Pengertian Investasi dan Jenis-Jenis Investasi

ENSIPEDIA.ID, Jakarta – Investasi adalah sebuah penempatan sejumlah dana dengan harapan dapat memelihara, menaikkan nilai, atau memberikan return yang positif.

Menurut Ahli:

Mulyadi mengatakan investasi adalah sebuah keterkaitan antara dari sumber – sumber yang dalam suatu periode dengan masa yang panjang untuk mendapatkan hasil keuntungan di masa yang selanjutnya.

Pandangan Sadono Sukirno tentang investasi adalah sebuah bentuk dari kegiatan menanam dan mengeluarkan modal, yang digunakan untuk bisa menambah barang keperluan baik dalam hal produksi. Barang produksi nantinya akan digunakan untuk perkembangan usaha dalam bidang ekonomi.

Jenis-jenis investasi berdasarkan jangka waktu

Investasi jangka pendek

Sebutan lain dari investasi jangka pendek ini adalah investasi sementara, sesuai dengan namanya, durasi investasi jangka pendek ini hasilnya dapat dilihat setelah 3 sampai 12 bulan.
Ciri-ciri investasi jangka pendek
  1. Investasi jangka pendek harus memiliki kualitas yang tinggi.
  2. Pada instrumen investasi jangka pendek harus sangat likuid dan mudah dijual kembali.

Investasi jangka panjang

Untuk investasi jangka panjang ini termasuk kedalam jenis investasi yang membutuhkan waktu yang lama, bisa bertahun-tahun untuk meliha pt hasilnya, untuk memaksimalkan investasi jangka panjang ini, investor harus memiliki modal yang besar.

Jenis investasi berdasarkan bentuk

Bentuk-bentuk investasi ini berdasarkan jenis investasi yang ada di Indonesia.

Saham

Ketika ingin melakukan investasi saham, yang harus dilakukan adalah membeli saham suatu perusahaan yang sudah tercatat pada Bursa Efek, dan ketika sudah membeli saham tersebut berati sudah menjadi pemegang saham dari perusahaan tersebut dan memiliki hak atas dividen sebesar presentase saham tersebut. Selain itu juga memperoleh keuntungan dari selisih harga penjualan saham.

Asuransi

Jenis investasi ini mengabungkan 2 jenis produk, yaitu asuransi dan dana kelolaan yang seperti reksa dana, biasnya jenis investasi asuransi ini memiliki jangka waktu yang cukup lama, mulai dari 10 tahun. Disetiap bulan harus melakukan pembayaran asuransi beserta biayanya.

Emas dan Logam Mulia

Investasi emas cocok untuk digunakan sebagai investasi jangka panjang, karena harga emas dan logam mulia akan meningkat.

Obligasi

Obligasi atau surat utang jangka menengah maupun surat utang jangka panjang yang dikeluarkan oleh lembaga tertentu, pemerintah, perusahaan.

Reksa Dana

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, Menjabarkan bahwa reksa dana

Reksa dana adalah sebuah wadah yang digunakan untuk mengumpulkan dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.

Pada reksa dana investor yang ingin menginvestasikan tidak perlu menggeluarkan modal yang cukup besar, dengan uang Rp100.000 sudah bisa memiliki reksa dana.

Deposito Berjangka

Deposito ini hampir mirip dengan tabungan biasa. Risiko yang rendah adalah alasan mengapa investor pemula memilih deposito berjangka. Deposito berjangka memiliki bunga yang lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa. Deposito berjangka ini memiliki waktu yang jelas, mulai dari 3 bulan hingga 12 bulan dan bisa mencairkan dana sebelum jatuh tempo.

Properti

Untuk bidang investasi properti ini minim akan risiko yang diterima seperti risiko akan kebangkrutan, karena properti adalah kebutuhan dasar untuk tempat tinggal atau tempat usaha. Untuk memilih jenis investasi ini harus menyiapkan dana atau modal yang cukup besar untuk membeli properti dan perawatannya.

Peer to Peer Lending

Pada jenis investasi ini dasarnya adalah investor meminjamkan sejumlah uang kepada pihak yang membutuhkan, baik individu maupun badan usaha. Investor bisa memulai investasi ini dengan dana mulai dari Rp100.000.
Dan masih ada lagi jenis investasi lainnya seperti investasi mata uang asing, investasi crypto.

Latest articles