Sistem Pendidikan Vokasi dan Perbedaannya dengan Sarjana

ENSIPEDIA.ID, Palembang – Dalam sistem pendidikan tinggi (sisdikti), mungkin kita lebih familiar dengan universitas sebagai tempat untuk menuntut ilmu bagi seorang mahasiswa. Tapi tahukah kamu, selain universitas yang merupakan pendidikan tinggi di bidang akademik, ternyata pendidikan tinggi juga memiliki bidang lain yaitu berbasis keahlian (vokasi).

Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang memfokuskan penguasaan pada bidang keahlian terapan. Program vokasi biasanya dikenal dengan istilah diploma. Pendidikan vokasi terdiri dari 4 jenjang yaitu diploma 1 (ahli pratama), diploma 2 (ahli muda), diploma 3 (ahli madya), dan diploma 4 (sarjana terapan).

Kurikulum pendidikan vokasi di rancang sedemikian rupa agar lulusannya memiliki pengalaman kerja yang lebih banyak sebagai bekal memasuki dunia kerja. Oleh karenanya porsi belajar pada pendidikan vokasi adalah 30% Teori dan 70% praktik.

Lalu apa bedanya program D4 dan Sarjana? Bukankah tanggung jika mengambil program diploma? lebih baik sekalian ambil program sarjana saja.

Ini beberapa kesalahan persepsi yang beredar di masyarakat. Banyak orang menganggap program diploma 4 itu tidak setara dengan sarjana. Nyatanya baik D4 maupun S1 setara dan sama-sama disebut sarjana. Cuma bedanya, S1 bergelar sarjana dengan diikuti bidang atau prodi yang diambil, misalnya S.T (sarjana teknik). Sementara gelar untuk program D4 adalah sarjana terapan yang diikuti oleh bidang keahlian yang diambil, misalnya S.Tr.T (sarjana terapan teknik).

Singkatnya, lulusan sarjana bidang akademik akan dipersiapkan untuk menjadi pemikir, perancang serta analis dalam suatu proyek. Sedangkan lulusan sarjana bidang keahlian (vokasi) dipersiapkan sebagai teknisi yang akan mengeksekusi pekerjaan di lapangan.

Jika universitas merupakan pendidikan tinggi bidang akademik, lalu siapa yang menyediakan pendidikan tinggi di bidang vokasi (keahlian)?

Berdasarkan undang-undang, pendidikan tinggi dibagi menjadi dua bidang yaitu bidang akademik dan juga bidang keahlian. Pada bidang akademik terdapat 3 pendidikan tinggi yang dapat dipilih yaitu Universitas, Institut, dan Sekolah Tinggi. Sedangkan pada bidang vokasi (keahlian) terdapat 3 pendidikan tinggi juga yaitu Politeknik, Akademi, dan Community College (akademi komunitas).

Program vokasi juga bergerak dengan kurikulum yang menyesuaikan kebutuhan dunia industri. Misalnya saja pada jurusan Teknik Energi yang terdapat di Politeknik Negeri Sriwijaya. Fokus pada program studi ini ialah energi tak terbarukan karena bertempat di provinsi sumatera selatan yang merupakan lumbung energi tak terbarukan, sehingga terdapat perusahaan yang bergerak pada bidang energi seperti PT. Bukit Asam (batubara) dan Pertamina (minyak bumi).

Khairul Apandi
Peramu Kata

Latest articles