Mengenal 3 Peran Warganet dalam Media Sosial, Sebagai Apakah Kamu?

ENSIPEDIA.ID – Kendari, Media sosial adalah media komunikasi paling populer saat ini. Menurut data yang diperoleh dari We Are Social per Januari 2020, sekitar 160 Juta atau 59% masyarakat Indonesia aktif di media sosial. Artinya, lebih dari setengah populasi Indonesia setidaknya memiliki akun Facebook, Instagram, Twitter, atau yang lainnya.

Media sosial juga telah membuat sebuah ruang sosialisasi maya yang disebut dengan dunia virtual. Setiap akun sosial media akan menjadi identitas baru di dunia maya tersebut. Muncullah istilah warganet (netizen) untuk merujuk pada orang-orang yang berinteraksi di dunia virtual internet. Rupanya,  setiap warganet memiliki peran masing-masing dalam sosial media. Arianto (2020) mengkategori peran warganet menjadi 3, yaitu: influencer, folower, dan buzzer.

  1. Influencer
Influencer/freepik.com

Secara sederhana, influencer dapat didefinisikan sebagai orang yang berpengaruh dalam media sosial, sehingga menarik para follower untuk mengikutinya. Peran dari influencer adalah menyebarluaskan informasi, berita, pesan kepada khalayak media sosial lainnya.

Seseorang yang dianggap influencer biasanya memiliki karakteristik khusus. Misalnya dalam bidang fotografi, sinematografi, public speaking, olahraga, menulis, atau hanya sekedar pencari sensasi. Kebanyakan influencer yang kita kenal sekarang adalah seorang selebritas ataupun pejabat. Namun, yang menjadi aspek penting dari influencer adalah tingkat keterkenalan yang tinggi seperti memiliki pengikut yang banyak.

  1. Follower
follower/freepik.com

Sesuai namanya, follower berperan sebagai aktor yang menjadi pengikut influencer. Dalam hal ini, follower memiliki kuantitas yang paling banyak dari peran lainnya. Hal ini disebabkan karena kebanyakan orang menggunakan media sosial hanya berorientasi untuk mengisi waktu luang. Sehingga mereka hanya ingin untuk menerima informasi semata.

Ada 3 faktor yang membuat seseorang hanya ingin menjadi follower saja. Pertama, faktor mencari eksistensi diri. Seperti yang kita ketahui bahwa kebanyakan pengguna media sosial adalah generasi millenial dan generasi Z. Apalagi generasi Z diketahui sering “ikut-ikutan” trend. Untuk membuktikan eksistensi diri, mereka mengikuti trend influencer.

Kedua, faktor figur ketokohan. Para pengikut biasanya menjadi follower karena mereka melihat figur yang menarik dari influencer. Selain itu, kesamaan visi terhadap influencer dan follower terkadang menyatukan mereka dalam interaksi media sosial.

Ketiga, faktor kebutuhan informasi. Influencer yang diikuti oleh follower seperti ini biasanya akun berita, gosip, atau akun publik pemerintah dan humas perusahaan.

  1. Buzzer
buzzer/freepik.com

Walaupun makna buzzer sekarang lebih dikaitkan dengan situasi politik. Namun, pada dasarnya buzzer adalah penggema, penyebarluas, pendengung informasi di media sosial. Buzzer berperan untuk menggiring dan membentuk opini publik di media sosial. Selain itu, buzzer juga memperkuat dan memperluas cakupan informasi yang telah di posting oleh influencer. Ciri utama dari buzzer adalah sering melakukan retweet, repost, atau meng-share postingan. Tingkat keaktifan buzzer lebih tinggi dibanding kedua peran lainnya. Bagi kamu yang sering membagikan pistingan, bisa saja kamu adalah seorang buzzer.

Jadi, peran kamu sebagai apa?

Latest articles