Tirai Besi di Eropa, Ternyata Inilah Asal-usulnya!

ENSIPEDIA.ID, Jakarta – Perang Dingin, atau biasa dikenal dengan Cold War adalah ketegangan politik dan militer antara Blok Barat yang dipimpin Amerika beserta sekutu NATO-nya, dengan Blok Komunis yang dipimpin Uni Soviet beserta negara-negara satelitnya. Konflik ini berawal dari kemenangan Amerika, Uni Soviet, dan beserta negara sekutu lainnya. Kemenangan ini menyisakan Amerika dan Uni Soviet menjadi 2 negara adidaya di dunia dengan perbedaan ideologi, ekonomi, dan militer. Hal ini membuat Amerika dan Uni Soviet berlomba-lomba untuk menjadi negara paling berpengaruh di dunia. Konflik ini dinamakan Perang Dingin karena kedua negara tidak pernah mendeklarasikan aksi militer secara langsung, namun masing-masing pihak ikut campur dalam peperangan sipil di dunia yang menentukan ideologi dan revolusi suatu negara. Dan kedua negara memiliki senjata nuklir yang dapat mengancam kehancuran besar. Bahkan efek dari Perang Dingin masih dapat dirasakan hingga kini. Dari benua Eropa, hingga seluruh dunia

False: Croatian President claims she was born behind the Iron Curtain. – eufactcheck.eu

1. Sekutu meluncurkan Rencana Marshall – Pemulihan ekonomi skala besar ke Eropa Barat

Rencana Marshall, atau lebih dikenal dengan Marshall Plan adalah rencana pemulihan ekonomi kepada negara-negara di Eropa Barat oleh Amerika Serikat. Rencana ini diberlakukan mulai tahun 1948 yang membutuhkan sekitar $15 Triliun Dolar Amerika (kurs saat itu). Rencana ini dirancang untuk dijalankan selama kurang lebih 4 tahun untuk memperbaiki kota yang hancur, pemulihan ekonomi, serta perbaikan industri.
Selain untuk memperbaiki ekonomi, Marshall Plan ini diluncurkan juga untuk menghindari pengaruh komunis menyebar ke Eropa Barat dari Uni Soviet kala itu. Marshall Plan ini juga menjadi salah satu kunci kerja sama antara Amerika Utara dan Eropa Barat untuk membentuk aliansi bernama North Atlantic Treaty Organization (NATO).

2. Tidak tinggal diam, Uni Soviet mendirikan Comecon – pengelompokan ekonomi yang disponsori Soviet

Council for Mutual Economic Assistance atau lebih dikenal dengan Comecon adalah organisasi ekonomi yang terdiri dari negara-negara Eropa Timur beserta Uni Soviet. Comecon ini berdiri sejak tahun 1949 hingga 1991. Dengan dibentuknya Comecon ini stalin berharap bahwa negara-negara komunis dapat segera memulihkan kekuatan ekonomi mereka.

3. Perbedaan ekonomi Eropa Barat dan Timur, membuat negara-negara blok timur iri dengan pemulihan ekonomi yang pesat di blok barat

Ketidakstabilan di Eropa Timur dan integrasi di Eropa Barat meningkatkan keinginan untuk mengatur hubungan intrabloc dalam kerangka kelembagaan yang lebih rumit. Perjanjian Warsawa pada tahun 1955 yang berisi tentang Persahabatan, Kerja Sama, dan Saling Membantu dan mesin pelaksananya memperkuat hubungan politik-militer antar anggota Comecon.

4. Uni Soviet melakukan pemblokiran semua rute suplai dari Amerika ke Berlin Barat

Blokade Berlin merupakan salah satu krisis Internasional besar pertama pada Perang Dingin. Pada saat itu semua jalur rel, air, dan jalan darat ke Berlin diputus oleh Uni Soviet. Hal ini dilakukan karena tidak setuju dengan diberlakukannya reformasi ekonomi dan ditetapkannya Deutsche Mark sebagai valuta baru di Jerman Barat oleh Sekutu.
Ternyata sekutu tidak menyerah dengan pemblokiran jalur ini. Satu-satunya cara untuk tetap memberikan bantuan logistik kepada Berlin Barat yaitu dengan pengiriman suplai melalui udara (Berlin Airlift 1948-9). Dan ternyata rencana ini sukses besar, dan membuat Uni Soviet mencabut keputusan pemblokiran jalur ini pada bulan Mei 1949.

5. Uni Soviet sukses menciptakan Bom Atom-nya sendiri

Pada 29 Agustus 1949, Uni Soviet ternyata diam-diam telah berhasil menciptakan bom atom pertamanya. Hal ini membuat Amerika Serikat cukup terkejut. Dan karena Uni Soviet telah dapat membuat senjata nuklirnya sendiri, Amerika Serikat sudah tidak dapat memonopoli senjata nuklir semaunya.
Bom Atom ini dinamakan RDS-1, atau disebut juga Izdeliye 501 dan Halilintar pertama, yang diluncurkan di Semipalatinsk, RSS Kazakh, setelah penelitian dan pengembangan yang dilakukan Uni Soviet secara rahasia. Bom Atom ini memiliki kekuatan sebesar 20 kiloton (Mirip dengan kekuatan Fat Man yang dijatuhkan di Nagasaki, Jepang).

6. Kemenangan Pasukan Pembebasan Rakyat di China membuat China dan Uni Soviet berhubungan baik dengan paham komunisnya

Perang Saudara China yang terjadi selama bertahun-tahun sejak sebelum jaman imperialis Jepang, hingga pada 1949 perang ini berakhir dimenangkan oleh Pasukan Pembebasan Rakyat yang menganut paham Komunis yang dipimpin oleh Mao Zedong.
Hal ini membuat Uni Soviet kemudian menjalin aliansi dengan Republik Rakyat Tiongkok yang baru terbentuk. Chiang dan pemerintahan KMT nya mundur ke kepulauan Taiwan. Karena dihadapkan pada revolusi komunis di Tiongkok dan akhir dari monopoli atom Amerika Serikat pada tahun 1949, pemerintahan Truman segera memperluas dan meningkatkan kebijakan kontainmen mereka di Tiongkok.

7. Korea yang dipisahkan oleh 38th Parallel, Uni Soviet membentuk rezim komunis di utara dan Amerika membentuk rezim anti-komunis di selatan

Setelah Perang Dunia II, nasib Korea yang dikuasai oleh Uni Soviet dan Amerika Serikat kala itu membuat Korea harus dipisahkan menjadi 2 oleh 38th Parallel. Korea bagian utara menganut paham komunis yang didukung oleh Uni Soviet, sedangkan Korea bagian selatan menganut paham anti-komunis yang didukung oleh Amerika Serikat.

8. Rencana penyatuan Korea

Karena dipimpin oleh rezim yang berbeda, menganut ideologi yang berbeda, dan menginginkan adanya hanya satu Korea. Membuat pemimpin dari Korea Utara dan Korea Selatan saling menginginkan penyatuan korea dibawah satu kepemimpinan dengan menghilangkan salah satu paham ideologi. Dan ternyata yang berinisiatif memulai penyatuan Korea ini adalah Korea Utara yang dipimpin oleh Kim Il-Sung.

Latest articles