Pertempuran Sekutu melawan Jepang

ENSIPEDIA.ID – Perang Dunia II merupakan perang global yang berlangsung sejak 1939-1945. Perang Dunia II ini melibatkan banyak sekali negara di dunia, yang dimana terjadi pembagian 2 aliansi yang saling bertentangan, yaitu Blok Sekutu dan Blok Poros. Perang Dunia II menjadi perang paling mematikan sepanjang sejarah, yang dimana memakan korban sebanyak 50 juta sampai 70 juta korban jiwa. Tidak hanya anggota militer, warga sipil juga banyak yang terkena dampak dari perang ini. Mulai dari insiden Holocaust (Pembantaian 6 juta kaum yahudi oleh Nazi Jerman) hingga pemakaian senjata nuklir digunakan dalam perang ini.

1. Mei 1945, Jerman dan Republik Sosial Italia resmi menyerah

Dengan runtuhnya ibu kota Jerman, Berlin membuat Kekaisaran Jerman dan Republik Sosial Italia menyerah kepada sekutu karena kekuatan militer yang sudah habis diserang sekutu. Dan dengan ini kediktatoran N*zi dan Italia sudah hilang dari Eropa. Namun, tersisa satu musuh lagi, yaitu Jepang.

2. Penyerangan Amerika ke Pulau Okinawa

Okinawa 7 April 1945: Yamato tenggelam! - Sejarah Militer

Pertempuran Okinawa yang terjadi mulai 1 April 1945, merupakan salah satu pertempuran paling berdarah dalam sejarah Perang Dunia II. Sebanyak lebih dari 180.000 tentara Armada Kelima Amerika Serikat bertempur melawan tentara Jepang di pulau pasifik, Okinawa ini. Penyerangan ini merupakan bagian dari Operasi Iceberg yang bertujuan untuk mencapai pulau utama Jepang. Jepang menahan pasukan Amerika Serikat dengan lebih dari 130.000 tentara dan dipimpin oleh Jendral Ushijima Mitsuru.
Pada 4 April 1945, Jepang menggunakan senjata terkejamnya, yaitu Serangan Kamikaze. Serangan Kamikaze sendiri merupakan penyerangan dengan menabrakkan pesawat ke musuh, yang berarti bunuh diri. Selama penyerangan Kamikaze, Armada Kelima Amerika Serikat mengalami kerugian sebagai berikut :
– 36 kapal tenggelam
– 368 kapal mengalami kerusakan
– 4.900 tentara meninggal
– 4.800 tentara mengalami luka-luka
– 763 kehilangan pesawat tempur
Selama Pertempuran Okinawa, sebanyak 110.000 tentara Jepang kehilangan nyawanya dan sekitar 40.000-150.000 warga sipil Okinawa meninggal akibat perang ini.

3. Rencana Operasi Downfall

Operasi Downfall - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Operasi Downfall merupakan rencana menguasai pulau utama Jepang, Kyushu dan Honshu. Operasi ini direncanakan untuk mengakhiri Perang Dunia II. Rencananya, Operasi Downfall ini akan dibagi menjadi 2, yaitu Operasi Olympic (Perebutan Pulau Kyushu) dan Operasi Coronet (Perebutan Pulau Honshu). Operasi Olympic direncanakan akan dilaksanakan pada Oktober 1945, dan Operasi Coronet pada musim semi 1946.
Namun operasi ini dibatalkan karena ternyata Jepang menyerah terlebih dahulu sebelum operasi dilaksanakan.

4. Trinity Test – Uji coba pertama bom atom di New Mexico pada Juli 1945

The Trinity explosion 0.016 seconds after detonation, 1945 - Rare Historical Photos

Projek Manhattan adalah projek pengembangan senjata nuklir pada Perang Dunia II. Dan pada akhirnya setelah 3 tahun pengembangan dan uji coba, pada Juli 1945 untuk pertama kalinya bom atom sukses diciptakan.

Senjata nuklir pertama di dunia yang diberi nama “Gadget” ini sukses diluncurkan di sebuh gurun wilayah New Mexico. Gurun ini berada di 230 mil arah selatan dari Laboratorium Los Alamos. Direktur Laboratorium Los Alamos, J. Robert Oppenheimer menyebut tempat uji coba ini sebagai “Trinity”.

5. Jatuhnya bom Hiroshima dan Nagasaki

5 Fakta Sejarah Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia II

Dengan suksesnya pembuatan senjata nuklir pertama pada projek Manhattan, Amerika Serikat berniat untuk meluncurkan senjata nuklir keduanya pada Jepang. Ya benar, tak bukan dan tak lain adalah bom uranium, Little Boy. Little Boy merupakan kode nama yang diberikan untuk bom uranium yang akan dijatuhkan di Hiroshima pada hari Senin, 6 Agustus 1945. Ledakan “Little Boy” menghasilkan 13 kiloton TNT (55 Terajoule) yang mengakibatkan 140.000 korban jiwa meninggal, dan ratusan ribu korban mengalami efek dari radiasi nuklir yang mengakibatkan ibu kehilangan anak dalam kandungannya, kanker, bayi lahir cacat, dan sebagainya.

Tidak berhenti disitu saja, baru 3 hari semenjak dijatuhnya “Little Boy” di Hiroshima, Amerika Serikat lanjut menjatuhkan senjata nuklir ketiganya, yaitu “Fat Man”. Bom plutonium atau dikenal dengan “Fat Man” ini dijatuhkan di Nagasaki. Target asli dari “Fat Man” ini sebenarnya adalah Kota Kokura, namun karena perjalanan yang terhalangi awan memaksa pilot untuk menjatuhkannya di target alternatif mereka, Kota Nagasaki.

6. Invasi Soviet ke Manchuria

Taklukkan Jepang, Uni Soviet Kalahkan Tentara Kwantung dalam Tempo 23 Hari - Russia Beyond

Invasi Soviet ke Manchuria atau lebih dikenal dengan Operasi Ofensif Strategis Manchuria adalah upaya Uni Soviet untuk merebut wilayah Manchuria dari Kekaisaran Jepang. Invasi ini dimulai sejak 9 Agustus 1945, bertepatan dengan jatuhnya bom di Nagasaki.
Pada tanggal 8 Agustus 1945, Uni Soviet memberitahu kepada duta besar Jepang bahwa Uni Soviet telah menyatakan perang terhadap Kekaisaran Jepang, dan mulai 9 Agustus pemerintah Soviet akan menganggap dirinya berperang dengan Jepang.
Uni Soviet meluncurkan 3 serangan langsung ke Manchuria, Operasi Khingan-Mukden, Operasi Harbin-Kirin, dan Operasi Sungari dalam waktu yang bersamaan.

7. Semakin tertekan oleh Uni Soviet dan Sekutu, Jepang menyerah tanpa syarat pada 15 Agustus 1945

15 Agustus 1945, Jepang Umumkan Menyerah pada Sekutu Halaman all - Kompas.com

Karena tekanan dari Sekutu yang berhasil menciptakan senjata nuklir, ditambah rencana Downfall, dan belum lagi kekuatan tempur Uni Soviet yang saat ini berperang di Manchuria membuat Jepang harus mengakui kekalahannya.

Pada 15 Agustus 1945, Kaisar Hirohito mengumumkan melalui siaran radionya,
“… Walaupun selama empat tahun semua telah menunjukkan yang terbaik–kekuatan angkatan laut dan angkatan darat yang telah bertempur dengan gagah berani, ketekunan dan kegigihan banyak pegawai negeri kami, dan pengabdian setia seratus rakyat kami, situasi perang berkembang tidak selalu ke arah keuntungan Jepang, sementara situasi umum dunia tidak menguntungkan kepentingan kita.

Musuh kita telah mulai memakai sebuah bom baru yang kejam, membunuh dan melukai banyak orang tidak berdosa, kekuatannya dalam menimbulkan kerusakan, sungguh, tak terkira. Selain itu, bila kita terus berperang, tidak hanya akan berakhir dengan kemusnahan bangsa Jepang namun juga akan membawa kepunahan total peradaban manusia.

Bila memang sudah demikian, bagaimana kita akan menyelamatkan berpuluh-puluh juta rakyat kami, atau menebusnya di depan arwah suci para leluhur kaisar? Ini adalah alasan mengapa kami telah menerima syarat-syarat Deklarasi Bersama.
Bila dipikirkan, selanjutnya penderitaan yang akan dialami kekaisaran, pastinya akan sangat luar biasa. Kami mengetahui ketulusan hati Anda, rakyat sekalian. Namun, ke mana pun tuntutan waktu dan nasib akan membawa kami, dengan menahan apa yang tak tertahankan, dan menderita penderitaan yang tak terperikan, kami menginginkan kedamaian abadi”

8. Perang Dunia II resmi berakhir dengan kemenangan pihak Sekutu

Dengan menyerahnya Jepang, maka sekutu resmi mendapatkan kemenangan. Dan dengan ini sekutu memiliki hak untuk memberi hukuman terhadap negara yang kalah.

Latest articles