Alasan Pengacara Membela Orang yang Bersalah

ENSIPEDIA.ID, Jakarta – Masih ingatkah kalian kasus dari “Kopi sianida” Jessica Kumala Wongso yang membuat Wayan Mirna Salihin meninggal dunia karena keracunan?. Otto Hasibuan SH yang waktu itu menjadi pengacara Jessica membela “mati-matian” kliennya hingga mendatangkan saksi ahli dari Australia.

Sontak saja dibenak publik bertanya-tanya, mengapa dia mau membela terdakwa yang jika dari sudut pandang umum sudah pasti dinyatakan bersalah dan akan dihukum seberat-beratnya? Dan apakah dia tidak memiliki hati nurani terhadap keluarga korban?

Ini bukan hal yang langka dan jarang terjadi dalam persidangan, lalu apa yang membuat mereka mau membela orang yang bersalah dalam sebuah persidangan? Simak ulasannya di bawah ini

Kesalahan Faktual dan Kesalahan Hukum

Satu hal yang perlu dipahami adalah persidangan tidak menunjukkan apakah seseorang benar-benar melakukannya atau tidak. Inilah yang kita sebut kesalahan faktual, dan hal tersebut tidak pernah menjadi tujuan pengadilan.

Apa yang di bahas dalam sebuah persidangan adalah kesalahan hukum: dapatkah penuntut memiliki cukup bukti untuk membuktikan tuduhan yang diajukan terhadap terdakwa?

Bukan Tugas Mereka untuk Menentukan Kesalahan

Kebanyakan dari pengacara pembela terdakwa tidak akan menanyakan apakah dia benar-benar bersalah, pekerjaan tersebut merupakan tugas dari penuntut. Penuntut melakukan segala sesuatu untuk membuktikan bahwa terdakwa bersalah.

Baca juga : Sejarah Punk: Sebuah Ideologi yang Disalahpahami

Tugas para pembela terdakwa adalah membela kliennya dengan kemampuan terbaik mereka dan dan melakukan semua yang mereka bisa untuk membebaskan terdakwa. Baik itu penyerangan, pencurian, atau tuduhan lainnya, tugas mereka adalah membela klien mereka dan membuktikan bahwa mereka tidak bersalah.

Terdakwa Belum Tentu Bersalah

Pada Oktober 1977, terdapat sebuah kasus pidana p*merkosaan dan perampokan yang dituduhkan kepada Lawrence McKinney. Kemudian dia dijatuhi hukuman 115 tahun penjara.

Setelah 30 tahun berlalu — tepatnya pada 2009 — dilakukan tes DNA di tempat tidur korban yang mengidentifikasi tiga orang, namun dari ketiga dna tersebut, tidak ada yang cocok dengan Lawrence McKinney. Vonis yang dijatuhkan hakim dinihilkan dan ia dibebaskan

Berdasarkan contoh kasus di atas, terdakwa belum tentu melakukan tindak pidana seperti apa yang dituduhkan dari jaksa penuntut umum. Inilah sebabnya mengapa sangat penting bagi pengacara pembela untuk membela klien mereka dengan “kejam”.

Pada akhirnya, siapa yang benar-benar dapat mengetahui apakah seseorang bersalah? Sebagian besar waktu, tidak ada saksi, dan bukti bisa berbohong. Seorang pengacara seharusnya menjunjung tinggi pekerjaan mereka dan melakukan yang terbaik untuk membela orang tersebut karena mereka mungkin saja tidak bersalah.

Melindungi Supremasi Hukum

Melindungi supremasi hukum mungkin merupakan alasan utama mengapa pengacara membela terdakwa, apa pun yang terjadi. Jika mereka tidak melakukan itu, maka polisi yang menentukan kesalahan orang lain.

Para polisi pada dasarnya akan menjadi hakim, juri, dan algojo, karena semua bukti mereka akan diterima dan dapat diterima. Tetapi ketika pengacara membela terdakwa, maka keputusan apakah terdakwa bersalah atau tidak berada pada persidangan yang ditentukan oleh hakim.

Ubay Muzemmil
Gak tau mau ditulis apa

Latest articles