Kenapa Kemampuan Bernyanyi Tiap Orang Berbeda?

ENSIPEDIA.ID – Bernyanyi adalah salah satu budaya yang sangat sering dilakukan oleh orang-orang. Mulai dari kemampuan bernyanyi yang sangat bagus hingga yang biasa saja pasti pernah bernyanyi. Dengan bernyanyi, kita dapat mengekspresikan apa yang sedang kita rasakan saat itu. Di kala kita sedang patah hati, lagu-lagu galau pun dinyanyikan sambil memegang gitar di waktu senja. Begitu juga saat senang, lagu-lagu bahagia dinyanyikan sambil berdansa. Tapi dibalik budaya bernyanyi ini, kenapa kemampuan bernyanyi berbeda pada tiap orang?. Mengapa demikian?

Menurut Sean Hutchins, dilansir dalam laman NBC news, seorang peneliti di International Laboratory of Brain, Music, and Sound Research Université de Montréal, berkata bahwa bernyanyi merupakan aktivitas yang rumit. Menyanyi itu rumit karena orang harus mencocokkan nada yang didengarnya dengan suara yang akan dikeluarkan secara tepat. Lalu, seseorang yang bernyanyi juga harus mengontrol otot-otot vokal mereka dengan tepat agar suara tidak melenceng dari nada yang seharusnya, atau biasa disebut fals.

Setiap orang memiliki kemampuan mengontrol otot-otot vokal inilah yang membuat kemampuan bernyanyi setiap orang berbeda-beda. Namun, apakah seseorang bisa melatih vokal mereka agar semakin baik?

Dalam laman PennState News, Profesor Joanne Rutkowski dari Pennsylvania State University mengatakan bahwa, kualitas suara sebenarnya tergantung oleh banyak faktor. Semua orang tentunya dapat belajar menyanyi dengan cukup baik untuk menyanyikan lagu-lagu dengan tingkat kesulitan yang dasar, kecuali orang tersebut mengalami kecacatan tertentu secara fisik. Meskipun setiap orang dapat melatih vokal mereka, tapi tidak semua orang memiliki suara yang indah dan merdu.

Menurut Rutkowski, kebanyakan orang yang tidak memiliki kemampuan bernyanyi yang bagus karena mereka memiliki kebiasaan saat bernyanyi menggunakan suara yang biasa mereka gunakan sehari-hari untuk berbicara, alias dengan rentang suara yang rendah dan terbatas. Sedangkan untuk menyanyi, suara yang dikeluarkan ini lebih tinggi daripada suara saat berbicara. Menyanyi itu membutuhkan mekanisme vokal yang rileks sambil mengolah napas agar suara yang dihasilkan berbunyi sangat indah di telinga. Jadi bukan menggunakan suara ketika berbicara seperti biasa.

Jadi pada dasarnya kemampuan bernyanyi sebenarnya tergantung dengan suara masing-masing ditambah kemampuan mengontrol otot-otot vokal. Bagi kalian yang memiliki impian menjadi penyanyi, jangan minder terlebih dahulu karena kemampuan bernyanyi yang tidak cukup bagus. Cukup latihan rutin untuk melatih otot-otot vokal dan tetap semangat!

Latest articles