulasi tetapi juga dapat terjadi pada pasien dengan oligo-ovulasi. Perdarahan uterus abnormal dianggap sebagai diagnosis eksklusi, karena terjadi tanpa adanya patalogi pelvis yang dapat dikenali, penyakit medis secara umum, maupun kehamilan. 

Kondisi medis yang sering menyebabkan perdarahan uterus abnormal

  • PCOS (sindrom polikistik ovarium)

PCOS merupakan gangguan endokrin yang membuat tubuh wanita kelebihan hormon seks. Sehingga hormon esterogen dan progesteron tidak seimbang dan siklus menstruasi tidak teratur.

  • Endometriosis

Kondisi ini dapat terjadi ketika dinding rahim tumbuh diluar uterus, misalnya pada ovarium. Tidak hanya itu, endometriosis juga sering menyebabkan perdarahan pada menstruasi menjadi sangat deras dan banyak.

  • Polip rahim

Polip dapat muncul pada rahim. Meskipun hingga kini penyebabnya belum dapat diketahui. Namun pertumbuhan ini sangat dipengaruhi oleh hormon esterogen. Pembuluh darah kecil pada polip dapat menjadi penyebab perdarahan uterus abnormal.

  • Fibroid rahim

Fibroid dapat muncul pada rahim, dinding rahim ataupun otot rahim. Seperti polip, penyebabnya pun belum diketahui. Namun lagi-lagi hormon esterogen memiliki peran dalam hal ini.

  • Penyakit kelamin

Penyakit kelamin yang menjadi penyebab luka seperti gonore dan klamidia bisa menyebabkan perdarahan uterus abnormal. Perdarahannya biasa terjadi setelah berhubungan seks.

Gejala perdarahan uterus abnormal

Gejala umum yang bisa terjadi yaitu terjadinya perdarahan pada saat anda tidak sedang menstruasi. Akan tetapi perdarahan ini juga dapat terjadi ketika anda sedang menstruasi, dalam kasus tersebut ada beberapa hal yang dapat anda alami seperti:

  • Perdarahan menstruasi yang sangat deras
  • Darah menggumpal atau ada gumpalan besar
  • Perdarahan melebihi 7 hari
  • Perdarahan terjadi kurang dari 21 hari sejak menstruasi terakhir anda
  • Muncul bercak darah
  • Payudara terasa lunak dan sensitif
  • Begah

Kapan harus pergi ke dokter?

Segeralah periksakan diri anda ke dokter jika anda mengalami hal seperti:

  • Pusing
  • Pingsan
  • Lemas
  • Tekanan darah rendah
  • Detak jantung meningkat
  • Kulit pucat
  • Nyeri
  • Keluar gumpalan darah sangat besar
  • Perdarahan yang berlebihan

Diagnosis perdarahan uterus abnormal

Untuk mendiagnosis penyakit ini, dokter akan melakukan wawancara mengenai siklus menstruasi anda. Hal ini dapat membantu dokter untuk memprediksi gangguan reproduksi anda seperti PCOS atau endometriosis. Jika anda mengkonsumsi obat-obatan seperti pil KB anda harus memberi tahukan hal tersebut kepada dokter karena bisa jadi hal tersebut adalah penyebabnya. Tes yang mungkin akan dilakukan dokter untuk mendiagnosis perdarahan uterus abnormal seperti:

  • USG

Setelah wawancara selesai biasanya dokter akan memeriksa langsung menggunakan USG, untuk mengamati organ reproduksi anda. Pemeriksaan ini dilakukan guna memastikan apakah ada pertumbuhan polip atau fibroid, tidak hanya itu dengan USG juga dapat memastikan apakah ada perdarahan dalam serta untuk mengecek keseluruhan organ reproduksi bagian dalam.

  • Tes darah

Tes darah dilakukan guna memeriksa kadar hormon dan jumlah darah lengkap. Karena kadar darah anda dapat menentukan penyebab perdarahan. Apabila anda mengalami perdarahan yang deras dan berkepanjangan, jumlah darah anda dapat mengungkapkan apakah sel darah merah anda terlalu rendah, karena hal ini dapat menandakan anemia. 

  • Biopsi endometrium

Dengan biopsi akan menunjukkan bahwa ada perubahan sel yang tidak wajar, perubahan sel yang tidak wajar dapat menandakan hormon tidak seimbang, kanker, dan lainnya.

Nah itulah informasi seputar uterus abnormal beserta ciri-ciri perdarahannya yang telah dirangkum oleh tim Ensipedia, semoga informasi ini bermanfaat. Jangan lupa simak artikel lainnya dengan pembahasan yang tak kalah menarik.

Latest articles