Amerika dan Uni Soviet Pada Perang Dingin

ENSIPEDIA.ID, Jakarta – Perang Dingin, atau biasa dikenal dengan Cold War adalah ketegangan politik dan militer antara Blok Barat yang dipimpin Amerika beserta sekutu NATO-nya, dengan Blok Komunis yang dipimpin Uni Soviet beserta negara-negara satelitnya. Konflik ini berawal dari kemenangan Amerika, Uni Soviet, dan negara sekutu lainnya. Kemenangan ini menyisakan Amerika dan Uni Soviet menjadi 2 negara adidaya di dunia dengan perbedaan ideologi, ekonomi, dan militer. Hal ini membuat Amerika dan Uni Soviet berlomba-lomba untuk menjadi negara paling berpengaruh di dunia. Konflik ini dinamakan Perang Dingin karena kedua negara tidak pernah mendeklarasikan aksi militer secara langsung, namun masing-masing pihak ikut campur dalam peperangan sipil di dunia yang menentukan ideologi dan revolusi suatu negara. Dan kedua negara memiliki senjata nuklir yang dapat mengancam kehancuran besar. Bahkan efek dari Perang Dingin masih dapat dirasakan hingga kini.

Syria is a proxy war between the US and Russia regardless of what the administration claims

  1. Keterlibatan Soviet dan Amerika di Perang Vietnam

Perang Vietnam atau bisa juga disebut Perang Indochina Kedua merupakan bagian dari perang dingin yang terjadi dari tahun 1957 hingga 1975. Perang Vietnam menjadi salah satu perang terlama dalam sejarah peperangan. Sesuai namanya, perang ini berletak di Vietnam dan dua kubu yang saling berperang adalah Republik Vietnam (Vietnam Selatan) dan Republik Demokratik Vietnam (Vietnam Utara). Republik Vietnam dibantu oleh Amerika Serikat, Korea Selatan, Thailand, Australia, Selandia Baru, Filipina, serta sedikit bantuan Taiwan & Spanyol. Sedangkan Republik Demokratik Vietnam dibantu oleh Uni Soviet, Tiongkok, Korea Utara, Mongolia, dan Kuba.

  1. Di timur-tengah, Soviet membantu koalisi arab (Mesir, Iraq, Suriah, Yordania, dan Palestina) melawan Israel

Israel dan negara-negara arab di timur tengah memiliki hubungan yang buruk sejak Perang Arab-Israel pada tahun 1948. Dan hingga pada tahun 1967 Israel menyerang daerah Mesir, Yordania, dan Suriah dalam waktu hanya 6 hari, ya pertempuran itu adalah Perang 6 hari. Dalam pertempuran ini, Mesir, Yordania, dan Suriah dibuat terkejut dengan serangan dadakannya yang membuat Israel berhasil menguasai Semenanjung Sinai, tepi barat Yordania, dan Dataran Golan Suriah.

Dan pada 1973, negara koalisi arab membalikkan keadaan dengan menyerang Israel, yang dikenal dengan Perang Yom Kippur. Pada pertempuran ini, negara koalisi arab mendapatkan bantuan militer dari Uni Soviet. Pada awalnya, Israel terpojokkan karena letaknya yang dikepung negara-negara arab. Namun, setelah Israel berada di ujung tanduk, Amerika memberikan bantuannya kepada Israel agar pengaruh Soviet di timur tengah tidak semakin besar.

Konflik timur tengah merupakan salah satu konflik antar negara yang paling rumit. Ini adalah versi pendek dari cerita konflik di timur tengah. Kemungkinan kapan-kapan akan saya buatkan penjelasan khusus untuk konflik di timur tengah. Jadi stay tune!

  1. Keterlibatan Soviet dan Amerika di perang saudara negara-negara Afrika

Tidak hanya di Asia dan Eropa, ternyata perang yang melibatkan Soviet dan Amerika juga terdapat di Afrika. Diantaranya adalah perang saudara Angolan pada tahun 1975 dan konflik antara Somalia dan Etiopia. Pada awalnya Somalia didukung oleh Soviet dan Etiopia didukung oleh Amerika, namun karena pergantian rezim pemimpin disana yang berubah pandangan ideologi, pada akhirnya membuat Somalia didukung oleh Amerika dan Etiopia didukung oleh Soviet.

  1. Richard Nixon memulangkan tentara Amerika di Vietnam, yang berarti Vietnam Utara menguasai Vietnam dengan komunisnya

Pada 1968, Presiden Amerika yang baru telah terpilih, ia adalah Richard Nixon. Dan penduduk Amerika yang mulai tidak menginginkan peperangan, menuntut Nixon untuk menarik pasukan-pasukan tentara Amerika yang telah dikirim ke negara-negara setelah bertahun-tahun terlibat perang saudara. Dan Nixon pun membuat langkah dengan memulangkan tentara Amerika yang berperang di Vietnam. Hingga pada akhirnya, 2 tahun selanjutnya Vietnam sepenuhnya dikuasai oleh Vietnam Utara.

  1. Soviet membantu pemerintahan Afghanistan untuk melawan mujahidin Afganistan yang ingin menggulingkan pemerintahan

Perang Soviet–Afganistan merupakan masa sembilan tahun ketika Uni Soviet berusaha mempertahankan pemerintahan Marxis-Lenin di Afganistan, yaitu Partai Demokrasi Rakyat Afganistan, menghadapi mujahidin Afganistan yang ingin menggulingkan pemerintahan. Uni Soviet mendukung pemerintahan Afganistan, sementara para mujahidin mendapat dukungan dari banyak negara, antara lain Amerika Serikat dan Pakistan.

Pasukan Uni Soviet pertama kali memasuki Afganistan pada tanggal 25 Desember 1979, dan penarikan pasukan terakhir terjadi pada tanggal 2 Februari 1989. Uni Soviet lalu mengumumkan bahwa semua pasukan mereka sudah ditarik dari Afganistan pada tanggal 15 Februari 1989. Akibat banyaknya biaya yang dikeluarkan dan kesia-siaan konflik ini, Perang Soviet–Afganistan sering dianggap sebagai “Perang Vietnam-nya Uni Soviet”.

  1. Konflik Soviet-China

The konflik perbatasan Sino-Soviet adalah tujuh bulan dideklarasikan konflik militer antara Uni Soviet dan China pada tahun 1969, menyusul perpecahan Sino-Soviet . Bentrokan perbatasan paling serius, yang membawa dua negara komunis terbesar di dunia ke ambang perang, terjadi pada Maret 1969 di dekat Pulau Zhenbao (Damansky) di Sungai Ussuri (Wusuli) , dekat Manchuria.

Hal ini dilatarbelakangi karena Soviet yang memutuskan melakukan diplomasi dengan Amerika agar tidak semakin terjadi peperangan nuklir. Presiden China, Mao pun menuduh Soviet telah memiliki ideologi yang berbeda dengan China. Sehingga, Uni Soviet dan China sudah tidak saling menganggap mereka sebagai sahabat terdekatnya.

Latest articles