Mengenal Lebih Dekat Bahasa Isyarat BISINDO dan SIBI

ENSIPEDIA.ID, BANDUNG – Menurut data Sistem Informasi Manajemen Penyandang Disabilitas (SIMPD) dari Kementrian Sosial pada tanggal 8 Oktober 2019, sebanyak 7,03% penyandang disabilitas di negara kita ialah penyandang disabilitas rungu. Teman-teman penyintas lebih nyaman dipanggil dengan sebutan “Teman tuli’ dibandingkan sebutan “Tuna rungu’. 

Teman tuli biasa menggunakan bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan lawan bicaranya. Bahasa isyarat tentunya sudah tidak asing lagi di lingkungan masyarakat kita. Ternyata, di Indonesia sendiri terdapat 2 macam bahasa isyarat yang dapat digunakan yaitu BISINDO (Bahasa Isyarat Indonesia) dan SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia). Kedua bahasa isyarat tersebut memiliki keunikan dan perbedaan masing-masing. Yuk kenali bahasa isyarat yang ada di Indonesia!

 1. BISINDO (Bahasa Isyarat Indonesia)

BISINDO lahir dari kalangan teman tuli sendiri. Maksudnya adalah bahasa isyarat ini secara alami ada dikarenakan bahasa yang biasa digunakan sesama teman tuli untuk berkomunikasi. Bisa dibilang BISINDO ini adalah bahasa ibu bagi teman tuli. Seperti halnya bahasa daerah, BISINDO memiliki keunikan dan keragaman di setiap daerahnya. Teman tuli di negara kita lebih sering menggunakan BISINDO dibanding SIBI. 

Isyarat dalam abjad BISINDO menggunakan dua tangan dan huruf yang dibentuk tidak beda jauh dengan bentuk alfabet pada umumnya. Penggunaan BISINDO lebih mudah dipahami karena tidak terikat dalam tatanan bahasa lisan dan tulisan, artinya pengunaan isyarat ini tidak baku. Namun, sayangnya BISINDO belum diakui secara resmi oleh pemerintah sampai sekarang. Sebuah organisasi bernama Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (GERKATIN) sedang memperjuangkan agar BISINDO cepat diresmikan oleh pemerintah dan difasilitasi.

2. SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia)

Sumber: klobility.id

Pencetus SIBI ialah Anton Widyatmoko, seorang mantan kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) di Semarang. Bahasa isyarat dalam SIBI banyak diambil dari bahasa isyarat American Sign Language (ASL). Tatanan bahasa isyarat ini sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dalam SIBI, kata yang berimbuhan harus diikut sertakan juga. Tak sedikit teman tuli yang mengalami kesulitan untuk berkomunikasi menggunakan SIBI karena isyaratnya yang dianggap terlalu kaku atau tidak natural. 

Berbeda dengan BISINDO, SIBI sudah diresmikan dalam Undang-Undang No. 2 Tahun 1989 serta dibakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 30 Juni 1994. SIBI mempunyai kamus yang diterbitkan oleh pemerintah dan disebarluaskan ke sekolah-sekolah khususnya SLB/B penyintas Tuli di Indonesia sejak tahun 2001. SIBI menjadi bahasa untuk sistem ajar di Sekolah Luar Biasa. 

Apa yang dimaksud dengan penambahan kata imbuhan dalam SIBI?

Contohnya dalam kata “pengangguran”. Di dalam SIBI menggunakan tiga gerakan, yaitu gerakan peng-anggur-an. Yang pertama membuat isyarat peng- sebagai imbuhan awal, lalu membuat isyarat buah anggur, dan yang terakhir membuat isyarat –an sebagai akhiran. Berbeda halnya dengan BISINDO yang mengekspresikan kata “pengangguran” dengan mengepalkan satu tangan dan menopangkannya di dagu sebagai arti orang yang tidak memiliki kegiatan atau pekerjaan. 

Jadi itu perbedaan BISINDO dan SIBI, tidak ada salahnya jika kita mau belajar dan mendalami bahasa isyarat. Banyak channel YouTube yang mempermudah kita untuk bisa belajar bahasa isyarat kok.

Latest articles