Mari berkenalan dengan Bahasa Jepang

【Bagian satu】

ENSIPEDIA.ID, Jakarta – こんにちは!Salam sejahtera bagi kita semua! Di zaman sekarang, banyak orang memilih untuk mengusai beberapa bahasa. Termasuk bahasa Jepang. Selain unik dan menarik, bahasa Jepang juga termasuk bahasa yang lumayan sulit untuk dipelajari. Banyaknya kosakata yang hampir mirip, banyaknya goresan-goresan yang membingungkan termasuk tantangan tersendiri dalam mempelajari bahasa rakyat sakura ini.

Sebelum masuk ke materinya, kalian harus tahu terlebih dahulu apa itu ‘Mora‘. Mora sendiri adalah satuan bunyi bahasa Jepang yang sama panjangnya dengan satu huruf Kana (dua huruf untuk ‘yoon’/ bunyi konsonan ganda). Pada pertemuan selanjutnya saya akan menjelaskan ini.

Vokal dalam bahasa Jepang umumnya ada 5, yaitu (ぉいうえお) . Dimana vokal diucapkan dengan satu ‘mora’, dan vokal yang diucapkan dengan bunyi panjang atau dua ‘mora’ disebut sebagai vokal panjang. Berikut contoh dan perbedaannya, (huruf yang saya beri tanda petik adalah huruf yang diucapkan dengan 2 Mora).

Diucapkan dengan 1 Mora // Menggunakan 2 Mora

  • – おばさん; Oba san (Tante) // おば “あ” さん; Obaa san (Nenek)
  • – おじさん; Oji san (Om) // おじ “い” さん; Ojii san (Kakek)
  • – え; E (Gambar) // え “え”; Ee (Ya)
  • – とる; Toru (Mengambil) // と “い” る; Toiru (Melewati), dan lainnya.

1. Hiragana

Hiragana Chart

Hiragana merupakan ‘silabis’ atau aksara suku kata. Jika pada bahasa Indonesia ada alfabet [A B C D E F– sampai Z], pada bahasa Jawa ada aksara [Ha na ca Ra ka], maka pada bahasa Jepang ada aksara [ あかさたなはまやらわ].

Hiragana ini berfungsi atau digunakan untuk banyak hal (terutama menulis kata asli bahasa Jepang). Misalnya sebagai; ¹· Menulis kata asli Jepang yang tidak memiliki kanji, ²· Sebagai pengganti huruf kanji yang kurang jelas, dan ³· Untuk penulisan ‘Furigana’ (hiragana yang diatas huruf kanji)  dan sebagainya.

Huruf umumnya ada 10 (かさたなはまやらわん) yang apabila di tambahkan huruf vokal (あいうえお), tidak termasuk huruf N(ん) karena merupakan huruf mati, maka keseluruhan hurufnya, (baik Hiragana ataupun Katakana) ada 40 huruf.

Contohnya: すみません // Sumimasen // Permisi.

2. Katakana

Katakana chart

Sama seperti hiragana, katakana juga merupakan aksara suku kata. Bedanya, katakana digunakan untuk penulisan kata-kata serapan, atau kata asing. Baik itu nama, ataupun nama tempat.

Perbedaan fisiknya sendiri cukup menonjol, jika Hiragana ditandai dengan ujung-ujung yang melengkung, maka Katakana lebih ke ujung yang lancip atau tajam. Dan sama seperti Hiragana yang bertotalkan 40 huruf, maka katakana juga. Dengan huruf umum (ヵサタナハマヤらわン) dan huruf vokal (アイゥェオ). Cukup jelas perbedaan fisiknya bukan?

Contoh: インドネシア (Indonesia).

3. Kanji

Kanji

Nah, ini yang paling ribet di hafalin. Sebenarnya Kanji ini adalah versi Jepang dari kata Cina hanzi, yang secara harfiah berarti karakter Han. Kanji juga dulunya disebut mana (真名) atau shinji (真字) untuk membedakannya dari kana (Hiragana dan Katakana). Aksara kanji sendiri dipakai untuk melambangkan konsep atau ide (kata benda, akar kata kerja, akar kata sifat, dan kata keterangan).

Contohnya: 私はナナです; Watashi wa Nana desu; Saya Nana.

Contoh lainnya lihat pada gambar.

Simpelnya; Hiragana dan Katakana merupakan simbol fonetik, setiap hurufnya mewakili penyebutan satu suku kata. Sedangkan Kanji adalah ideogram, yang dipakai untuk menggambarkan makna dari setiap ujaran.

4. Contoh Perkenalan Singkat dalam Bahasa Jepang

Introduction in Japan language

はじめまして // Hajimemashite // Salam kenal

私はナナです // Watashi wa Nana desu // Nama saya Nana

インドネシアからきました // Indonesia kara kimashita // Saya berasal dari Indonesia

ねんれいは17さいです // Nenrei wa juu nana Sai desu // Saya berusia 17 tahun

しゅみはどくしょです // Shumi wa dokusho desu // Hobi saya membaca buku

よろしくお願いします // Yoroshiku onegaishimasu // Terimakasih^^

5.Tips dari saya

TipsBerikut tips dan trik untuk membantu Anda belajar bahasa Jepang dengan cepat:

  1. Fokus dan indentifikasi alasan mengapa Anda belajar bahasa Jepang.
  2. Pelajari kata-kata yang paling umum/dasar terlebih dahulu.
  3. Dengarkan, ucapkan, hafalkan! (Ini yang paling berpengaruh, ingat kalimat “Bisa karena terbiasa”, maka biasakanlah mendengar dan melafalkan bahasa Jepang).
  4. Buat Deadline, ini agar memudahkan anda dalam menargetkan waktu belajar.
  5. Belajar dengan ‘mnemonik‘ atau teknik menghapal. Misalnya dengan bantuan gambar, video atau lagu. (Anda juga bisa menggunakan beberapa aplikasi yang menghubungkan langsung dengan masyarakat Jepang asli untuk mempelajari aksennya). 

Urutan belajar bahasa Jepang;  Huruf > kosakata > pola kalimat.

Latest articles