Mental Inlander, Mental yang harus Dihilangkan dari Diri Bangsa Indonesia

ENSIPEDIA.ID, Tangerang – Akhir-akhir ini tengah ramai pembicaraan tentang mental inlander. Hal ini berawal dari pidato Presiden Jokowi yang membahas tentang mental inlander atau mental inferior.

“Saya tidak ingin mental inferior, mental inlander, mental terjajah ini masih ada, masih bercokol di dalam mentalitas bangsa kita. Ketemu bule saja kayak ketemu siapa gitu, sedih kita. Kita kadang-kadang terlalu mendongak kayak gini. Wong sama-sama makan nasi juga,” tutur Presiden Jokowi dalam pidatonya di HUT Partai Nasdem, kamis (11/11/2021).

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi tidak ingin bangsa Indonesia merasa rendah diri terhadap orang luar serta memandang segala hal yang dimiliki oleh orang luar selalu lebih baik dari Indonesia.

Mental inlander merupakan sebutan yang bermakna ejekan pada masa penjajahan kepada kaum pribumi Indonesia yang berarti kalangan bawahan, kalangan budak, atau kalangan terbelakang.
Namun, di zaman sekarang, mental inlander dapat diartikan sebagai sikap yang menganggap segala sesuatu dari luar negeri lebih baik, maju, bagus, dan hebat, sedangkan budaya atau sesuatu dari negerinya sendiri dianggap buruk, tidak bagus, tidak hebat, dan tertinggal. Mental inlander ditandai dengan tidak dimilikinya rasa percaya diri terhadap bangsanya sendiri dan memandang bangsa lain jauh lebih baik.

Sampai saat ini, mental inlander masih terdapat dalam jiwa bangsa Indonesia. Sebagai contoh, pernah ada suatu waktu orang bule lewat di lingkungan saya. Bule tersebut banyak diperhatikan dan difoto oleh orang-orang sekitar. Mereka yang melihatnya sepertli melihat orang yang “wah” sekali gitu, padahal orang bule itu juga sama seperti kita, yang membedakan hanyalah penampilan fisik saja. Contoh lain yang menggambarkan sikap inlander di masa sekarang, yakni pernah saya mendengar seseorang mengatakan, “Di luar negeri semuanya bagus-bagus banget, ya, beda banget sama di sini. Pengen banget gua tinggal di luar negeri.”
Kalian juga mungkin pernah merasakan atau melihat contoh sikap tersebut.

Menyukai atau mengagumi sesuatu dari luar negeri yang dimiliki oleh bangsa asing memang boleh. Namun, jangan sampai kita merendahkan, bahkan menjelekkan sesuatu hal dari negeri kita sendiri. Sikap inlander harus dibuang jauh dari dalam diri bangsa Indonesia, karena jika kita memiliki sikap tersebut, malah kita yang akan direndahkan oleh bangsa asing.

Maka dari itu, mulai dari diri kita sendiri, mari kita tidak bersikap inlader dengan memandang tinggi sesuatu dari luar dan memandang rendah sesuatu dari dalam negeri kita. Mulailah kita bersikap bahwa yang dimiliki oleh Indonesia juga tidak kalah bagus dari luar negeri. Akan tetapi, jangan sampai kita bersikap berlebihan juga dengan memandang rendah sesuatu dari negara luar.

Latest articles