Home Edukasi Sistem Limbic: Si Pengatur Bahasa Tubuh Manusia

Sistem Limbic: Si Pengatur Bahasa Tubuh Manusia

287
Source: teenbraintalk.wordpress.com

ENSIPEDIA.ID, Jakarta – Ucapkan salam perkenalan dengan sistem limbic, otak yang mengatur perilaku non-verbal dan emosi kita.

Tahukah kamu kalau setiap perilaku non-verbal kita diatur juga oleh otak? Otak tidak hanya mengatur kata-kata yang keluar dari kepala atau memenajarial setiap tindakan sadar kita. Ternyata otak juga mengatur kedipan mata, ekspresi tak sadar, gerakan kaki, goyangan tangan, hingga perilaku lainnya.

Sistem Limbic, Si Otak Mamalia

Paul MacLean, seorang ilmuan di bidang neourosains menyebut otak manusia sebagai otak triune bahwa otak merupakan pusat kontrol dan komando dari setiap yang dilakukan oleh manusia (kecuali gerakan refleks otot). Triune dibagi dalam 3 bagian yaitu, stem (otak reptil), limbic (otak mamalia), neocortex (otak manusia).

Otak limbic adalah bagian yang mengatur perilaku aksi manusia yang refleks dan instan secara langsung. Artinya setiap tindakan yang dilakukan tanpa berpikir terlebih dahulu sebenarnya diatur oleh limbic. Limbic juga disebut sebagai tempat aksi berlangsung.

Baca Juga: Literasi Sains

Yang Paling Jujur dari Manusia Itu Sendiri

Jika ingin mengetahui otak manakah yang paling jujur, maka otak limbic-lah jawabannya. Hal ini terjadi karena otak limbic bekerja tanpa persetujuan dari kita. Berbeda dengan perkataan (dari otak neocortex) yang keluar dengan pertimbangan, sehingga bisa jadi ada kebohongan di dalamnya. Otak limbic mengeluarkan perilaku/respon non-verbal secara alami yang dapat diamati untuk melihat tingkat kejujuran dari seseorang.

Setiap emosi yang dikeluarkan oleh manusia juga berpusat pada bagian otak ini. Maka dari itulah emosi sulit untuk dikontrol. Yang dapat dikontrol dari emosi hanyalah perkataan, tetapi untuk ekspresi wajah dan gestur orang yang emosi tidak dapat disembunyikan. Orang yang marah sesabar apapun akan memperlihatkan kemarahannya secara tidak sadar dalam sebuah raut wajah.

“Perilaku limbic merupakan perwujudan pikiran, perasaan, dan niat kita.”
-Joe Navarro

Sistem Limbic dan Cara Manusia Bertahan Hidup dengan Prilaku Nonverbal

Karena bekerja tanpa persetujuan kita, maka otak limbic bertanggung jawab dalam untuk menjaga kelangsungan hidup manusia. Limbic akan memproduksi tanda-tanda nonverbal yang akan mengatur perilaku kita ketika dalam situasi bahaya. Misalnya saat bertemu dengan mantan, secara otomatis limbic akan menggerakkan kita untuk menghadapinya. Apakah kita akan menghindar, membeku (merasa kaku dan gelagapan), atau akan melawannya dengan membawa pacar baru (hehe). Respon itulah yang disebut sebagai 3F (Freeze, Flight, Fight) sebagai mekanisme pertahanan diri oleh otak limbic.

•Membeku (Freeze)

Membeku adalah respon manusia yang paling primitif dalam menghadapi bahaya. Nenek moyang kita menerapkan mekanisme pertahanan diri ini ketika berhadapan dengan hewan buas. Karena pada dasarnya kebanyakan predator bereaksi terhadap gerakan yang dilakukan oleh mangsanya. Maka dari itu, respon yang terbaik bisa jadi diam dan membeku. Respon tersebut diadopsi manusia hingga hari ini.

Ketika kita sedang diwawancarai dan si pewawancara menanyakan pertanyaan yang cukup sensitif. Pasti respon kita akan membeku sementara sebelum mengambil keputusan untuk menjawab atau menolak pertanyaan tersebut.

•Menghindar (Flight)

Menghindar atau menyelamatkan diri menjadi langkah kedua dalam mekanisme pertahanan diri otak limbic. Tujuan dari menghindar adalah menjauhkan diri dan memberikan waktu untuk menganalisis. Menghindar juga bisa dengan cara memberikan sinyal bahwa kita tidak suka ketika dalam situasi tersebut. Contoh dalam situasi wawancara tadi, tubuh kita akan menjauhi pewawancara sebagai respon flight. Atau kita akan membawa alur pembicaraan ke topik yang lainnya ketika topik yag sedang dibahas membuat kita merasa bahaya untuk dibincangkan.

•Melawan (Fight)

Strategi terakhir yang akan kita lakukan adalah melawan. Hal tersebut jika respon membeku dan menghindar tidak efektif. Respon seperti memukul, menampar, menendang, meninju, merupakan mekanisme pertahanan diri manusia. Berbeda dengan menghindar yang cenderung menjauhkan anggota tubuh ke arah lawan. Ketika respon melawan, tubuh akan cenderung mendekati lawan.

Misal ketika dalam situasi diskusi, ketika kita ingin berdebat argumen maka anggota tubuh kita cenderung ke arah lawan. Apakah itu tubuh yang menjorok ke depan ataukah telunjuk yang menunjuk ke arah lawan bicara.

“Satu alasan terbaik untuk mempelajari perilaku nonverbal adalah karena perilaku tersebut ka dang dapat memberikan peringatan tentang niat seseorang untuk melukai Anda secara fisik sehingga Anda punya waktu untuk menghindar dari konflik.”
-Joe Navarro