Konflik Panas antara Soviet dan Amerika di Korea

ENSIPEDIA.ID, Jakarta – Perang Dingin, atau biasa dikenal dengan Cold War adalah ketegangan politik dan militer antara Blok Barat yang dipimpin Amerika beserta sekutu NATO-nya, dengan Blok Komunis yang dipimpin Uni Soviet beserta negara-negara satelitnya. Konflik ini berawal dari kemenangan Amerika, Uni Soviet, dan beserta negara sekutu lainnya. Kemenangan ini menyisakan Amerika dan Uni Soviet menjadi 2 negara adidaya di dunia dengan perbedaan ideologi, ekonomi, dan militer. Hal ini membuat Amerika dan Uni Soviet berlomba-lomba untuk menjadi negara paling berpengaruh di dunia. Konflik ini dinamakan Perang Dingin karena kedua negara tidak pernah mendeklarasikan aksi militer secara langsung, namun masing-masing pihak ikut campur dalam peperangan sipil di dunia yang menentukan ideologi dan revolusi suatu negara. Dan kedua negara memiliki senjata nuklir yang dapat mengancam kehancuran besar. Bahkan efek dari Perang Dingin masih dapat dirasakan hingga kini.

Korean War | Combatants, Summary, Years, Map, Casualties, & Facts | Britannica

  1. Korea Utara meluncurkan serangan ke Korea Selatan

Pada 25 Juni 1950, tentara Korea Utara menyebrangi paralel ke-38. Tentara Korea Utara menyebutkan bahwa pasukan Republik Korea (ROK), di bawah pimpinan “bandit pengkhianat Syngman Rhee”, telah menyebrangi perbatasan “terlebih dahulu”, dan mereka akan menangkap serta mengeksekusi Rhee. Beberapa jam kemudian, Dewan Keamanan PBB mengecam tindakan invasi Korea Utara ke Republik Korea.

Dalam beberapa hari saja, Korea Utara berhasil menguasai lebih dari setengah wilayah Korea Selatan, dan posisi Korea Selatan hanya bisa bertahan di Busan.

  1. PBB membentuk pasukan darurat yang terdiri dari 16 negara untuk mempertahankan Korea Selatan

Pada 27 Juni 1950, Presiden Amerika Serikat, Truman memerintahkan untuk mengirim tentara Amerika Serikat ke Republik Korea untuk membantu melawan tentara Korea Utara. Dewan Keamanan PBB lalu menerbitkan Resolusi 83, yang merekomendasikan negara anggota memberikan bantuan militer kepada Republik Korea. Dengan ini, Uni Soviet menuduh Amerika Serikat melakukan intervensi bersenjata atas nama Republik Korea. Uni Soviet menantang keras legitmasi perang ini, dikarenakan Korea Utara pada saat itu belum diundang sebagai anggota sementara PBB yang berarti melanggar Piagam PBB Pasal 32; dan (iii) perang Korea berada di luar lingkup Piagam PBB, karena perang perbatasan Utara-Selatan awalnya dianggap sebagai perang saudara.

  1. PBB berhasil memukul mundur Korea Utara hingga ke Peninsula Korea

PBB beserta bala bantuan militer dari berbagai negara turun di Busan dan Incheon. PBB berhasil menekan tentara Korea Utara dari dua arah. Namun, perjuangan tentara Korea Utara tetap keras. Yang membuat Seoul terjadi pergantian rezim berkali-kali (Dari Korea Selatan, menjadi Korea Utara, lalu menjadi Korea Selatan, dan menjadi Korea Utara, dan begitu seterusnya).

Pada tanggal 1 Oktober 1950, Komando PBB mendorong tentara Korea Utara hingga ke Utara, melewati garis paralel ke-38, Republik Korea kemudian mengejar mereka masuk ke wilayah Korea Utara. Enam hari kemudian, pada 7 Oktober, dengan otorisasi dari PBB, pasukan Komando PBB mengikuti pasukan Republik Korea menyerang ke wilayah Utara. Angkatan Darat AS kedelapan dan tentara Republik Korea menyerang ke bagian Barat Korea, dan berhasil merebut Pyongyang, ibu kota Korea Utara, pada 19 Oktober 1950. Di akhir bulan, pasukan PBB menahan 135,000 tawanan perang

  1. Khawatir PBB semakin menguasai Korea, Tiongkok turun tangan membantu pasukan Korea Utara

Pada 8 Oktober 1950, sehari setelah tentara AS menyebrang ke wilayah Korea Utara, Mao Zedong memerintahkan Tentara Pembebasan Rakyat Frontier Barat Laut direorganisasi ke dalam People’s Volunteer Army (PVA), yang sedang bertempur dalam “Perang Melawan Amerika dan Membantu Korea.” Mao menjelaskan kepada Stalin, “Bila kita membiarkan Amerika Serikat menduduki seluruh Korea, kekuatan revolusioner Korea akan mendapatkan kekalahan telak, penjajah Amerika akan merajalela dan memberikan efek negatif terhadap seluruh Timur Jauh.”

Dengan ini Tiongkok turun tangan dalam peperangan Korea. Sehingga membuat kekuatan Korea Utara semakin kuat, dan berhasil memukul mundur pasukan Korea Selatan beserta bantuan militer PBB-nya hingga ke perbatasan paralel ke-38.

  1. Stalin meninggal pada 5 Maret 1953

Di tengah konflik dengan Amerika Serikat, Stalin meninggal. Pada tahun-tahun terakhir Stalin, diduga Stalin mengalami paranoid yang membuat ia tidak percaya pada orang-orang di sekitarnya. Pada September 1952, beberapa dokter Kremlin ditangkap atas tuduhan berencana membunuh para politikus senior, dan peristiwa ini dikenal dengan sebutan “Doctor’s Plan”. Dan hingga pada tanggal 1 Maret 1953, Stalin ditemukan setengah sadar di lantai kamar tidur dachanya di Volynskoe. Ia mengalami pendarahan otak.

  1. Krushchev melakukan kampanye De-Stalinisasi

Pemimpin baru Uni Soviet, Nikita Khrushchev melakukan pertemuan dan mengagaskan kampanye De-Stalinisasi. Hal ini ditujukan karena Khrushchev menganggap bahwa Stalin adalah sosok diktator yang menindas rakyatnya. Dengan anggapan seperti ini, Khruschev melakukan kampanye De-Stalinisasi. Kampanye ini diantaranya merobohkan patung-patung Stalin, Stalingard diubah namanya menjadi Volgogard, dan sebagainya.

  1. Kekhawatiran Amerika pada Soviet memuncak pada persaingan luar angkasa yang dimana Soviet berhasil meluncurkan satelit pertama di dunia

Sputnik 1 adalah satelit pertama yang berhasil diluncurkan ke luar angkasa. Satelit ini diluncurkan dari Kosmodrom Baykonur di Tyuratam, Kazakhstan. Uni Soviet menamakan “Sputnik” yang berarti “Pendamping”. Kekhawatiran Amerika Serikat semakin besar, yang membuat “Krisis Sputnik” kala itu, yang membuat Amerika Serikat berlomba-lomba dengan Uni Soviet untuk menciptakan teknologi luar angkasa.

  1. Ketegangan semakin memanas ketika kedua pihak mulai meningkatkan bom atom mereka menjadi bom hidrogen

Amerika Serikat menjadi negara pertama yang berhasil meningkatkan kekuatan bom atom mereka menjadi bom hidrogen. Uji coba ini dilakukan di Kepulauan Marshall pada tahun 1954. Bom ini lebih mematikan dibandingkan bom atom, pasalnya bom hidrogen ini memiliki kekuatan 15 megaton (sedangkan bom atom Hiroshima sekitar 20 kiloton). Dan Uni Soviet menyusul sukses menciptakan bom hidrogen mereka pada 1955.

  1. Keuangan negara yang terfokus pada pengembangan teknologi, membuat ekonomi negara satelit soviet semakin buruk

Keuangan yang difokuskan pada pengembangan kekuatan militer, teknologi, dan sebagainya membuat ekonomi masyarakat kebawah semakin memburuk. Beberapa masyarakat Jerman diantaranya mulai berpindah tempat tinggal dari Jerman Timur ke Jerman Barat.

  1. Menghindari kepergian warga Jerman Timur ke Jerman Barat, Krushchev membuat dinding pembatas antara Jerman Timur dan Barat

Mengetahui banyaknya kepergian warga Jerman Timur, membuat Krushchev terpaksa mendirikan dinding kokoh untuk membatasi kepergian warga Jerman Timur ke barat dan sebaliknya. Hal ini membuat banyak warga yang memiliki saudara di wilayah seberang terpaksa tidak dapat ditemui.

Latest articles