Proteksi Diri dengan Tas Siaga Bencana, Apa Saja Isinya?

ENSIPEDIA. ID, KENDAL – Bencana merupakan salah satu hal yang paling ditakuti makhluk hidup. Kedatangannya yang tiba-tiba membuat manusia dibuat ‘ngeri’ sampai banyak nyawa yang melayang.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh beberapa ilmuwan di Future of Humanity Institute, Oxford University, menyebutkan salah satu bahaya terbesar bagi umat manusia adalah bencana alam. Apapun jenis bencananya, ia mampu menyebabkan kematian massal yang mungkin dapat berujung pada kepunahan. Sebagai contoh, bencana alam gempa dan tsunami yang melanda Aceh 2004 silam membuat 227.898 orang meninggal.

Oleh karena itu, perlu adanya strategi yang dibuat manusia untuk mengantisipasi kedatangan bencana sehingga dapat meminimalisir tingkat kematian akibat bencana. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI menyarankan kita untuk menyiapkan sebuah bekal yang disebut Tas Siaga Bencana.

Tas Siaga Bencana (TSB) adalah tas yang menyimpan barang-barang penting sebagai bentuk kesiapsiagaan saat bencana datang. Selain membantu kita dalam bertahan hidup kala menunggu bantuan tiba, TSB juga memudahkan evakuasi kita ke lokasi yang lebih aman secara mandiri.

Dilansir dari Buku Saku Siaga Bencana yang diterbitkan oleh BNPB pada 2018 lalu, TSB berisi benda-benda sebagai berikut:

1. Surat-surat penting

Kebutuhan administrasi seperti surat-surat sangat wajib dimasukkan ke dalam Tas Siaga Bencana. Seperti Akta Kelahiran, Kartu Keluarga, Ijazah, Surat Kendaraan, Surat Tanah, dll.

2. Sandang

TSB juga direkomendasikan diisi dengan pakaian untuk 3 hari, selimut, handuk, jas hujan, dll. Ingat untuk membawa pakaian yang benar-benar dibutuhkan saja, jangan terlalu banyak sehingga memberatkan tas.

3. Pangan

Selama menunggu bantuan tiba, kita tentu perlu makanan untuk dikonsumsi. Nah, oleh karenanya isi Tas Siaga Bencana dengan makanan ringan yang tahan lama, seperti biskuit, mi instan, abon, kue kering, dll.

4. Air minum

Bekali juga TSB dengan persediaan air minum yang diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam 3 hari.

5. Obat

TSB juga perlu diisi dengan cadangan obat-obatan yang sekiranya dibutuhkan. Seperti obat luka maupun obat-obat penunjang penyakit lainnya.

6. Alat bantu

Alat bantu yang dimaksud adalah alat yang mampu memberikan penerangan cahaya. Seperti lilin, korek api, senter, dll.

7. Peluit

Peluit digunakan untuk memberikan tanda pertolongan kepada tim penyelamat sehingga memudahkan tim dalam menemukan keberadaan kita.

8. Masker

Jangan lupa untuk juga membawa masker sebagai alat yang dapat melindungi pernafasan. Ini berguna ketika kita terjebak dalam puing-puing bangunan di mana debu bertebaran.

9. Radio atau ponsel

Siapkan radio sebagai alat bantu pemberi informasi kepada kita ketika bencana terjadi. Siapkan juga ponsel untuk media komunikasi kita dengan orang lain, juga memudahkan kita menemukan tempat evakuasi terdekat. Jangan lupa membawa cadangan baterai untuk radio maupun powerbank dan kabel data untuk ponsel.

10. Uang dan perlengkapan mandi

Taruh uang ke dalam TSB sebagai cadangan apabila dibutuhkan selama 3 hari kedepan. Bawa juga perlengkapan mandi untuk membersihkan diri ketika menginap di tempat evakuasi.

Dengan Tas Siaga Bencana yang berisi benda-benda di atas, kesiapsiagaan kita telah tersedia sehingga membantu saat bencana terjadi. TSB sangat direkomendasikan untuk disiapkan oleh penduduk yang tinggal dekat dengan wilayah rawan bencana. Namun, yang jauh pun juga tetap harus memperhatikan kesiapsiagaan bencana karena hal ini merupakan kunci dalam penyelamatan secara mandiri.

Hilmi Harsaputra
Menyukai bidang sosial-hukum, sosial-budaya, geografi, dan astronomi.

Latest articles