Tidak Dapat Menjawab Pertanyaan Saat Presentasi? 3 Trik Ini Bisa Anda Lakukan untuk Mengatasinya

ENSIPEDIA.ID – Kendari, Presentasi merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengomunikasin gagasan, ide, hasil temuan kepada orang lain, baik itu di dalam ruang kuliah, kelas, diskusi kelomopok, seminar, dan kesempatan lainnya. Berikut trik untuk menjawab presentasi.

Pada akhir sesi presentasi, biasanya disediakan waktu khusus untuk tanya-jawab. Sesi ini merupakan yang paling ditakuti oleh presenter karena terkadang pertanyaan yang diberikan oleh penanya terlalu sulit atau tidak bisa dijawab.

Sukses atau tidaknya presentasi ketika kita bisa menjawab semua pertanyaan audiens. Hal tersebut menjadi penentu tingkat kredibilitas kita sebagai seorang yang mendalami materi. Tentunya untuk mendapat nilai lebih dari guru atau dosen.

Tetapi, bagaimana kalau Anda tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut? Nah, kami memiliki trik jitu untuk mengatasi pertanyaan tersebut.

  1. Delay
Trik Delay/Freepik.com

Salah satu tips untuk mengatasi pertanyaan yang sulit dalam presentasi adalah menunda pertanyaan tersebut. Anda bisa memulai menjawab pertanyaan dari urutan yang paling mudah untuk dijawab. Sebagai pengatur jalannya diskusi, Anda tentu saja boleh untuk melakukan ini. Selagi menjawab pertanyaan yang lebih mudah, Anda bisa memikirkan jawaban pertanyaan yang sulit tersebut.

“Saya akan memulai menjawab pertanyaan dari saudara C terlebih dahulu.”

Apabila pertanyaan tersebut terlalu sulit untuk dijawab bahkan hingga habisnya waktu presentasi dan diskusi. Anda juga boleh menjawab pertanyaan tersebut di lain waktu. Tentunya dengan penjelasan bahwa pertanyaan tersebut terlalu menarik dan Anda berjanji untuk menjawabnya.

“Pertanyaan Saudara A terlalu menarik, sehingga saya harus melakukan riset mendalam terlebih dahulu. Akan saya jawab pertanyaan tersebut dipertemuan selanjutnya.”

  1. Deflect
Declay/ Sumber: Freepik.com

Nah, trik berikutnya untuk menjawab pertanyaan yang tidak bisa dijawab adalah dengan membelokkan pertanyaan.

Cara pertama untuk membelokkan pertanyaan adalah dengan bertanya kembali dengan penanya atau audiens. Dengan hal tersebut, fokus pertanyaan yang sulit kemungkinan akan tergoyahkan dari dalam pikiran si penanya.

Misalnya, “Pertanyaan yang menarik. Namun, saya ingin mengetahui tentang pendapat saudara tentang ini?”

Kalau Anda seorang guru, dosen, atau tenaga pengajar. Anda bisa membelokkan pertanyaan dengan menjadikan pertanyaan tersebut sebagai tugas atau topik diskusi kelompok.

Cara ketiga untuk membelokkan adalah dengan menjawab pertanyaan walaupun jawabannya tidak terlalu fokus. Misalnya, audiens bertanya tentang topik A, kamu bisa menjawabnya dengan topik B dengan sedikit menyentuh isi pertanyaan. Apabila si penanya kurang kritis, maka ia akan menerimanya saja.

  1. Dismiss
Dismiss/ Sumber:Freepik.com

Ada kalanya pertanyaan yang tidak bisa terjawab dikarenakan pertanyaan tersebut di luar topik diskusi.

“Terima kasih atas pertanyaan saudara. Namun, menurut saya  pertanyaan tersebut tidak relevan dengan topik yang saya presentasikan tadi.”

Namun demikian, walaupun tidak relevan, Anda harus tetap menjawabnya. Jawaban Anda tidak mesti memuaskan karena audiens sudah tahu bahwa pertanyaan tersebut di luar topik.

Apabila belum bisa menjawab karena hal tidak paham dengan pertanyaan, Anda bisa meminta penanya untuk memperjelas pertanyaan.

“Mohon maaf, apakah pertanyaanya bisa lebih diperjelas?”

Jika benar-benar tidak bisa menjawabnya, Anda bisa meminta bantuan kepada rekan, menanyakan ke audiens apabila ada yang bersedia menjawab, atau meminta bantuan ke guru ataupun dosen.

Hakikat dari presentasi adalah berdiskusi secara dua arah. Artinya, sesi tanya-jawab adalah hal yang juga sangat penting. Konklusi dari artikel ini adalah menuntut Anda untuk menanggapi setiap pertanyaan. Pertanyaan yang ditanggapi walaupun kurang memuaskan lebih baik daripada pertanyaan yang tidak ditanggapi sama sekali dan Anda mati kutu saat ditanya.

Baca Juga: 3 Peran Warganet dalam Media Sosial

Latest articles