Mengenal Crab Mentality, Sindrom Iri Terhadap Orang Lain dan Ingin Menjatuhkannya

ENSIPEDIA.ID, Jember – Crab mentality merupakan suatu sikap iri seseorang terhadap kesuksesan atau keberhasilan orang lain. Lebih lanjut lagi, ia akan berusaha untuk menjatuhkannya agar orang sukses tersebut kembali setara dengan dirinya.

Istilah ini diambil dari analogi perilaku kepiting di dalam satu ember penuh yang mencabit kepiting lain ketika akan berhasil naik dari ember. Mereka lebih memilih mati bersama dibandingkan dengan membiarkan temannya bertahan hidup atau melarikan diri.

Sikap dan perilaku individu dengan mental kepiting dapat dilihat dari kebiasaannya yang suka mengkritik, meremehkan, hingga memanipulasi orang lain agar tidak dapat berkembang dan mendahuluinya.

Salah satu contoh sederhananya adalah kondisi ketika seseorang mengajak temannya untuk bolos bersama agar tidak merasa tidak sendirian saat membolos maupun ketika dimarahi oleh pihak sekolah.

Fenomena psikologis ini membuat seseorang kesulitan untuk menghargai pencapaian orang lain sehingga memunculkan rasa iri dan berupaya membuat orang tersebut ada di kondisi yang sama dengan dirinya.

Salah satu faktor munculnya crab mentality adalah ketergantungan manusia dalam hidup berkelompok. Manusia seharusnya bergabung bersama untuk memudahkan mereka mencapai tujuan bersama. Tetapi, persaingan dalam suatu kelompok tidak bisa dianggap remeh. Rasa cemburu, malu, dendam, kompetitif, serta harga diri yang rendah bisa menjadi alasan munculnya mental kepiting ini pada seseorang.

Jika seseorang sangat peduli dengan status sosial dirinya dan orang lain, mentalitas kepiting ini juga bisa muncul. Hal ini karena status yang tinggi atau rendah mengakibatkan sifat kompetitif yang berlebihan Dari sifat kompetitif yang berlebihan inilah, muncul keinginan untuk tidak ‘kalah sendiri’.

Melihat teman yang sukses bukannya menimbulkan perasaan bangga, melainkan perasaan iri dan ingin menjatuhkan. Akhirnya, karena sifat yang semakin lama semakin melekat dengan diri orang tersebut, pola pikir kepiting sudah tidak terelakkan lagi. Perilaku mentalitas kepiting menjadi sesuatu yang biasa karena terlalu seringnya seseorang ingin menarik turun temannya yang lebih sukses.

 

Ubay Muzemmil
Gak tau mau ditulis apa

Latest articles