Mengapa Fosil Dinosaurus Tidak Pernah Ditemukan di Indonesia? Ini Alasannya

ENSIPEDIA.ID, Jember – Dinosaurus merupakan salah satu hewan purbakala yang sangat menarik untuk dilakukan penelitian karena memiliki tubuh raksasa yang berbanding terbalik dengan hewan-hewan pada masa sekarang. Sayangnya, hingga saat ini fosil dari dinosaurus tidak pernah ditemukan di wilayah Indonesia.

Lantas, mengapa fosil dinosaurus tidak pernah ditemukan di Indonesia? Untuk mengetahui lebih lanjut ada baiknya kita terlebih dahulu membahas tentang sejarah dinosaurus

Sejarah Dinosaurus

Kata dinosaurus dipopulerkan oleh Sir Richard Owen yang berasal dari Bahasa Yunani, yakni “denos” yang berarti hebat, mengerikan, kuat dan kata “sauros” yang berarti kadal. Dinosaurus diperkiraan hidup di bumi sekitar 245 juta tahun yang lalu, artinya mereka hidup pada zaman mesozoikum. Zaman mesozoikum terbagi atas tiga fase, yakni triasik, jurasik, dan kretaseus.

Dinosaurus hingga saat belum dapat ditentukan secara pasti berapa jumlahnya. Menurut John Long, dosen paleontologi di Flinders University, saat ini terdapat sekitar 900 spesies dinosaurus yang dapat dikatakan valid. Valid dalam hal ini adalah keberadaan spesies tersebut dapat dipastikan keberadaannya oleh ilmuwan dan memiliki bukti fosil yang cukup untuk dinyatakan sebagai sebuah spesies.

Dinosaurus diperkiraan punah setelah terjadi peristiwa hujan meteor yang terjadi pada 65 juta tahun yang lalu ketika sebuah asteroid raksasa berdiameter 15 kilometer menghujam Bumi. Hujaman asteroid tersebut memiliki kekuatan guncangan setara dengan 10 miliar bom Hiroshima. Kekuatan guncangan inilah yang menjadi cikal bakal terbentuknya kawah Chicxulub di bawah Semenanjung Yucatan Meksiko.

Alasan Fosil Dinosaurus Tidak Pernah Ditemukan di Indonesia

Seperti yang kita ketahui bahwa dinosaurus hidup pada zaman mesozoikum yang di dalamnya terdapat tiga fase, yakni triasik, jurasik, dan kretaseus. Triasik berlangsung sekitar 252 juta tahun hingga 201 juta tahun yang lalu, Jurasik sekitar 210 hingga 145 juta tahun yang lalu, dan Kretasius yang berlangsung pada 145 hingga 66 juta tahun yang lalu.

Selama tiga fase tersebut, nyatanya daratan Indonesia masih di bawah lautan dan baru terbentuk sekitar 30 juta tahun yang lalu. Dari semua wilayah Indonesia, hanya Pulau Kalimantan saja menjadi bagian Eurasia di era Mesozoikum. Sayangnya hal tersebut tetap tidak memungkinkan untuk ditemukannya fosil dinosaurus karena kondisi geologi Pulau Kalimantan yang dominan lahan gambut serta perlunya biaya yang besar untuk melakukan penelitian.

Hal tersebut diperkuat dengan dugaan bahwa dinosaurus menghindari kawasan khatulistiwa atau ekuator pada zaman mesozoikum. Hal tersebut dikarenakan wilayah khatulistiwa sangat panas dan kering. Terlebih lagi wilayah khatulistiwa mengandung banyak kandungan karbon dioksida yang dapat menyebabkan kebakaran alami.

 

 

Ubay Muzemmil
Gak tau mau ditulis apa

Latest articles